Tanpa Korupsi, Tanpa Diskriminasi! Pelayanan Prima Jadi Harga Mati, Rutan Salatiga Deklarasi Pakta Integritas

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Langkah tegas dan penuh komitmen kembali ditunjukkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga. Setelah sukses menyabet predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), kini Rutan Salatiga tancap gas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto, bersama seluruh jajaran petugas, melaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas, Senin (09/02/26). Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat pembangunan zona integritas di lingkungan Rutan Salatiga.

Baca Juga:  Sentuh Hati Warga Balongbendo, Wabup Mimik Idayana Tinjau Rumah Tak Layak Huni dan Janjikan Renovasi Cepat

Anton menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial belaka. Lebih dari itu, penandatanganan ini menjadi momentum perubahan nyata dalam meningkatkan pelayanan prima.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum perubahan dalam memberikan pelayanan prima, tanpa korupsi, tanpa pungli, dan tanpa diskriminasi,” tegas Anton.

Menurutnya, komitmen dan pakta integritas adalah bentuk tanggung jawab moral sekaligus profesional seluruh jajaran dalam menjalankan tugas. Integritas, akuntabilitas, dan profesionalitas menjadi kunci utama dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani.

Baca Juga:  Satreskrim Polresta Malang Kota Berhasil Bekuk Pelaku Curanmor di Lowokwaru, Empat  Masih Diburu

“Komitmen dan Pakta Integritas adalah wujud nyata komitmen dan tanggung jawab kita untuk bekerja profesional, berintegritas, dan akuntabel,” tambahnya dalam amanat.

Tak hanya itu, Anton juga mengingatkan seluruh jajaran agar terus memberikan pelayanan terbaik, baik kepada warga binaan maupun masyarakat luas. Pelayanan yang humanis, adil, dan transparan harus menjadi budaya kerja sehari-hari.

Ia menekankan bahwa keberhasilan menuju WBBM bukan hanya soal predikat, tetapi bagaimana dampak pelayanan itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di akhir arahannya, Anton berharap sinergi dan kerja sama antar subseksi serta seluruh petugas semakin solid. Kolaborasi yang kuat dinilai menjadi kunci dalam mengoptimalkan pelaksanaan 15 program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya yang berkaitan dengan target kinerja Rumah Tahanan Negara.

Baca Juga:  “SIP TENAN GAN” Diluncurkan! Bupati Semarang Gandeng Lansia dan Disabilitas Wujudkan Pelayanan Publik Inklusif

Dengan semangat integritas dan pelayanan prima, Rutan Salatiga menunjukkan kesiapannya untuk terus berbenah, memperkuat komitmen, dan menghadirkan birokrasi yang benar-benar bersih, transparan, dan melayani. Sebuah langkah nyata menuju WBBM yang kini semakin dekat di depan mata. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!