Laporan: Andy S

PEKALONGAN | SUARAGLOBAL.COM – Suasana haru menyelimuti proses evakuasi korban longsor di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (23/1/2025). Tim K-9 Polda Jawa Tengah menemukan jenazah seorang bayi berusia lima bulan, Abiyan, yang tertimbun longsor.

Jenazah Abiyan ditemukan dalam kondisi tertutup selendang, terhimpit di bawah springbed yang tersangkut pada pohon bambu dekat aliran air. Penemuan ini memicu tangis histeris pamannya, yang ikut membantu penggalian dan menyaksikan langsung momen memilukan tersebut.

Baca Juga:  Kurir Ojek Online dan 48 Paket Sabu: Pengungkapan Jaringan Ranjauan di Sidoarjo

\”Paman korban menangis histeris saat Abiyan ditemukan. Jenazah langsung dibawa ke posko induk,\” ujar Agus Yusuf, anggota SAR Bumi Santri Pekalongan.

Ibu Abiyan turut menjadi korban jiwa dalam bencana ini. Sementara itu, keberadaan sang ayah masih belum diketahui. Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

Baca Juga:  Dinamika Pendaftaran Pilkada 2024 Jawa Timur: 35 Pasangan Calon Resmi Mendaftar, KPU Tegaskan Tidak Ada Ruang Ganti Nama

Hingga Kamis (23/1), korban meninggal dunia akibat longsor dan banjir bandang di Petungkriyono tercatat mencapai 21 orang, termasuk Abiyan. Lima orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Medan longsor yang sulit dijangkau menjadi tantangan besar bagi Tim SAR gabungan, termasuk relawan dan aparat setempat. Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Pekalongan juga meningkatkan risiko longsor susulan, mempersulit pencarian korban.

Baca Juga:  Internet Gratis hingga ke Pelosok: Pemprov Jateng Targetkan 505 Desa Blank Spot Terkoneksi Internet Gratis hingga 2029

“Kami tetap berusaha maksimal meskipun situasi medan sulit. Doa kami panjatkan untuk keluarga korban dan semoga yang hilang segera ditemukan,” ujar salah satu anggota tim evakuasi.

Duka mendalam menyelimuti masyarakat Pekalongan atas tragedi ini. Bantuan logistik, termasuk makanan dan pakaian, terus disalurkan ke posko pengungsian. Para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal mengharapkan perhatian dan dukungan lebih lanjut dari pemerintah.

Baca Juga:  Kalapas Pematang Siantar Tegaskan Razia Rutin Blok Hunian untuk Wujudkan Lapas Bebas Barang Terlarang

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan sejak beberapa hari terakhir memicu tanah longsor di beberapa titik di Kecamatan Petungkriyono. Selain menyebabkan korban jiwa, bencana ini juga merusak puluhan rumah, lahan pertanian, dan infrastruktur vital lainnya.

Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah telah mengeluarkan peringatan dini dan memperingatkan warga di sekitar wilayah rawan untuk tetap waspada.

Baca Juga:  Ikuti Arahan Presiden, Polres Jember dan TNI Gotong Royong Bersihkan Pantai Puger

Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan langkah-langkah antisipasi di kawasan rawan longsor. Kepala BPBD Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk terus mematuhi arahan petugas dan segera mengungsi jika situasi memburuk.

Dengan suasana duka yang masih menyelimuti, Pekalongan kini bersatu dalam doa dan upaya membantu para korban yang terdampak bencana alam ini. (*)