Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Suasana tenang di Perumahan Idaman, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga mendadak berubah mencekam. Warga digegerkan dengan penemuan jasad yang telah berubah menjadi kerangka manusia di dalam sebuah rumah kontrakan, Selasa pagi (21/04/2026).

Peristiwa menghebohkan ini terjadi di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Perumahan Idaman Karangduwet, Tingkir. Penemuan tersebut bukan tanpa sebab. Warga sebelumnya diliputi rasa curiga lantaran penghuni rumah sudah tidak terlihat beraktivitas selama kurang lebih tujuh bulan.

Baca Juga:  Polri Gelar Mutasi Besar-Besaran: 1.255 Personel Bergeser, 10 Kapolda Baru Ditunjuk dan 10 Polwan Jadi Kapolres 

Kecurigaan itu akhirnya memuncak. Warga bersama pemilik rumah dan didampingi aparat setempat sepakat untuk membuka paksa rumah tersebut. Proses pembukaan dilakukan oleh tukang kunci dengan pengawasan Bhabinkamtibmas.

Kapolsek Tingkir, Kompol Daryono, S.E., mengungkapkan bahwa setelah pintu rumah berhasil dibuka, warga langsung dikejutkan dengan kondisi di dalamnya.

“Setelah rumah berhasil dibuka oleh tukang kunci, warga mendapati pintu kamar dalam keadaan terbuka dan menemukan kerangka manusia di atas tempat tidur,” jelas Kompol Daryono.

Baca Juga:  Sertijab Polda Jatim: AKBP Harto Gantikan AKBP Jazuli di Polres Pasuruan

Identitas korban kemudian diketahui bernama Giessendra Gratama Mersingga Pakpahan (36), warga Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Tim gabungan dari Polres Salatiga bersama Polsek Tingkir, Koramil, serta tenaga medis dari Puskesmas Sidorejo Kidul langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga bulan sebelum ditemukan,” tambah Kapolsek Tingkir.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Salatiga atas permintaan pihak keluarga guna penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  Hangatnya Silaturahmi di Tengah Rotasi: Kapolres Simalungun Gelar Temu Pisah Pejabat dalam Rangka Sertijab

Pihak kepolisian juga telah mengamankan lokasi kejadian dan memintai keterangan sejumlah saksi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar dinilai sangat penting. Tetangga bukan sekadar orang yang tinggal bersebelahan, tetapi juga bisa menjadi “alarm sosial” agar kejadian serupa tidak terlambat terungkap. (*)