Laporan: W Widodo

KAB SEMARANG | BERITA-GLOBAL.COM – Yayasan Izzatul Islam Getasan, Senin (16/10) menyalurkan bantuan sebanyak Rp19.429.200 kepada korban kemanusiaan di Palestina. Bantuan tersebut disalurkan melalui Lazis Al-Ihsan (Lazis) Jawa Tengah.

Donasi yang terkumpul merupakan hasil penggalangan sukarela dari masyarakat dan orang tua siswa di lembaga pendidikan di bawah Yayasan Izzatul Islam Getasan.

Ketua Yayasan Izzatul Islam Getasan, Insan Abdullah mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sebagian kecil bentuk kepedulian atas nama kemanusiaan kepada warga Palestina akibat serangan dari Israel. Ribuan warga menjadi korban bahkan tidak sedikit dari anak-anak dan perempuan.

Baca Juga:  Apel Besar Pemkab Tulungagung: Fokus pada Pengendalian Inflasi dan Iklim Investasi

“Ini merupakan bentuk sikap kita atas penderitaan yang sedang dialami oleh warga Palestina. Kita memberikan bantuan berupa dana agar meringankan beban yang diterima. Kami mendukung negara Palestina agar terbebas dari penjajahan. Karena hal itu sesuai dengan pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” jelas Insan Abdullah.

Baca Juga:  Tiga 'Singa' Barongsai, Hadang Walikota Saat Resmikan Monginsidi Festival

Selain itu dengan penggalangan dana ini sebagai sarana edukasi para siswa kaitannya dengan kepedulian kepada masyarakat. 

Pimpinan Lazis Jateng Cabang Salatiga, Dian Prastiko saat menerima secara simbolis bantuan untuk Palestina mengucapkan terima kasih. Bantuan yang terkumpul dari berbagai lembaga nantinya akan disalurkan kepada warga Palestina.

Baca Juga:  SABET THE WINNER OF OGP AWARD 2023 SE ASIA PASIFIC DI ESTONIA, BPHN KEMENKUMHAM HARUMKAN INDONESIA DI MATA DUNIA

“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Yayasan Izzatul Islam Getasan atas kepeduliannya terhadap warga Palestina yang sedang membutuhkan bantuan. Dengan memohon kepada Allah SWT, semoga bantuan yang disalurkan akan meringankan beban saudara kita di Palestina dan Allah berkenan memberikan balasan yang penuh berkah serta berlipat,” kata Dian Prastiko. (*)