Jakarta,Beritaglobal.net – Makin meningkatnya pernikahan dini pasangan bocah yang masih di bawah umur di Bulukumba, Sulawesi Selatan, Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Yohana merasa prihatin. Selain itu sesuai UU Perlindungan anak, di sebutkan harus sudah berusia 18 tahun. Hal itu di khawatirkan akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Baca Juga:  Pelaku Perampokan Toko Emas Di Gandrungmangu Cilacap Diringkus Sat Reskrim Polres Cilacap Dibantu Jatanras Polda Jateng

“Di samping nantinya kesulitan mencari nafkah, juga secara kesehatan reproduksi juga belum siap. Baik secara fisik ataupun mental,” kata Yohana di gedung Kementerian PPPA, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin,(17/7).

Baca Juga:   “Setetes Darah untuk Negeri”: Polres Salatiga Kumpulkan 74 Kantong Darah di HUT Humas Polri ke-74

Dampak yang nantinya akan di hadapi bagi pasangan pernikahan yang masih di bawah umur terutama masalah tanggung jawab dalam menafkahi sehari-hari.

“Nantinya mau di kasih makan apa, makan batu kah..? Kita yang sudah dewasa saja terkadang kesulitan dan banyak masalah, apalagi masih anak-anak,”terangnya.
Saya berharap tidak lagi terjadi adanya pernikahan dini lagi. Karena secara hukum positif Indonesia, jelas tidak sah, karena tidak tercatat di KUA.

Baca Juga:  Alat Panahan Ditemukan Tim Densus 88 AT Mabes Polri Saat Geledah Rumah Terduga Teroris di Salatiga

“Pernikahan dini seperti itu biasanya pernikahan siri, karena jelas jika di ajukan di KUA tidak bisa,”pungkasnya. (Fam/red)