Penampakan erupsi pertama Gunung Merapi dari Kabupaten Boyolali. (Foto: Dok. istimewa/Suryanto)

YOGYAKARTA, Beritaglobal.Net – Gunung Merapi yang terletak di wilayah Kabupaten Magelang, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali (Jateng) dan Kabupaten Sleman (DIY), pada hari Minggu (20/06/2020), sekira pukul 09.13 WIB, mengalami erupsi.

Melansir unggahan akun twitter @BPPTKG, Gunung Merapi mengalami dua kali Erupsi. Hasil penyelidikan BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi) Yogyakarta, erupsi pertama terjadi pada pukul 09.13 WIB.

Baca Juga:  Wakil Walikota Semarang Panen Hasil Perkebunan dan Perikanan Napi Lapas Semarang

“Tercatat di Seismograf dengan amplitudo 75 mm sedang durasi tercatat 328 detik kolom erupsi kisaran 6000 meter dari puncak Gunung Merapi sedangkan arah angin mengarah ke barat sehingga berdampak di Kecamatan Dukun, Sawangan, Muntilan, Salam, hingga sampai ke Kecamatan Borobudur, terjadi hujan abu,” tulis akun twitter @BPPTKG.

Erupsi kedua terjadi pada jam 09.27 WIB dengan amplitudo 75 mm durasi tercatat 100 detik. Atas eruosi tersebut, pada hari ini BPPTKG Yogyakarta menetapkan Status Waspada (level 2). Radius 3 km dari puncak gunung merapi dinyatakan radius bahaya.

Baca Juga:  Beri Arahan Para Dubes, Seskab Pramono Anung Ingatkan Peningkatan Investasi Dari Negara Sahabat

Beberapa wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang mengalami hujan abu, hujan abu yang paling deras terjadi di kecamatan Srumbung diantaranya di Desa Kaliurang, Srumbung, Banyu adem, Kalibening  Ngargosoko, Kenduren dan Desa kemiren sedangkan hujan abu ringan terjadi di Kecamatan dukun Sawangan Salam Muntilan Ngluwar Mungkid. Kecamatan Borobudur diantaranya Desa Sambeng,  Kenalan, Wanurejo, Ngargogondo, Tuk Songo, Ringin putih dan Bumi Harjo.

Baca Juga:  Peringati HUT Koperasi, Darmin: "Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial ada dalam kebijakan pemerataan ekonomi"

Ketua BPBD Kabupaten Magelang Edisusanto menghimbau kepada masyarakat sekitar utamanya di Kecamatan Srumbung untuk tetap tenang dan tidak panik, tapi tetap waspada Karena gunung berstatus Level 2 (waspada). Dimungkinkan adanya potensi bahaya kubah lava dan jatuhnya material vulkanik serta awan panas. kemungkinan adanya bahaya lahar saat terjadi hujan. (Suryanto)