Laporan: Yuanta

JAKARTA | SUARAGLOBAL.COM  – Seorang residivis bernama Erick Donovan alias Aby (56) kembali berurusan dengan hukum setelah aksinya yang memanfaatkan kedok \”ustaz sakti\” terbongkar. Bersama lima anggota komplotannya, Erick berhasil menipu sejumlah korban, terutama perempuan, dengan dalih ritual penghilang \”kesialan\” dan kemampuan meramal.

Baca Juga:  Presentasi Budaya Samin, Bupati Blora Ditetapkan Penerima Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Dalam operasinya, Erick menggunakan trik-trik absurd untuk meyakinkan korban akan \”kesaktiannya.\” Salah satu aksinya adalah mengeluarkan jarum dari mulut, seolah-olah berasal dari tubuh korban, serta menggunakan batu dan kerikil yang diklaim \”ajaib\” untuk memanipulasi mereka. Modus ini bertujuan untuk menciptakan kepercayaan penuh pada \”kekuatan gaibnya.\”

Baca Juga:  Angka di Plat, Api di Media: Nomor Dinas Polres Pasuruan Jadi Bahan Gunjingan

Salah satu korban Erick, seorang perempuan berinisial EV, melaporkan bahwa ia diminta menitipkan motornya kepada pelaku. Motor tersebut kemudian dibawa kabur oleh Erick dan komplotannya. Tidak hanya EV, sindikat ini diketahui telah menjalankan aksinya di delapan lokasi berbeda di wilayah Jakarta dan sekitarnya selama dua bulan terakhir.

Baca Juga:  Modus WhatsApp Berujung Ancaman, Polres Tulungagung Klarifikasi Dugaan Pemerasan Wartawan

Polisi berhasil melacak dan menangkap Erick bersama lima rekannya di sebuah rumah di Koja, Jakarta Utara, pada 17 November 2024. Dalam pengungkapan ini, polisi mengidentifikasi peran masing-masing anggota sindikat: tiga pelaku sebagai eksekutor yang mendekati korban dan tiga lainnya bertugas memantau situasi.

Baca Juga:  “Tiyang Panutan”: Terobosan Rutan Salatiga Hadirkan Layanan Hukum, Psikologi, dan Keagamaan Terpadu bagi Tahanan

AKBP Rovan Richard Mahenu dari Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa sindikat ini memilih mencuri kendaraan bermotor dibandingkan ponsel karena pengalaman buruk mereka sebelumnya. “Mereka pernah terlacak saat mencuri iPhone, sehingga beralih ke kendaraan yang lebih sulit dilacak secara teknologi,” jelasnya.

Baca Juga:  Cap Go Meh di Hok Tek Bio Berpadu Ramadan, Salatiga Tunjukkan Harmoni Nyata

Erick dan komplotannya kini harus menghadapi proses hukum atas berbagai tuduhan, termasuk penipuan dan pencurian. Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan berkedok agama atau ilmu gaib. \”Jangan mudah percaya dengan klaim-klaim sakti, apalagi yang meminta barang berharga sebagai imbalan,\” tambah AKBP Rovan.

Baca Juga:  Ngopi Sambil Layanan Publik: Kapolda Jatim Resmikan SAE Cafe Modern di Polres Batu

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan skeptisisme sangat penting dalam menghadapi berbagai bentuk penipuan. Kepercayaan yang diberikan tanpa dasar dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Masyarakat diimbau untuk melaporkan segala aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib demi mencegah korban selanjutnya. (*)