Laporan: Ninis Indrawati

SAMPANG | SUARAGLOBAL.COM – Menghadapi musim hujan dengan intensitas tinggi yang diperkirakan akan terjadi akibat fenomena La Nina Lemah, Polres Sampang melaksanakan pelatihan Search and Rescue (SAR) Water Rescue di Sampang Water Park, Jumat (13/12/2024.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi yang berpotensi melanda wilayah Kabupaten Sampang.

Baca Juga:  Gropyokan Tikus di Sragen: Petani, Babinsa, dan Senjata Seadanya Melawan Hama Sawah

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Sampang, Kompol Hosna Nurhidayah, serta didukung oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Sampang.

Puluhan personil dari Sat. Samapta, Sat. Polairud, dan Sidokkes Polres Sampang turut ambil bagian dalam pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan tanggap darurat.

Baca Juga:  Prestasi Gemilang: UK Petra Naik 70 Peringkat di QS Asia University Rankings 2025

Dalam pelatihan ini, instruktur dari Sat. Polairud Polres Sampang memberikan teori dan praktik dasar terkait penyelamatan di air.

Beberapa materi penting yang disampaikan meliputi teknik mengangkat korban dari air, pengecekan kondisi pernapasan korban, serta prosedur Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR).

Baca Juga:  Forkopimda Jateng Gerak Cepat: Longsor Pandanarum Ditetapkan Tanggap Darurat, Evakuasi Dipercepat

Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis personil dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan air.

Kapolres Sampang AKBP Hendro Sukmono melalui Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Dedy Dely Rasidie, menekankan bahwa pelatihan SAR Water Rescue adalah langkah proaktif dalam menghadapi ancaman bencana alam, khususnya banjir dan luapan air sungai yang sering terjadi selama musim penghujan.

Baca Juga:  Dari Mitos ke Destinasi! Tuk Gono, Mata Air Panas di Bawen yang Menarik Wisatawan

Menurutnya, kemampuan SAR menjadi hal yang wajib dimiliki oleh setiap personil Polri untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menolong korban bencana.

Ipda Dedy juga menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memberikan pemahaman tentang bagaimana menghadapi kondisi ekstrem, menghindari risiko, serta memperhatikan aspek keselamatan baik bagi tim penyelamat maupun korban.

Baca Juga:  22 Ribu Responden Jadi Cermin, Kominfo Jatim Gaspol Perkuat Pelindungan Anak di Dunia Digital

Di sisi lain, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana, seperti di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pesisir pantai, dihimbau untuk lebih waspada terhadap bahaya banjir.

Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas, terutama anak-anak yang sering bermain di luar rumah saat hujan,\” ungkap Ipda Dedy.

Baca Juga:  Polresta Sidoarjo Hancurkan 30 Kg Sabu, Selamatkan 150.000 Jiwa dari Bahaya Narkoba

Melalui pelatihan ini, Polres Sampang berharap dapat meningkatkan kesiapan jajarannya dalam mengantisipasi dan menangani situasi darurat, serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.

Mitigasi yang efektif dan kesiapan personil SAR diharapkan mampu meminimalisir dampak buruk dari bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi. (*)