Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Krembangan, H. M. Mansyur, mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas kota dan tidak mudah terprovokasi ajakan yang mengarah pada aksi anarkis. Seruan tersebut disampaikan menyikapi dinamika sosial yang tengah berkembang di Surabaya dan sekitarnya, Selasa (2/9).

Menurut H. Mansyur, aksi demonstrasi yang berujung pada tindakan anarkis tidak akan memberikan manfaat bagi siapapun. Justru sebaliknya, hal tersebut hanya menimbulkan kerugian besar baik bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah.

Baca Juga:  Sinergi Ulama dan Umaro: Halal Bihalal Polres Mojokerto dan MUI Jadi Simbol Persatuan Pascalebaran

“Yang rugi bukan hanya negara, tapi juga rakyat. Karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat luas,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga rasa aman dan nyaman bersama di Kota Pahlawan. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang dinilai telah bekerja keras menjaga ketertiban di tengah situasi yang dinamis.

Baca Juga:  Kapolres Boyolali Tinjau Pos Operasi Lilin Candi 2024: Pastikan Kesiapsiagaan dan Kenyamanan Pengguna Jalur Tol

“Kami berterima kasih kepada aparat yang siang malam menjaga keamanan, sehingga warga bisa beraktivitas dengan tenang,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Mansyur mengajak warga Krembangan khususnya, dan masyarakat Surabaya secara umum, untuk senantiasa mengedepankan nilai kebersamaan serta mengutamakan musyawarah ketika ingin menyampaikan aspirasi.

Baca Juga:  Jelang Idul Fitri, Satgas Pangan Polresta Banyuwangi Warning Swalayan Soal Produk Nyaris Expired

“Mari kita rawat Surabaya agar tetap aman, damai, dan nyaman. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan serta perlindungan kepada kita semua,” tutupnya.

Dengan seruan ini, MUI Krembangan berharap masyarakat semakin bijak dalam menyikapi isu-isu sosial serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat mengganggu stabilitas dan ketenteraman kota. (*)