Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Genderang persaingan olahraga Jawa Tengah segera ditabuh. Kota Salatiga tak ingin sekadar menjadi penonton dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026. Sebanyak 315 atlet disiapkan untuk bertarung memperebutkan prestasi, sementara kota ini juga dipercaya menjadi tuan rumah pertandingan di 12 cabang olahraga (cabor).

Pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., di halaman Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (12/10/2026). Momen tersebut menjadi penanda kesiapan kontingen sekaligus suntikan semangat bagi para atlet yang akan membawa nama Kota Salatiga ke arena kompetisi tingkat provinsi.

Acara pelepasan dihadiri Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, serta Ketua Umum KONI Kota Salatiga, Agus Purwanto, beserta jajaran.

Bagi Salatiga, Porprov kali ini bukan sekadar soal mengumpulkan medali. Ada dua pekerjaan besar yang harus dituntaskan secara bersamaan, yakni mengantarkan atlet tampil maksimal dan memastikan pertandingan yang digelar di wilayahnya berjalan lancar. Di sisi lain, penyelenggaraan ajang olahraga ini juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Robby Ingatkan Atlet Jaga Kesehatan dan Sportivitas

Dalam amanatnya, Wali Kota Robby Hernawan menekankan bahwa kesiapan menghadapi pertandingan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. Kondisi kesehatan, konsentrasi, disiplin, serta mental bertanding menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh atlet, pelatih, dan ofisial.

Ia meminta seluruh anggota kontingen menjaga kebugaran selama mengikuti rangkaian pertandingan. Persiapan yang telah dilakukan harus dimaksimalkan dengan tetap memperhatikan kondisi fisik agar atlet mampu tampil optimal saat menghadapi lawan.

“Untuk para atlet dan official, staf, pelatih, tentunya harus jagalah kesehatan di samping fokus terhadap apa yang akan dipertandingkan, tetapi jangan lupa fokus untuk jaga kesehatan, dan yang paling penting adalah bertandinglah secara optimal, bertandinglah dengan jiwa yang sportif untuk membawa nama Kota Salatiga yang kita cintai bersama,” tegas Robby.

Pesan tersebut menegaskan bahwa perjuangan atlet tidak hanya diukur dari hasil akhir pertandingan. Sikap sportif, penghormatan terhadap lawan, serta kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dalam menjaga nama baik daerah.

Baca Juga:  Waspada! Daging Berkadar Air Tinggi Muncul di Pasar Tradisional, Pemkot Salatiga Turun Tangan

Dengan persaingan yang melibatkan atlet-atlet terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah, kontingen Salatiga dituntut mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga semangat persaudaraan melalui olahraga.

Salatiga Siapkan 315 Atlet untuk 35 Cabang Olahraga

Ketua Umum KONI Kota Salatiga, Agus Purwanto, S.Pt., menyampaikan bahwa persiapan kontingen telah dilakukan untuk mengikuti 35 cabang olahraga dalam Porprov Jawa Tengah XVII Tahun 2026.

Komposisi kontingen terdiri atas 315 atlet dan 75 ofisial kampus. Mereka juga mendapat dukungan dari 21 ofisial nonkampus serta lebih dari 200 sukarelawan atau volunteer yang akan membantu berbagai kebutuhan pendukung kegiatan.

Keterlibatan banyak pihak tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan kontingen maupun kelancaran pelaksanaan pertandingan. Para atlet diharapkan dapat berkonsentrasi menghadapi kompetisi, sementara unsur pendukung menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.

“Salatiga telah mempersiapkan 35 cabang olahraga yang akan diikuti dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah kontingen 315 atlet dan 75 official kampus serta didukung 21 official non-kampus dan lebih dari 200 volunteer sebagai pendukung. Untuk kontingen Peparprov terdiri dari 26 atlet dan 13 official yang akan dipertandingkan di Kota Surakarta pada bulan November mendatang,” jelas Agus.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa persiapan Salatiga tidak hanya bertumpu pada atlet yang berlaga di lapangan. Dukungan ofisial dan sukarelawan juga menjadi unsur penting dalam menjaga kesiapan, koordinasi, serta kebutuhan operasional selama kompetisi berlangsung.

KONI Kota Salatiga diharapkan mampu mengawal kesiapan seluruh cabang olahraga agar atlet dapat menjalani pertandingan dengan baik dan memperoleh kesempatan maksimal untuk menunjukkan hasil latihan mereka.

Tuan Rumah 12 Cabor, Salatiga Bersiap Sambut Atlet dari Berbagai Daerah

Selain mengirimkan atlet untuk bersaing di berbagai arena, Salatiga juga mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah pertandingan 12 cabang olahraga.

Cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Kota Salatiga meliputi anggar, binaraga, catur, gateball, judo dan sambo, kempo, kick boxing, menembak, muaythai, taekwondo, serta wushu.

Baca Juga:  Cekcok di Vila Berujung Maut: Satpam Tewas Dianiaya Rekannya, Polres Pasuruan Bergerak Cepat

Kepercayaan tersebut menjadi kesempatan bagi Salatiga untuk menunjukkan kesiapan fasilitas, koordinasi penyelenggaraan, serta pelayanan kepada atlet, ofisial, dan pihak-pihak yang terlibat dalam kompetisi.

Sebagai tuan rumah, perhatian tidak hanya tertuju pada kesiapan tempat pertandingan. Pengaturan kegiatan, koordinasi antarpihak, kenyamanan pengunjung, serta dukungan terhadap kebutuhan peserta juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

Penyelenggaraan 12 cabang olahraga tersebut sekaligus menempatkan Salatiga pada posisi strategis dalam pelaksanaan Porprov Jawa Tengah XVII Tahun 2026. Kota ini harus mampu menjalankan peran sebagai peserta sekaligus penyelenggara dengan standar kesiapan yang baik.

Porprov Diharapkan Dongkrak Perekonomian dan UMKM

Di balik persaingan atlet di arena olahraga, Wali Kota Robby Hernawan melihat peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Kehadiran atlet, ofisial, sukarelawan, dan pengunjung dari berbagai daerah berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi pertandingan.

Karena itu, Robby meminta panitia atau penyelenggara di setiap lokasi pertandingan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM agar pelaku usaha lokal dapat dilibatkan.

Menurutnya, kehadiran UMKM di sekitar arena dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi dan layanan bagi peserta maupun pengunjung. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut diharapkan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.

“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi seluruh pihak. Saya juga menyarankan khususnya untuk pelaksanaan cabang olahraga yang ada di Salatiga, center-center pelaksanaan hendaknya berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM untuk mengkoordinasi UKM yang akan hadir di sekitarnya, sehingga dijamin kualitas makanan dan sebagainya. Tentunya event ini akan berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian daerah karena ada multiplier efeknya,” tambahnya.

Arahan tersebut menempatkan Porprov sebagai momentum yang tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Pelibatan UMKM perlu diikuti koordinasi yang matang, terutama menyangkut penempatan pedagang, kualitas produk makanan, kebersihan, serta pelayanan kepada konsumen. Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan olahraga berskala provinsi berpeluang menciptakan perputaran ekonomi bagi usaha kecil di daerah.

Harapannya, manfaat Porprov tidak berhenti ketika pertandingan selesai. Pelaku usaha lokal dapat memperoleh pengalaman, memperluas jaringan pelanggan, dan memanfaatkan peluang pasar yang muncul selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga:  Gila! Dua Hari Beruntun, Satresnarkoba Polres Salatiga Bekuk Penjual Gorilla dan Ganja Siap Edar 

Tak Hanya Porprov, Salatiga Siapkan Kontingen Peparprov

Di tengah persiapan menghadapi Porprov, Salatiga juga menyiapkan atlet untuk mengikuti Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) yang dijadwalkan berlangsung di Kota Surakarta pada November 2026.

Berdasarkan laporan KONI Kota Salatiga, kontingen Peparprov terdiri atas 26 atlet dan 13 ofisial. Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang kompetisi bagi atlet dengan kebutuhan dan karakteristik cabang olahraga yang berbeda.

Persiapan dua agenda olahraga tersebut menunjukkan bahwa pembinaan prestasi di Salatiga membutuhkan dukungan berkelanjutan, baik dari pemerintah daerah, organisasi olahraga, pelatih, ofisial, maupun masyarakat.

Setiap atlet memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dukungan dan fasilitas yang memadai menjadi faktor penting agar mereka dapat bertanding secara optimal serta memperoleh pengalaman berharga dalam kompetisi tingkat provinsi.

19–31 Oktober Jadi Momentum Pembuktian

Porprov Jawa Tengah XVII Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19–31 Oktober 2026. Dengan jadwal pertandingan yang semakin dekat, kesiapan atlet dan penyelenggara menjadi perhatian utama.

Bagi kontingen Salatiga, target prestasi harus berjalan seiring dengan disiplin, kebugaran, dan sportivitas. Sementara itu, sebagai tuan rumah 12 cabang olahraga, Salatiga dituntut memastikan koordinasi penyelenggaraan berjalan baik serta mampu memberikan pengalaman pertandingan yang tertib bagi seluruh peserta.

Dukungan lebih dari 200 sukarelawan, puluhan ofisial, serta keterlibatan perangkat daerah menjadi modal penting untuk menunjang agenda tersebut. Kolaborasi lintas sektor juga diperlukan agar peluang ekonomi yang muncul selama Porprov dapat dirasakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar arena pertandingan.

Porprov kali ini akhirnya menjadi momentum pembuktian bagi Salatiga dalam dua hal sekaligus: kemampuan atlet bersaing di arena olahraga dan kemampuan daerah menyelenggarakan pertandingan dengan baik.

Prestasi memang menjadi sasaran utama. Namun, keberhasilan juga tercermin dari sikap sportif para atlet, kelancaran pertandingan, serta manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Salatiga kini bersiap menyambut persaingan sekaligus menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi penggerak kebanggaan daerah dan aktivitas ekonomi lokal. (*)