Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Bukan sekadar mengenakan toga dan menerima ucapan selamat. Bagi 95 wisudawan dan wisudawati Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Serbaindo, Wisuda Ke-14 menjadi pintu menuju babak baru kehidupan.

Prosesi pelepasan yang berlangsung di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026), berlangsung penuh kebahagiaan sekaligus haru. Di balik senyum para lulusan, tersimpan harapan besar untuk melanjutkan pendidikan, memperoleh pekerjaan, dan membangun masa depan yang lebih baik.

Momentum tersebut semakin istimewa karena bertepatan dengan peluncuran program strategis Serbaindo Group bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk membuka peluang pendidikan sekaligus kerja ke Jepang melalui program beasiswa.

Program ini menjadi salah satu langkah yang diproyeksikan untuk memperluas kesempatan bagi generasi muda Indonesia agar memiliki akses pendidikan dan pengalaman kerja di Negeri Sakura.

CEO Serbaindo Group, Iman Abdul Rahman, mengungkapkan program tersebut memiliki target besar. Sebanyak 45.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ditargetkan dapat direkrut hingga program tersebut berakhir pada 2030.

Yang membuat program ini mencuri perhatian adalah besaran fasilitas pendidikan yang disiapkan. Setiap peserta disebut memperoleh fasilitas beasiswa dengan nilai mencapai sekitar Rp980 juta.

“Program ini bekerja sama dengan Kementerian Desa. Jepang menyediakan anggaran yang sangat besar untuk program tersebut dan ditargetkan selesai sampai 2030,” ujar pria yang akrab disapa Papi Iman.

Menurut Iman, program tersebut mendapat dukungan dari pemerintah Jepang dan Kementerian Desa. Perekrutan calon peserta nantinya dilakukan melalui desa-desa di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga:  Pasca Banjir, Polres Kudus Bergerak Cepat: Bersihkan Sekolah hingga Layanan Trauma Healing

Setiap desa akan memiliki kesempatan mengusulkan tiga kandidat terbaik. Mereka kemudian harus melewati serangkaian tahapan seleksi sebelum dinyatakan lolos.

Seleksi tersebut antara lain mencakup psikotes serta tahapan lain untuk mengukur kesiapan calon peserta mengikuti pendidikan dan bekerja di Jepang.

Skema ini membuat program tidak sekadar menjadi jalur keberangkatan tenaga kerja, tetapi juga menekankan proses pembentukan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Caregiver Jadi Bidang Andalan

Sektor yang menjadi fokus utama program adalah caregiver atau tenaga pendamping dan perawat lansia.

Pilihan bidang tersebut bukan tanpa alasan. Jepang menghadapi kebutuhan tenaga caregiver yang besar seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan bagi masyarakat lanjut usia.

Iman menyebut kebutuhan tenaga caregiver di Jepang masih akan berlangsung dalam jangka panjang.

“Karena kita spesialis caregiver, sampai 2050 kebutuhan caregiver Jepang diperkirakan mencapai 2,3 juta orang. Ini peluang yang sangat besar bagi tenaga kerja Indonesia,” katanya.

Besarnya kebutuhan tersebut sekaligus menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengirimkan tenaga kerja yang telah dibekali kemampuan dan pendidikan sesuai standar yang dibutuhkan.

Bagi calon peserta, kesempatan tersebut juga membuka peluang untuk mendapatkan pengalaman hidup, pendidikan, sekaligus pengalaman kerja di lingkungan internasional.

Dua Tahun Pendidikan, Dapat Uang Saku Rp17 Juta

Baca Juga:  Sentuhan Peduli Bupati Subandi: Kursi Roda dan Beras untuk Warga Buduran

Program beasiswa yang ditawarkan Serbaindo memiliki skema pendidikan selama dua tahun di Jepang dengan pembiayaan penuh.

Namun, peserta tidak hanya duduk di bangku pendidikan. Selama mengikuti program, mereka juga akan bekerja di perusahaan yang menjadi mitra.

Dengan konsep tersebut, peserta diharapkan mendapatkan kombinasi antara pendidikan dan pengalaman kerja secara langsung.

Tak berhenti di sana, peserta juga disebut akan menerima uang saku sekitar Rp17 juta per bulan selama mengikuti program.

Setelah menyelesaikan masa pendidikan, peserta akan mendapatkan kesempatan melanjutkan perjalanan profesional melalui kontrak kerja selama lima tahun.

Skema pendidikan, uang saku, dan kesempatan kerja tersebut menjadi paket yang cukup menarik bagi masyarakat Indonesia yang ingin meniti karier di Jepang.

Program tersebut juga membawa konsep bahwa kesempatan bekerja di Jepang tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat perkotaan.

Melalui mekanisme pengusulan kandidat dari desa, peluang bagi anak-anak muda di daerah untuk ikut bersaing mendapatkan beasiswa dan pengalaman kerja internasional terbuka lebih luas.

Setiap desa nantinya dapat mengusulkan tiga kandidat terbaik untuk mengikuti proses seleksi.

Para kandidat tentu harus mempersiapkan diri secara matang. Selain kemampuan akademik dan psikologis, kesiapan menghadapi lingkungan baru, budaya berbeda, serta tuntutan pekerjaan di Jepang menjadi faktor penting.

Jika target 45.000 peserta hingga 2030 tercapai, program tersebut berpotensi menjadi salah satu jalur besar pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui pengalaman pendidikan dan kerja internasional.

Baca Juga:  Wisata Naik 31 Persen! Kapolda Jatim Tetap Siaga Lewat KRYD Usai Operasi Ketupat

Haru Pecah Saat Bicara Cita-Cita

Sementara itu, suasana haru mewarnai rangkaian Wisuda Ke-14 LPK Serbaindo.

Pantauan Suaraglobal.com di lokasi, suasana berubah emosional ketika memasuki sesi tanya jawab dalam sambutan Papi Iman.

Sejumlah peserta mengungkapkan cita-cita yang ingin mereka wujudkan setelah mendapatkan kesempatan bekerja di Jepang.

Ada yang ingin meningkatkan perekonomian keluarga. Ada pula yang ingin memiliki masa depan lebih mapan.

Namun, salah satu cita-cita peserta yang disampaikan dalam sesi tersebut cukup menyentuh. Ia ingin menggunakan hasil kerja di Jepang untuk memberangkatkan orang tuanya menjalankan ibadah umrah.

Cita-cita tersebut menggambarkan bahwa peluang bekerja di luar negeri bukan sekadar persoalan mengejar penghasilan.

Bagi sebagian peserta, bekerja di Jepang merupakan jalan untuk membalas perjuangan orang tua sekaligus mengangkat kehidupan keluarga.

Wisuda Ke-14 LPK Serbaindo akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni pelepasan.

Sebanyak 95 lulusan resmi menutup satu fase pendidikan dan membuka lembaran baru perjalanan mereka. Di saat yang sama, Serbaindo Group memperkenalkan peluang yang lebih luas melalui program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang.

Dengan target 45.000 peserta hingga 2030, dukungan pembiayaan besar, pendidikan selama dua tahun, uang saku sekitar Rp17 juta per bulan, hingga peluang kontrak kerja lima tahun, program tersebut menjadi angin segar bagi mereka yang ingin mengembangkan kompetensi sekaligus menatap dunia kerja internasional. (*)