Laporan: Wahyu Widodo

CIREBON  | SUARAGLOBAL.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga di tingkat nasional. Melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), kampus ini sukses meraih Juara 2 Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award dalam ajang Konsolidasi PSGA Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia yang digelar di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 1–2 Juli 2026.

Penghargaan bergengsi tersebut menjadi bukti nyata komitmen UIN Salatiga dalam membangun lingkungan pendidikan tinggi yang menjunjung tinggi kesetaraan gender, perlindungan terhadap seluruh warga kampus, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan yang inklusif.

Dalam kompetisi yang diikuti puluhan perguruan tinggi keagamaan Islam dari berbagai daerah di Indonesia, posisi Juara 1 berhasil diraih IAI Tarbiyatut Tholabah Lamongan. Sementara Juara 3 ditempati PSGA UIN Walisongo Semarang. Keberhasilan UIN Salatiga menempati posisi kedua menunjukkan konsistensi kampus dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan yang responsif terhadap isu gender.

Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan visi kampus yang berorientasi pada kemajuan martabat kemanusiaan melalui ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Baca Juga:  Operasi Sikat Semeru 2025: Dua Pencuri Motor di Jabung Dibekuk, Honda Beat Pop Kembali ke Tangan Pemilik

Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti keseriusan UIN Salatiga dalam memastikan setiap warga kampus memperoleh hak yang sama, perlindungan yang memadai, serta kesempatan berkembang tanpa adanya diskriminasi.

“Prestasi ini membuktikan keseriusan kita dalam menjamin kesetaraan serta perlindungan bagi seluruh warga kampus. Lebih dari itu, langkah ini adalah bagian dari komitmen kita untuk menghadirkan institusi pendidikan yang berdampak luas, tidak hanya bagi sivitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat umum demi kemajuan martabat kemanusiaan yang berkeadilan,” ujar Prof. Zakiyuddin.

Keberhasilan tersebut juga mendapat apresiasi dari Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga, Hammam, Ph.D. Menurutnya, penghargaan ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kelima tentang kesetaraan gender.

Baca Juga:  Kado Merdeka untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Pemerintah Salurkan Insentif untuk Guru Non-ASN, Gubernur Jateng Apresiasi Langkah Pemerintah

Ia menjelaskan bahwa LP2M terus mendorong agar isu-isu gender dan perlindungan anak menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi indikator bahwa program kerja yang kami susun telah berada di jalur yang tepat untuk menciptakan perubahan yang sustainable atau berkelanjutan dan inklusif. Kami akan terus memperkuat integrasi perspektif gender dalam setiap aktivitas akademik maupun pengabdian masyarakat,” jelas Hammam.

Sementara itu, Kepala PSGA UIN Salatiga, Dr. Aprilian Ria Adisti, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan Konsolidasi PSGA PTKI Nasional yang diikuti 44 PTKI se-Indonesia menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam membangun kampus yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.

Menurutnya, forum tersebut juga menjadi ruang berbagi praktik baik, penyusunan strategi bersama, hingga penguatan peran PSGA sebagai garda depan dalam menciptakan budaya akademik yang menghormati hak setiap individu tanpa membedakan gender.

Baca Juga:  Kapolres Salatiga Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Zebra Candi 2022 Di Lapangan Bhayangkara, Minta Kepada Anggota Agar Melaksanakan Operasi Dengan Persuasif, Humanis, Simpatik, Dan Bertanggung Jawab

“Penghargaan ini menjadi tantangan bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi dalam memperkuat pendampingan dan edukasi. Kami berkomitmen untuk terus membumikan nilai-nilai responsif gender dan anak agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas secara berkelanjutan,” tegas Aprilian.

Keberhasilan PSGA UIN Salatiga meraih Juara 2 PTRG Award sekaligus mempertegas posisi UIN Salatiga sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam yang aktif mendorong transformasi pendidikan berbasis kesetaraan, inklusivitas, dan perlindungan terhadap seluruh warga kampus.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menghadirkan inovasi dan kebijakan yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan, sehingga kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pelopor terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, adil, dan ramah bagi semua. (*)