Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Suasana malam di Jalan Fatmawati Nomor 48, Kota Salatiga, mendadak berubah mencekam setelah sebuah pohon mahoni tiba-tiba dilalap api pada Selasa (21/7/2026) malam. Kobaran api yang membakar batang pohon membuat warga sekitar geger dan segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Salatiga.

Laporan kejadian diterima Mako Damkar Kota Salatiga sekitar pukul 19.05 WIB melalui layanan WhatsApp telepon. Tak ingin api semakin membesar, petugas langsung bergerak menuju lokasi hanya berselang beberapa menit setelah laporan diterima.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Salatiga, Ponco Margono Hasan, menjelaskan bahwa Regu 2 Damkar segera diterjunkan menggunakan kendaraan operasional Ransus H 8047 XB.

Baca Juga:  Dankorbrimob Pimpin Sertijab Danpas Brimob II, Soliditas Korps Kian Diperkuat

“Setelah laporan masuk, petugas langsung bergerak menuju lokasi menggunakan kendaraan operasional,” ujar Ponco kepada suaraglobal.com, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, tim berangkat pada pukul 19.07 WIB dan menempuh perjalanan sekitar 4,4 kilometer sebelum tiba di lokasi lima menit kemudian, tepat pukul 19.12 WIB.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati kobaran api masih membakar bagian pohon mahoni. Regu 2 Damkar bersama Kasi Dammat langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api menjalar maupun membahayakan pengguna jalan dan lingkungan sekitar.

Baca Juga:  HUT Bhayangkara Jadi Momentum Kemanusiaan: Polresta dan Pemkab Sidoarjo Bedah Rumah Warga Prasejahtera

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran pohon tersebut masih belum diketahui dan masih menjadi misteri.

“Objek yang terbakar adalah pohon mahoni. Sampai saat ini penyebab kebakaran masih belum diketahui,” jelas Ponco.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Seluruh rangkaian penanganan baru dinyatakan selesai sekitar pukul 20.25 WIB, atau lebih dari satu jam sejak petugas tiba di lokasi.

Baca Juga:  Ramadhan Lebih Tenang! Polres Probolinggo Kota Perkuat Satkamling Hingga Tingkat Kelurahan

Dalam operasi tersebut, Damkar Kota Salatiga menghabiskan sekitar 3.000 liter air yang diperoleh melalui pengisian dari PDAM Sukowati.

Beruntung, peristiwa ini tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan di sekitar lokasi. Meski demikian, kejadian tersebut sempat menarik perhatian warga yang melintas dan menyaksikan proses pemadaman.

Ponco juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda melaporkan apabila melihat adanya kebakaran atau potensi bahaya api di lingkungan sekitar.

“Kecepatan informasi sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan agar api tidak meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar,” pungkasnya. (*)