Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Semangat membangun ketahanan pangan terus berkobar di lingkungan RT 04 RW 10 Kelurahan Ngagel Rejo, Kota Surabaya. Di tengah padatnya kawasan permukiman, warga berhasil membuktikan bahwa lahan pekarangan sekecil apa pun dapat disulap menjadi kebun produktif yang menghasilkan aneka pangan sehat bagi keluarga.

Gerakan ini semakin bergairah seiring persiapan mengikuti Lomba Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan (MAKAN KETAN) Tingkat Kota Surabaya Tahun 2026, sebuah ajang yang tidak sekadar mencari kampung terbaik, tetapi juga menjadi wadah edukasi dan pembinaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan hijau yang produktif.

Suasana gotong royong tampak begitu hidup. Warga bahu-membahu menyiapkan media tanam, menata kebun, mempercantik halaman, hingga memastikan setiap sudut pekarangan mampu menghasilkan tanaman pangan yang bermanfaat.

Berbagai jenis tanaman mulai dari sayuran, buah-buahan, tanaman obat keluarga (TOGA), rempah-rempah, hingga tanaman sumber protein ditanam secara teratur. Seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan prinsip ramah lingkungan agar hasil panen dapat dinikmati secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung dari Lurah Ngagel Rejo, Mochammad Imsak, S.Sos., yang hadir memantau persiapan warga bersama Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat dan Perekonomian, Lilis Purwanti, STP. Kehadiran jajaran kelurahan semakin menambah semangat masyarakat dalam menyempurnakan berbagai aspek penilaian lomba.

Baca Juga:  Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bersama TNI Tingkatkan Patroli Gabungan Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Tak hanya pemerintah kelurahan, kader PKK dari berbagai RW di Kelurahan Ngagel Rejo juga ikut turun tangan membantu persiapan. Mereka bekerja sama menata tanaman, mempercantik lingkungan, sekaligus memperkuat peran keluarga dalam menjaga ketahanan pangan.

Kepercayaan besar diberikan kepada Dasa Wisma Gang 1 G Ngagel Dadi yang ditunjuk sebagai wakil Kelurahan Ngagel Rejo dalam ajang bergengsi tingkat Kota Surabaya tersebut. Penunjukan itu turut disaksikan Budi Haryoso, S.Pd., Pembina Tani Merdeka Indonesia DPD Surabaya, yang memberikan dukungan terhadap upaya masyarakat mengembangkan pertanian perkotaan.

Bagi warga, mengikuti Lomba MAKAN KETAN bukan hanya mengejar prestasi. Momentum tersebut menjadi penyemangat agar semakin banyak keluarga memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri sekaligus membuka peluang tambahan nilai ekonomi.

Gerakan ini juga selaras dengan konsep AKU HATINYA PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman) yang mendorong masyarakat menjadikan halaman rumah bukan sekadar indah dipandang, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Baca Juga:  Perkuat Perlindungan Anak, LPAI Temanggung Gandeng Wabup Nadia Muna untuk Bersinergi Wujudkan Program Pemerintah

Karena itu, warga tidak hanya fokus menanam, tetapi juga menjaga kebersihan, kerapian, keindahan, serta kenyamanan lingkungan sehingga tercipta kawasan permukiman yang sehat dan asri.

Dalam pelaksanaan lomba, panitia menetapkan sejumlah indikator penilaian yang cukup ketat. Peserta diwajibkan memiliki sedikitnya 10 jenis komoditas pangan, mulai dari sayuran, buah, umbi-umbian, tanaman obat keluarga, rempah-rempah, hingga sumber protein.

Selain keberagaman tanaman, kondisi tanaman cabai dan terong juga menjadi perhatian khusus. Tanaman harus tumbuh sehat, bebas dari serangan hama dan penyakit, serta mampu menghasilkan buah yang berkualitas dengan produktivitas tinggi.

Aspek keberlanjutan menjadi poin penting lainnya. Pekarangan tidak hanya dinilai dari tampilannya, tetapi juga kemampuannya menghasilkan panen secara terus-menerus sehingga benar-benar berkontribusi terhadap ketahanan pangan keluarga.

Panitia juga memberikan perhatian pada inovasi yang diterapkan masyarakat. Berbagai metode budidaya ramah lingkungan, kreativitas dalam memanfaatkan lahan sempit, hingga teknik pengelolaan yang mudah ditiru menjadi nilai tambah dalam penilaian.

Baca Juga:  TTL Genjot Kualitas SDM, 40 Pegawai Digembleng Jadi Garda Terdepan Guna Pelayanan Prima

Tidak kalah penting, kebersihan, estetika pekarangan, keterlibatan seluruh anggota keluarga, serta kelengkapan administrasi dan dokumentasi kegiatan juga menjadi bagian dari indikator penilaian.

Lurah Ngagel Rejo menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga yang terus bergotong royong mempersiapkan diri menghadapi lomba. Pemerintah kelurahan berkomitmen memberikan pendampingan agar budaya memanfaatkan pekarangan produktif dapat terus berkembang dan menjadi kebiasaan masyarakat.

Seorang tokoh masyarakat setempat juga menyambut positif gerakan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan pekarangan bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga melalui budaya gotong royong yang terus terpelihara.

Melalui semangat kebersamaan itu, warga Ngagel Rejo membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk menciptakan ketahanan pangan. Justru dari halaman rumah yang sederhana, mereka mampu menghadirkan kebun produktif yang menyehatkan keluarga, mempercantik lingkungan, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya di Kota Surabaya. (*)