Strategi Digital Berbuah Manis! Terminal Teluk Lamong Group Cetak Rekor Pertumbuhan Semester I 2026

Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group kembali menunjukkan performa impresif sepanjang Semester I Tahun 2026. Berkat transformasi digital yang terus dipacu serta semakin kuatnya jaringan pelayaran internasional, perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan signifikan pada arus peti kemas sekaligus memperkokoh posisinya sebagai salah satu operator terminal modern yang menopang rantai pasok nasional.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, TTL Group mencatat arus peti kemas mencapai 1.474.492 TEUs, atau meningkat 13,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 1.301.402 TEUs. Capaian tersebut menjadi indikator positif bahwa sektor logistik nasional terus bergerak dinamis, sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan para pengguna jasa terhadap layanan yang diberikan Terminal Teluk Lamong Group.
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut adalah meningkatnya arus peti kemas internasional yang melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan Semester I Tahun 2025. Peningkatan itu tidak lepas dari strategi ekspansi layanan internasional yang dijalankan TPK Teluk Lamong.
Dampaknya terlihat jelas pada meningkatnya intensitas kunjungan kapal internasional atau vessel call yang mencapai 255 call hingga Semester I 2026. Angka ini naik drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 160 call, atau tumbuh hampir 60 persen.
Bertambahnya layanan pelayaran internasional tersebut semakin memperluas konektivitas logistik Indonesia dengan berbagai negara, sekaligus memperkuat daya saing Terminal Teluk Lamong sebagai salah satu simpul penting distribusi barang nasional maupun global.
Tak hanya TPK Teluk Lamong, pertumbuhan positif juga dirasakan TPK Nilam yang berhasil mencatat peningkatan throughput sebesar 21,07 persen dibandingkan Semester I Tahun 2025.
Peningkatan tersebut didorong oleh implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI), sebuah program hasil sinergi PT Terminal Teluk Lamong bersama KSOP Utama Tanjung Perak dalam mengoptimalkan pengelolaan Zona Labuh 2 Surabaya.
Program EAZI terbukti mampu meningkatkan efisiensi pelayanan kapal. Hal itu tercermin dari meningkatnya jumlah kapal yang bersandar di TPK Nilam menjadi 399 vessel call pada Semester I 2026, naik dibandingkan 383 vessel call pada periode yang sama tahun lalu.
Bertambahnya aktivitas kapal tersebut secara langsung memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan arus peti kemas serta mempercepat proses pelayanan logistik di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh insan perusahaan, kolaborasi erat bersama para pemangku kepentingan, serta tingginya kepercayaan pelanggan terhadap kualitas layanan TTL Group.
Menurutnya, pertumbuhan sektor logistik nasional sepanjang Semester I Tahun 2026 menjadi katalis penting bagi peningkatan aktivitas kepelabuhanan.
“Kami akan terus mengakselerasi transformasi perusahaan melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan produktivitas operasional, serta penguatan kualitas layanan agar semakin andal, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan. Di saat yang sama, kami juga akan terus memperluas konektivitas maritim guna mendukung kelancaran distribusi logistik nasional dan memperkuat daya saing Indonesia,” ujar David.
Memasuki Semester II Tahun 2026, Terminal Teluk Lamong Group memastikan berbagai langkah strategis akan terus dijalankan. Fokus perusahaan diarahkan pada peningkatan produktivitas operasional, optimalisasi layanan berbasis digital, pengembangan jaringan pelayaran, hingga perluasan konektivitas maritim.
Salah satu agenda prioritas adalah melanjutkan implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI) di TPK Berlian, setelah terbukti sukses meningkatkan efisiensi pelayanan kapal dan mendorong pertumbuhan kinerja di TPK Nilam.
Program tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan kapal, meningkatkan produktivitas terminal, sekaligus memperkuat daya saing layanan kepelabuhanan Indonesia di tengah persaingan logistik global.
Dengan fondasi kinerja yang semakin solid sepanjang Semester I Tahun 2026, PT Terminal Teluk Lamong Group optimistis mampu memenuhi target perusahaan hingga akhir tahun. Tidak hanya itu, perusahaan juga bertekad semakin mengukuhkan diri sebagai operator terminal peti kemas modern, efisien, berbasis digital, dan berkelanjutan yang menjadi tulang punggung penguatan daya saing logistik nasional. (*)












Tinggalkan Balasan