Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Perayaan Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga tak hanya diramaikan berbagai hiburan rakyat. Pemerintah Kota Salatiga juga menghadirkan suasana penuh kekhidmatan melalui Wilujengan Nagari yang digelar di Museum Salatiga, Jumat (24/7/2026).

Tradisi sarat makna ini menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penegasan bahwa Salatiga adalah kota yang lahir dari sejarah panjang, kaya budaya, dan menjunjung tinggi nilai toleransi.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kota Salatiga, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga berbagai tamu undangan yang bersama-sama mengikuti prosesi dengan penuh khidmat.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Wilujengan Nagari bukan sekadar ritual adat, melainkan wujud syukur dan doa bersama agar Kota Salatiga terus berkembang menjadi daerah yang maju tanpa kehilangan jati dirinya.

Baca Juga:  Polres Nganjuk Cegah Tindak Kejahatan Jalanan dengan Patroli SREG

Menurutnya, Salatiga merupakan kota yang tumbuh dari sejarah panjang dan hidup dalam keberagaman budaya. Karena itu, semangat melestarikan nilai-nilai warisan leluhur harus terus dijaga di tengah derasnya arus modernisasi.

“Kegiatan ini merupakan bentuk pengakuan bahwa Kota Salatiga tumbuh dari sejarah, hidup dalam keberagaman budaya, serta memiliki komitmen kuat sebagai Kota Budaya yang melestarikan nilai-nilai luhur warisan leluhur. Wilujengan Nagari mengajarkan bahwa modernisasi tidak boleh menjauhkan kita dari akar budaya. Di tengah perkembangan zaman, kita harus terus menjaga semangat gotong royong, rasa syukur kepada Tuhan, dan toleransi sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis,” ujar dr. Robby Hernawan.

Baca Juga:  Plt. Bupati Sidoarjo Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Gisik Cemandi, Renovasi Sarirejo Segera Dimulai

Prosesi Wilujengan Nagari berlangsung sakral dipimpin oleh Rama Wiku Satya Dharma Telaga. Rangkaian acara diawali dengan Upacara Panca Yadnya sebagai bentuk persembahan dan penghormatan kepada Sang Pencipta.

Suasana semakin khusyuk saat dilaksanakan Panglukatan, yakni prosesi penyucian Lingga Yoni yang menjadi simbol keseimbangan kehidupan. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti Pradaksina, yaitu mengelilingi kawasan Prasasti Plumpungan, salah satu peninggalan sejarah paling penting yang menjadi penanda lahirnya Kota Salatiga.

Rangkaian ritual kemudian ditutup dengan Puja Mantra yang dipanjatkan sebagai doa bersama demi keselamatan, kesejahteraan, dan kemajuan Kota Salatiga.

Tak hanya sarat nilai spiritual, kegiatan tersebut juga menghadirkan sentuhan seni budaya melalui penampilan Tari Bedhaya Swaccha Drajad dari Sanggar Brahmastra. Tarian klasik tersebut memukau para tamu undangan sekaligus mempertegas kekayaan budaya lokal yang terus dijaga keberlangsungannya.

Baca Juga:  Operasi Keselamatan Semeru 2025: Polresta Malang Kota Perkuat Edukasi dan Tegakkan Disiplin Lalu Lintas

Melalui penyelenggaraan Wilujengan Nagari di Museum Salatiga, Pemerintah Kota juga ingin menghidupkan kembali fungsi museum sebagai pusat edukasi sejarah sekaligus ruang pelestarian budaya.

Selain itu, kawasan Prasasti Plumpungan diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya yang mampu memperkenalkan identitas Kota Salatiga kepada masyarakat luas.

Momentum Hari Jadi ke-1276 ini pun menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

Dengan semangat Wilujengan Nagari, Pemerintah Kota Salatiga berharap identitas sebagai kota yang harmonis, toleran, religius, dan berbudaya akan semakin kuat serta terus menjadi kebanggaan seluruh masyarakat. (*)