Bidik Pasokan MBG hingga Indonesia Timur, Don Mudzakir Tantang Pengurus TMI Surabaya Bergerak Nyata

Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA, SUARAGLOBAL.COM – Semangat baru untuk membangun kemandirian pertanian dan memperkuat kesejahteraan petani mulai digaungkan dari Kota Pahlawan. Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Mudzakir, memberikan suntikan motivasi sekaligus arahan strategis kepada jajaran pengurus baru Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kota Surabaya yang resmi dilantik dan dikukuhkan, Minggu (8/11/2026).
Prosesi pelantikan yang berlangsung pada Minggu siang tersebut digelar di Rumah Bhineka, Jalan Nginden Baru VI Nomor 28, Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Momentum ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat peran organisasi dalam mendorong pemberdayaan petani, mengembangkan sektor pertanian perkotaan, serta membuka peluang pemasaran hasil produksi pertanian.
Dalam kepengurusan yang baru, Aden Darmawan, S.H., dipercaya menakhodai DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Surabaya. Sementara prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) TMI Jawa Timur, Riki Septiadi, S.E., M.B.A., M.H., AWM.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) organisasi yang disampaikan Imron Rosyadi, S.E., M.Si. Setelah pembacaan SK, acara dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan dan pengambilan sumpah jabatan kepada seluruh jajaran pengurus DPD TMI Kota Surabaya.
Suasana semakin istimewa dengan kehadiran Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Mudzakir. Kehadirannya bukan sekadar menjadi bentuk dukungan terhadap kepengurusan baru, tetapi juga membawa pesan penting mengenai arah perjuangan organisasi ke depan.
Di hadapan para pengurus dan undangan yang hadir, Don Mudzakir menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia harus mampu menghadirkan program nyata yang memberikan manfaat langsung kepada petani dan masyarakat.
MBG Jadi Peluang Strategis Produk Pertanian Lokal
Salah satu pesan penting yang disampaikan Don Mudzakir adalah bagaimana organisasi mampu membangun jaringan pemasaran hasil pertanian agar produk-produk yang dihasilkan anggota Tani Merdeka Indonesia dapat terserap dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, program tersebut harus dilihat sebagai peluang strategis untuk memperluas pasar produk pertanian lokal sekaligus memperkuat hubungan antara petani, pemasok, dan penyedia kebutuhan pangan.
“Saya berharap kita bisa memikirkan bagaimana produk-produk Tani Merdeka Indonesia dapat terserap ke MBG. Para anggota juga diharapkan berperan aktif lewat program pemberdayaan hidroponik maupun pertanian rumahan, khususnya untuk konsep pertanian perkotaan,” ujar Don Mudzakir.
Ia juga menekankan pentingnya membangun koordinasi dan sinkronisasi program antara Tani Merdeka Indonesia dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.
Langkah tersebut dinilai penting agar hasil pertanian anggota organisasi dapat memiliki jalur distribusi dan pemasaran yang lebih jelas. Dengan demikian, petani tidak hanya dituntut meningkatkan produksi, tetapi juga harus mendapatkan kepastian akses pasar.
“Lalu lakukan sinkronisasi program antara Tani Merdeka Indonesia dan SPPG yang sudah ada, demi menyukseskan program-program yang dicanangkan Presiden Prabowo,” tegasnya.
Arahan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pengurus DPD TMI Surabaya untuk membangun komunikasi lintas sektor, mengidentifikasi kebutuhan pasokan pangan, serta mendorong anggota agar mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan berkelanjutan.
Surabaya Diproyeksikan Jadi Pintu Distribusi Pertanian Indonesia Timur
Tidak hanya berbicara mengenai pemberdayaan petani, Don Mudzakir juga menyoroti posisi strategis Kota Surabaya dalam peta perdagangan dan distribusi nasional.
Sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan logistik di Jawa Timur, Surabaya memiliki potensi besar menjadi simpul pergerakan barang menuju berbagai wilayah di Indonesia Timur.
Potensi tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan secara maksimal oleh jajaran pengurus Tani Merdeka Indonesia. Organisasi diharapkan mampu membangun jaringan kemitraan dan distribusi yang lebih luas sehingga produk pertanian dari berbagai daerah dapat menjangkau pasar yang lebih besar.
Dengan kekuatan jaringan tersebut, Surabaya berpeluang menjadi salah satu titik penting dalam mempertemukan produsen pertanian dengan kebutuhan pasar, baik di tingkat regional maupun antardaerah.
Don Mudzakir juga mengingatkan bahwa ruang gerak Tani Merdeka Indonesia tidak boleh hanya terpaku pada sektor yang berkaitan langsung dengan Kementerian Pertanian.
Organisasi harus berani memperluas jejaring kerja sama ke berbagai sektor pendukung, mulai dari koperasi, pupuk, hingga bidang lain yang memiliki keterkaitan erat dengan penguatan ekosistem pertanian.
Menurutnya, persoalan pertanian tidak hanya berkaitan dengan kegiatan bercocok tanam dan meningkatkan hasil panen. Ada banyak aspek yang harus diperhatikan, termasuk ketersediaan sarana produksi, akses permodalan, kelembagaan ekonomi, hingga pemasaran hasil pertanian.
Karena itu, Tani Merdeka Indonesia diharapkan dapat menjadi wadah yang mampu mempertemukan berbagai kepentingan tersebut dalam satu gerakan pemberdayaan yang terarah.
TMI Tegaskan Komitmen Mendukung Program Presiden
Dalam arahannya, Don Mudzakir kembali menegaskan komitmen kelembagaan Tani Merdeka Indonesia untuk mendukung program-program pemerintah, khususnya agenda pembangunan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Secara kelembagaan, Tani Merdeka Indonesia siap mendukung program-program Presiden. Kita akan turut menjalankan serta membela program-program yang sudah digagas, mengingat pembentukan organisasi Tani Merdeka Indonesia juga tak lepas dari peran serta Presiden Prabowo,” jelas Don Mudzakir.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa organisasi harus mampu menerjemahkan dukungan secara konkret melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Bagi jajaran pengurus daerah, dukungan terhadap program pemerintah diharapkan tidak berhenti pada pernyataan semata. Dibutuhkan kerja organisasi, penguatan koordinasi, serta program pemberdayaan yang dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat.
Aden Darmawan Ditantang Wujudkan Kerja Nyata di Kota Pahlawan
Pelantikan kepengurusan baru DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Aden Darmawan, S.H., menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi.
Dengan dukungan pengurus wilayah dan nasional, kepengurusan baru diharapkan mampu menyusun langkah kerja yang terukur serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak.
Sejumlah agenda strategis yang menjadi perhatian antara lain pengembangan pertanian hidroponik, pemberdayaan pertanian rumahan, perluasan akses pemasaran hasil pertanian melalui program MBG, sinkronisasi dengan SPPG, serta penguatan sektor koperasi dan distribusi sarana produksi pertanian.
Tantangan tersebut tentu membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran pengurus dan anggota. Soliditas organisasi, kemampuan membangun komunikasi, serta keberanian mengambil langkah inovatif akan menjadi faktor penting dalam menjalankan roda organisasi.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian atau pembentukan kepengurusan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan.
Semangat pengabdian yang dikobarkan Don Mudzakir diharapkan menjadi energi bagi seluruh pengurus baru untuk bergerak bersama, memperkuat kemandirian petani, dan membuka peluang ekonomi baru melalui sektor pertanian.
Kini, masyarakat menantikan kiprah nyata Tani Merdeka Indonesia DPD Kota Surabaya. Di bawah kepemimpinan Aden Darmawan, organisasi ini diharapkan mampu menjadikan Kota Pahlawan bukan hanya sebagai pusat perdagangan dan distribusi, tetapi juga sebagai salah satu penggerak penguatan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Jawa Timur. (*)












Tinggalkan Balasan