Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Ancaman terhadap anak kini tak lagi hanya datang dari jalanan atau lingkungan sekitar. Di balik layar ponsel dan dunia digital, bahaya mengintai setiap saat. Mulai dari kekerasan, perundungan, eksploitasi, perdagangan orang hingga kejahatan siber menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi bersama. Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026, Polda Jawa Timur pun membunyikan alarm dan mengajak seluruh masyarakat bersatu melindungi generasi penerus bangsa.

Melalui Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO), Polda Jawa Timur mengusung tema “Semangat Jogo Jawa Timur, Lindungi Anak Menuju Indonesia Emas” sebagai ajakan agar perlindungan terhadap anak menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas aparat penegak hukum.

Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jawa Timur, Kombes Pol Dr. Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H., menegaskan bahwa anak merupakan aset sekaligus investasi terbesar bangsa yang wajib dijaga dari segala bentuk ancaman.

Baca Juga:  Polda Jatim Kembangkan Sistem Layanan Gizi Terpadu untuk Tingkatkan Kesejahteraan Publik

“Anak adalah amanah sekaligus investasi terbesar bagi masa depan Indonesia. Mereka berhak memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, perdagangan orang, perundungan, diskriminasi, maupun kejahatan di ruang digital,” tegas Kombes Ganis, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, semangat “Jogo Jawa Timur” bukan sekadar slogan. Semangat itu harus diwujudkan melalui tindakan nyata dengan menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak, baik di rumah, sekolah, maupun di tengah masyarakat.

“Melalui semangat ‘Jogo Jawa Timur’, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga anak-anak kita. Menjaga bukan hanya ketika mereka menghadapi bahaya, tetapi juga dengan menciptakan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang aman, ramah, serta mendukung tumbuh kembang mereka,” ujarnya.

Baca Juga:  Apel Siaga Lebaran! Dandim Salatiga Pimpin Langsung Apel Pasukan, Pengamanan Diperketat

Kombes Ganis menegaskan, perlindungan anak tidak bisa dibebankan hanya kepada kepolisian. Orang tua, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, media massa, dunia usaha hingga pemerintah memiliki tanggung jawab yang sama dalam memastikan setiap anak memperoleh hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, belajar, dan berpartisipasi secara optimal.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Ditres PPA dan PPO Polda Jawa Timur akan terus mengedepankan penegakan hukum yang profesional, humanis, dan berkeadilan terhadap setiap tindak pidana yang melibatkan perempuan dan anak.

Di sisi lain, langkah pencegahan juga terus diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat, sosialisasi di sekolah, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar kasus kekerasan terhadap anak dapat dicegah sejak dini sebelum menimbulkan korban.

Tak hanya berbicara kepada orang dewasa, Kombes Ganis juga menyampaikan pesan menyentuh kepada anak-anak Indonesia. Ia meminta mereka tidak takut bersuara apabila menjadi korban ataupun menyaksikan tindak kekerasan.

Baca Juga:  Kecelakaan di JLS, Truk Muatan 27 Ton Terguling

“Teruslah belajar, berani bermimpi, berprestasi, dan jadilah pribadi yang berakhlak mulia. Jangan takut untuk berbicara apabila mengalami atau melihat kekerasan. Kalian tidak sendiri. Negara hadir untuk melindungi kalian. Berani bicara, selamatkan sesama,” pesannya.

Ia berharap Hari Anak Nasional 2026 menjadi titik balik meningkatnya kepedulian seluruh masyarakat terhadap perlindungan anak. Sebab, masa depan Jawa Timur dan Indonesia berada di tangan generasi muda yang hari ini harus dijaga, dilindungi, dan dipersiapkan menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Jogo Jawa Timur, Jogo Anak Indonesia. Anak Terlindungi, Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Kombes Ganis. (*)