Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Di tengah pesatnya geliat industri kepelabuhanan, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak harus mengorbankan kelestarian alam. Sebaliknya, pelabuhan modern ini justru memperkuat komitmennya terhadap lingkungan dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kebun Raya Purwodadi dalam riset ekologis komprehensif yang berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati kawasan pesisir, (30/07/26).

Kolaborasi yang berlangsung sejak pertengahan Juli hingga Agustus 2026 tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) sekaligus memastikan aktivitas operasional terminal tetap berjalan harmonis dengan ekosistem di sekitarnya.

Riset berbasis sains (science-based framework) itu tidak hanya melakukan inventarisasi vegetasi, tetapi juga mengkaji kondisi ekologis kawasan, kesehatan tanaman pesisir, hingga kemampuan berbagai spesies beradaptasi terhadap karakter lingkungan pantai yang memiliki tingkat salinitas tinggi dan perubahan iklim mikro.

Ketua Tim Riset BRIN Kebun Raya Purwodadi di Terminal Teluk Lamong, Sugeng Budiharta, mengapresiasi sinergi yang terjalin erat antara dunia riset dengan industri kepelabuhanan.

Baca Juga:  Ilegal Logging Rp 240 Miliar Terbongkar! Satgas PKH Gempur Mafia Hutan, BPKP RI Beri Apresiasi di Gresik

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi contoh nyata bahwa pengembangan industri dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian lingkungan.

“Kami sangat senang melihat antusiasme dan kolaborasi erat antara BRIN dan PT Terminal Teluk Lamong. Riset ini bukan sekadar menganalisa kondisi ekologis di TTL, melainkan wujud kepedulian bersama dalam merawat ekosistem pesisir agar keanekaragaman hayati tetap lestari di tengah pesatnya industri kepelabuhanan,” ujar Sugeng.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti memulai kegiatan dengan melakukan pemetaan dan inventarisasi seluruh jenis vegetasi yang tumbuh di kawasan Terminal Petikemas Teluk Lamong. Pendataan dilakukan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman spesies sekaligus mengukur kerapatan vegetasi yang menjadi indikator penting kesehatan lingkungan.

Tidak berhenti di situ, tim juga mengambil berbagai sampel daun dan ranting tanaman untuk dianalisis lebih mendalam. Pemeriksaan dilakukan terhadap karakter ekofisiologi tanaman, mulai dari pengukuran bobot basah, dokumentasi Leaf Area (LA), hingga pengambilan sampel anatomi daun yang akan menjadi dasar dalam memahami kemampuan adaptasi setiap spesies terhadap lingkungan pesisir.

Baca Juga:  Bangga! Kemenkumham Jateng Raih Penghargaan Pengelola JDIHN Terbaik I

Untuk memperoleh gambaran kondisi lingkungan secara utuh, tim peneliti turut mengukur berbagai parameter iklim mikro di kawasan terminal. Pengukuran meliputi suhu udara, kelembapan, intensitas cahaya, hingga kecepatan angin yang berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan vegetasi.

Fokus penelitian kemudian diperluas ke kawasan mangrove yang menjadi benteng alami pesisir. Di lokasi tersebut dilakukan studi kesehatan vegetasi mangrove sekaligus pengambilan sampel tanah guna mengetahui kandungan nutrisi dan daya dukung habitat terhadap pertumbuhan tanaman.

Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa hasil penelitian ini akan menjadi fondasi ilmiah dalam menyusun berbagai kebijakan pengelolaan lingkungan di kawasan terminal.

Menurutnya, data yang diperoleh akan menjadi acuan penting dalam memperkuat implementasi prinsip ESG sehingga operasional terminal tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan.

“Riset bersama BRIN ini dapat menghasilkan data yang sangat penting untuk melangkah lebih jauh dalam mendukung implementasi prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) di TTL,” jelas Syukur.

Ia menambahkan, pihaknya ingin memastikan bahwa setiap aktivitas operasional Terminal Teluk Lamong tetap memberikan ruang bagi kehidupan flora pesisir agar mampu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Polres Nganjuk Gencarkan Razia Balap Liar dan Knalpot Brong Demi Ketertiban Ramadan

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan operasional terminal senantiasa tetap memberikan ruang bagi keanekaragaman hayati sekitar untuk tumbuh subur dan berkembang secara berkelanjutan,” tambahnya.

Hasil pemetaan vegetasi dan analisis kondisi tanah nantinya akan menjadi dasar ilmiah dalam merancang penataan kawasan hijau (green landscape) yang lebih efektif mendukung habitat flora pesisir. Sementara itu, penelitian anatomi dan ekofisiologi tanaman diharapkan mampu memberikan informasi mengenai daya tahan spesies terhadap salinitas serta perubahan iklim mikro yang semakin dinamis.

Melalui sinergi antara dunia industri dan lembaga riset nasional ini, PT Terminal Teluk Lamong membuktikan bahwa pelabuhan modern tidak hanya menjadi pusat aktivitas logistik, tetapi juga dapat menjadi garda depan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Komitmen tersebut menjadi langkah nyata untuk memastikan operasional terminal tetap berjalan selaras dengan upaya perlindungan biodiversitas, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang hijau, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (*)