Laporan: Iswahyudi Artya

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Tawangsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, bergerak cepat mematangkan persiapan Rapat Kerja (RAKER) 2026. Forum yang akan menjadi penentu arah kebijakan organisasi untuk masa khidmat 2026–2031 itu dipersiapkan secara serius melalui rapat koordinasi dan konsolidasi yang berlangsung di kediaman Drs. H. M. Sholihin, Selasa (4/8/2026) malam.

Suasana rapat berlangsung penuh semangat. Seluruh jajaran pengurus menyatukan visi agar RAKER mendatang tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, tetapi benar-benar menghasilkan program kerja yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kiprah NU Tawangsari dalam lima tahun ke depan.

Rapat dipimpin Sekretaris Ranting NU Tawangsari, Ustadz Lutfi, dan dihadiri Rois Syuriyah Gus Farid Waji, Ketua Ranting NU Tawangsari Ustadz Kasdi, jajaran pengurus harian, para kepala lembaga, hingga seluruh bidang yang akan menjadi pelaksana program kerja.

Dalam arahannya, Rois Syuriyah Gus Farid Waji menegaskan bahwa RAKER harus menjadi momentum penting untuk memperkuat arah gerak organisasi melalui program-program yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Ia meminta seluruh pengurus menjadikan pengalaman pada periode sebelumnya sebagai bahan evaluasi sehingga setiap program yang disusun benar-benar memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga:  Jalan Tol Seksi IV Salatiga – Boyolali Dibangun, Jalan Dusun Ketanggen dan Deresan Direkomendasikan Ditukar Jalan Baru

“RAKER bukan sekadar agenda tahunan organisasi, tetapi forum untuk merumuskan langkah strategis agar NU Tawangsari terus memberikan manfaat nyata bagi umat. Karena itu, setiap program harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dapat dijalankan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Gus Farid Waji, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari sejauh mana program tersebut mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan warga Nahdliyin dan masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Ranting NU Tawangsari, Ustadz Kasdi, mengingatkan seluruh lembaga dan bidang agar menyusun program yang realistis, memiliki target yang jelas, serta dapat dijalankan secara konsisten sepanjang masa kepengurusan.

Ia menilai keberhasilan RAKER nantinya sangat bergantung pada sinergi antarlembaga sehingga seluruh program dapat berjalan saling mendukung dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Dalam forum tersebut, sejumlah program prioritas mulai dirumuskan sebagai fondasi kerja organisasi lima tahun ke depan.

Pada sektor pendidikan, Lembaga Pendidikan dan Ma’arif akan memperkuat pendataan warga NU yang kurang mampu. Program tersebut diproyeksikan menjadi dasar pemberian bantuan pendidikan sehingga akses belajar bagi keluarga kurang mampu semakin merata sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Nahdliyin.

Baca Juga:  Drama Utang Berujung Darah, Polres Perak Ringkus Otak Pembunuhan Wonokusumo

Di bidang dakwah, Lembaga Dakwah akan mengembangkan kegiatan Lailatul Ijtima’ secara rutin. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana pembinaan keagamaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus memperluas syiar Islam di tengah masyarakat.

Sementara itu, Lembaga Takmir Masjid dan Musholla menyiapkan sejumlah program strategis, mulai dari pendataan rumah ibadah, pembuatan identitas seluruh masjid dan musholla di wilayah Tawangsari, pelaksanaan pelatihan bilal, hingga mendorong proses sertifikasi masjid dan musholla sebagai bagian dari peningkatan tata kelola kelembagaan.

Perhatian terhadap aspek sosial juga menjadi salah satu fokus utama. Melalui LKKNU, program Koin NU dan kotak infak akan terus diperkuat sebagai sumber pendanaan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Selain itu, santunan bagi anak yatim piatu tetap menjadi agenda prioritas yang akan terus dikembangkan sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Tak hanya itu, rapat juga menyepakati pembentukan bidang ekonomi yang akan diisi melalui kolaborasi antara pengurus lama dengan anggota baru. Bidang tersebut dipersiapkan untuk merancang berbagai program pemberdayaan ekonomi umat guna meningkatkan kemandirian warga sekaligus memperkuat perekonomian organisasi secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Subuh Bersama Polisi”: Polres Nganjuk Tebar Kamtibmas Lewat Ibadah di Sukomoro

Seluruh rancangan program tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pada periode sebelumnya. Setiap usulan masih akan disempurnakan sebelum dibahas secara resmi dalam RAKER yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di TPQ Al Hasyimi.

Selain membahas arah program kerja, rapat juga menghasilkan keputusan agar setiap seksi segera menyusun formulir usulan lengkap beserta rincian rencana kegiatan. Langkah ini dilakukan agar seluruh program dapat dipersiapkan secara matang dan mudah dievaluasi saat pelaksanaan nanti.

Partisipasi aktif seluruh pengurus, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan RAKER, juga akan menjadi salah satu indikator evaluasi komitmen dalam menjalankan amanah organisasi.

Menutup rapat, Sekretaris Ranting NU Tawangsari, Ustadz Lutfi, mengajak seluruh pengurus untuk terus menjaga semangat kebersamaan, memperkuat koordinasi, serta berkomitmen mengawal seluruh program yang telah disusun.

Ia optimistis RAKER 2026 akan melahirkan berbagai program yang inovatif, berkelanjutan, dan mampu memperkuat peran Ranting NU Tawangsari dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas. (*)