H. Samsul Ridwan, S.Ag., S.H., M.H. Terpilih Aklamasi Pimpin LPAI PUSAT 2026–2031, Gantikan Prof. Dr. Seto Mulyadi, M.Psi.

Laporan: Lutfi
JAKARTA | SUARAGLOBAL COM — Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Pusat memasuki babak baru kepemimpinan. Samsul Ridwan yang akrab di sapa dengan sebutan Man Sam secara aklamasi 100% terpilih sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Pusat untuk masa periode 2026–2031, menggantikan Kak Seto Mulyadi yang sebelumnya memimpin LPAI Pusat selama 2 periode pada masa periode 2016-2021 dan 2021-2026.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Forum Nasional (FORNAS) Perlindungan Anak LPAI ke-VII yang berlangsung di Jakarta pada 07 – 09 Agustus 2026.
Pemilihan berlangsung dalam forum organisasi yang dihadiri oleh 23 perwakilan LPA/LPAI Provinsi serta para pendiri LPAI Pusat. Berdasarkan hasil forum, Samsul Ridwan memperoleh kepercayaan secara aklamasi untuk memimpin LPAI selama lima tahun ke depan.
Penetapan tersebut dituangkan dalam Berita Acara Nomor 08/BA/FORNAS_PA/LPA/VIII/2026.
Kepemimpinan Baru, Amanah Besar
Terpilihnya Samsul Ridwan menjadi momentum penting bagi LPAI Pusat. Ia dipercaya melanjutkan estafet kepemimpinan setelah sebelumnya LPAI Pusat dipimpin oleh Seto Mulyadi yang selama ini dikenal luas sebagai tokoh penting dalam perjuangan perlindungan anak di Indonesia.
Bagi Samsul, kepercayaan tersebut bukan sekadar sebuah jabatan organisasi, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan dengan kerja nyata.
“Saya memandang kepercayaan ini sebagai sebuah amanah yang sangat berat sekaligus sangat mulia. Setelah kurang lebih tiga tahun saya mengurangi aktivitas perlindungan anak di tingkat nasional, mulai hari ini saya harus kembali memusatkan perhatian dan tenaga untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan serta perlindungan anak di tingkat nasional,” ujar Man Sam.
Menurutnya, tanggung jawab tersebut semakin besar karena dirinya harus meneruskan kepemimpinan dari sosok yang memiliki reputasi dan penghormatan luas di tengah masyarakat, pemerintah dan kalangan swasta.
“Ini bukan pekerjaan yang mudah dan ringan. Ada beban moral dan psikologis yang tentu saya rasakan, karena saya harus meneruskan perjuangan yang sebelumnya dipimpin oleh sosok yang sangat dihormati oleh publik dan negara, yaitu Prof. Dr. Seto Mulyadi, M.Psi. Karena itu, saya harus berusaha semaksimal mungkin agar amanah ini dapat saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya. Selama 25 Tahun sudah Man Sam bersahabat dengan Kak Seto di dunia perlindungan anak, kali ini Man Sam mendapatkan pelimpahan secara aklamasi untuk melanjutkan perjuangan Kak Seto.
Tidak Bisa Berjalan Sendiri
Man Sam menyadari bahwa tantangan perlindungan anak di Indonesia semakin kompleks. Karena itu, ia menilai kepemimpinan LPAI periode 2026–2031 tidak boleh bertumpu pada satu orang, melainkan harus dibangun melalui kekuatan bersama seluruh jaringan di tingkat nasional dan semua daerah organisasi.
“Saya tidak mungkin menjalankan amanah ini seorang diri. LPAI adalah sebuah organisasi yang memiliki jaringan dan kekuatan di berbagai daerah. Karena itu, saya sangat membutuhkan dukungan, sinergi, dan kerja sama seluruh jajaran LPAI, LPA Provinsi, LPAI daerah, para pendiri, serta seluruh pegiat perlindungan anak,” katanya.
Ia berharap seluruh unsur organisasi dapat mengesampingkan perbedaan dan memperkuat persatuan untuk satu tujuan utama, yakni memastikan hak-hak anak terlindungi.
“Yang paling penting ke depan adalah bagaimana kita bisa atau mampu sitem kelembagaan perlindungan anak yang kuat berbasis partisipasi masyarakat. Demikian juga kita sangat membutuhkan kerja tim yang kuat, solid, dan saling mendukung. Saya mohon kerja sama seluruh tim dengan sebaik-baiknya baik ditingkat nasional maulun daerah. Mari kita bekerja bersama, saling menguatkan, dan menjadikan kepentingan terbaik bagi anak sebagai tujuan utama dari setiap langkah kita,” tegas Man Sam.
Melanjutkan Perjuangan Perlindungan Anak
Forum Nasional Perlindungan Anak LPAI ke-VII menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah kepemimpinan LPAI Pusat untuk lima tahun mendatang.
Dengan terpilihnya Samsul Ridwan alias Man Sam secara aklamasi, estafet kepemimpinan LPAI Pusat resmi berlanjut ke periode 2026–2031.
Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi perubahan figur, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat organisasi, memperluas jaringan, meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak, serta memperkuat advokasi dan pelayanan perlindungan anak di seluruh Indonesia.
Bagi Man Sam, amanah tersebut merupakan panggilan untuk kembali memberikan perhatian lebih besar terhadap persoalan anak di tingkat nasional.
“Ini adalah awal dari sebuah tanggung jawab yang besar. Saya tentu tidak menjanjikan bahwa semuanya akan mudah. Tetapi saya berkomitmen untuk bekerja sekuat tenaga, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, dan mengajak seluruh keluarga besar LPAI untuk berjalan bersama. Karena perlindungan anak bukan pekerjaan satu orang, melainkan perjuangan kita bersama,” pungkasnya.
Dengan semangat tersebut, kepemimpinan baru LPAI Pusat di bawah Samsul Ridwan diharapkan mampu membawa organisasi semakin solid dan responsif dalam menghadapi berbagai persoalan perlindungan anak, sekaligus melanjutkan perjuangan panjang LPAI dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak, perlindungan, dan masa depan yang lebih baik. (*)












Tinggalkan Balasan