KIM.ID Dibidik Jadi Mesin Informasi Publik, Diskominfo Jatim Dorong KIM Makin Produktif

Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Platform digital KIM.ID mulai didorong lebih maksimal sebagai mesin penyebaran informasi publik di Jawa Timur. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur meminta Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) tidak sekadar terdaftar di platform tersebut, tetapi aktif menghidupkannya dengan konten informatif dan berkualitas.
Dorongan itu disampaikan Diskominfo Jatim melalui pelatihan CERDIG (Cerdas Digital) bertema “Pemanfaatan KIM.ID sebagai Media Diseminasi Informasi KIM” yang digelar secara daring, Jumat (7/8/2026).
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi Diskominfo Jatim untuk meningkatkan kapasitas pengelola KIM sekaligus mendorong pemanfaatan platform digital sebagai sarana komunikasi masyarakat di tingkat daerah.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teknis, tetapi juga memiliki ruang untuk berdiskusi mengenai pengelolaan konten, tata kelola informasi, serta bagaimana KIM.ID dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menyebarluaskan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
1.144 KIM Terdaftar, Baru 234 yang Aktif
Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin mengungkapkan, pelatihan CERDIG tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan media dan kelembagaan KIM se-Jawa Timur yang dilakukan pada 22 Juli 2026.
Dari pemetaan tersebut diketahui terdapat 1.144 KIM yang telah terdaftar di KIM.ID di seluruh Jawa Timur.
Namun, angka tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan aktivitas publikasi.
Dari ribuan KIM yang telah masuk dalam platform, baru 234 KIM atau sekitar 13,5 persen yang aktif mempublikasikan berita melalui kanal KIM.ID.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah sekaligus peluang besar bagi Diskominfo Jatim untuk mendorong KIM agar lebih aktif.
Sebab, keberadaan KIM tidak hanya berkaitan dengan jumlah komunitas yang terbentuk, tetapi juga bagaimana komunitas tersebut mampu menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.
Data publikasi sepanjang Januari hingga Juni 2026 menunjukkan KIM yang aktif telah menghasilkan 10.011 berita.
Menariknya, kontribusi terbesar datang dari KIM Nusantara Kabupaten Lumajang. Komunitas tersebut tercatat menghasilkan 7.210 berita, atau sekitar 72 persen dari total publikasi KIM aktif di Jawa Timur pada periode tersebut.
Capaian itu mendapat apresiasi dari Sherlita.
“Terima kasih, kami mengapresiasi KIM Nusantara Kabupaten Lumajang yang telah menjadi contoh praktik baik,” ujar Sherlita.
Menurutnya, praktik yang telah dilakukan KIM Nusantara Kabupaten Lumajang diharapkan dapat menjadi pemantik bagi KIM di daerah lain.
Diskominfo Jatim ingin aktivitas publikasi tidak berhenti pada beberapa KIM saja. Semakin banyak KIM yang aktif diharapkan semakin luas pula jangkauan informasi publik yang bisa diterima masyarakat.
Bukan Sekadar Mengejar Jumlah Berita
Meski produktivitas publikasi menjadi salah satu indikator aktivitas KIM, Diskominfo Jatim juga mengingatkan agar pengelola tidak terjebak hanya mengejar kuantitas.
Informasi yang dipublikasikan harus tetap memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
Artinya, semakin banyak berita yang diproduksi harus diiringi dengan peningkatan kualitas informasi, ketepatan data, tata kelola redaksi, serta kemampuan pengelola dalam menyajikan konten yang relevan.
Dalam konteks tersebut, KIM memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat dan memahami berbagai persoalan serta potensi yang ada di lingkungannya.
Dibekali Teknik Mengelola KIM.ID
Pelatihan CERDIG turut menghadirkan admin/operator teknis KIM.ID dari Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Kusnadi.
Ia memberikan materi teknis mengenai pemanfaatan KIM.ID secara lebih optimal.
Materi yang disampaikan mencakup proses pendaftaran, verifikasi dan validasi KIM, pengelolaan data dasar organisasi, pengelolaan website, hingga aspek keamanan akun.
Salah satu yang ditekankan adalah penggunaan autentikasi dua langkah atau two-factor authentication (2FA) sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan akun digital.
Kusnadi menjelaskan, KIM.ID merupakan platform digital kemitraan yang dikelola secara kolaboratif oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota.
Platform tersebut dirancang untuk mendukung peningkatan kapasitas para pegiat KIM sekaligus mendorong mereka mengambil peran lebih aktif dalam proses diseminasi informasi.
Dengan pengelolaan yang tepat, KIM.ID tidak hanya menjadi tempat keberadaan data KIM, tetapi juga dapat menjadi ruang publikasi dan penguatan komunikasi masyarakat.
KIM Lumajang Buka Rahasia di Balik Ribuan Publikasi
Pengalaman KIM Nusantara Kabupaten Lumajang menjadi salah satu materi menarik dalam kegiatan tersebut.
Ketua KIM Nusantara Kabupaten Lumajang Disse Aria Dewi membagikan pengalaman pengelolaan KIM di daerahnya, termasuk strategi yang diterapkan hingga mampu menjadi kontributor terbesar publikasi KIM.ID di Jawa Timur.
Menurut Disse, keberhasilan KIM tidak dibangun secara instan. Ada sejumlah fondasi yang harus diperkuat secara berkelanjutan.
Ia menyebut terdapat lima pilar yang menjadi dasar pengembangan KIM Lumajang.
Kelima pilar tersebut meliputi regulasi yang kuat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan berkelanjutan, kolaborasi lintas desa dan pemangku kepentingan, serta budaya belajar dan berbagi.
Menariknya, Disse menegaskan bahwa KIM Lumajang tidak menjadikan jumlah berita sebagai target utama.
Produktivitas publikasi justru dipandang sebagai dampak dari proses penguatan kapasitas yang dilakukan secara konsisten.
“Yang kami bangun adalah kapasitas SDM, tata kelola redaksi, budaya kolaborasi, kualitas informasi dan produktivitas. Produktivitas adalah dampaknya,” kata Disse.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tingginya jumlah publikasi bukan semata-mata hasil dari mengejar angka, tetapi merupakan buah dari sistem kerja, sumber daya manusia, serta budaya kolaborasi yang dibangun dalam organisasi.
KIM Didorong Jadi Ujung Tombak Informasi Daerah
Pelatihan CERDIG diikuti oleh perwakilan Dinas Kominfo kabupaten dan kota se-Jawa Timur yang berperan sebagai pembina KIM, serta para pengurus KIM.
Melalui kegiatan tersebut, Diskominfo Jatim berharap semakin banyak KIM yang tidak hanya terdaftar, tetapi benar-benar aktif dan konsisten menggunakan KIM.ID.
Optimalisasi platform tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi publik hingga ke tingkat masyarakat.
Di sisi lain, KIM juga diharapkan mampu menjadi penghubung komunikasi yang lebih dekat antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan jumlah 1.144 KIM terdaftar dan baru sebagian kecil yang aktif mempublikasikan informasi, ruang pertumbuhan KIM.ID masih sangat besar.
Tantangannya kini bukan sekadar bagaimana menambah jumlah KIM yang terdaftar, melainkan bagaimana mengubah ribuan komunitas tersebut menjadi jaringan informasi yang aktif, produktif, kredibel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Jika potensi itu berhasil dimaksimalkan, KIM.ID bukan lagi sekadar platform digital, tetapi dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam ekosistem informasi publik Jawa Timur. (*)












Tinggalkan Balasan