Tak Mau Lahan Menganggur! Lapas Purwodadi Bidik Agrowisata Kelapa Genjah di Tengah Kota

Laporan: Bayu S
GROBOGAN | SUARAGLOBAL.COM – Jangan biarkan lahan menganggur tanpa menghasilkan apa-apa. Prinsip itulah yang kini coba diterapkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi dengan membidik lahan idle seluas kurang lebih 5.470 meter persegi untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif sekaligus destinasi edukasi di tengah Kota Purwodadi.
Rencana tersebut mulai dimatangkan setelah jajaran Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama penyuluh pertanian dari Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan melakukan peninjauan langsung ke lahan yang berada di Jalan Pemuda dan area Lapas Purwodadi, Senin (10/8/2026) sore.
Hamparan lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal itu kini mulai dilirik sebagai aset potensial. Konsep yang tengah digodok bukan sekadar menjadikan lahan sebagai kebun biasa, melainkan mengarah pada pengembangan agrowisata tengah kota dengan komoditas utama berupa tanaman kelapa genjah.
Jika terealisasi, kawasan tersebut nantinya dapat menjadi ruang hijau produktif yang memadukan pertanian, edukasi, wisata, sekaligus pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, mengatakan pemanfaatan lahan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Selain menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, kawasan pertanian tersebut juga diproyeksikan sebagai tempat pembelajaran dan pelatihan kewirausahaan bagi warga binaan.
“Harapannya, ke depan lahan ini bisa ditanami kelapa genjah, sehingga bisa menjadi lokasi wisata di tengah kota yang bisa dikembangkan untuk kewirausahaan bagi warga binaan,” ujar Erik.
Menurut Erik, gagasan tersebut menjadi bagian dari langkah Lapas Kelas IIB Purwodadi untuk terus mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia. Pengembangan pertanian tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan setelah menjalani masa pidana.
Dengan konsep tersebut, warga binaan nantinya tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam proses budidaya, perawatan hingga pengelolaan hasil pertanian.
Langkah itu sekaligus menjadi bentuk dukungan Lapas Purwodadi terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Dalam pelaksanaannya, Lapas menggandeng Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan untuk mendapatkan pendampingan dan masukan teknis terkait pemanfaatan lahan.
Erik menegaskan, jajaran Lapas Purwodadi akan terus bergerak mengembangkan program ketahanan pangan dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada.
Tak hanya pertanian, pengembangan juga diarahkan pada sektor peternakan dan perikanan. Ke depan, konsep integrated farming atau pertanian terpadu juga menjadi salah satu gagasan yang tengah didorong.
Konsep tersebut memungkinkan sektor pertanian, peternakan dan perikanan dikelola secara terintegrasi sehingga masing-masing sektor dapat saling mendukung dan menghasilkan sistem usaha yang lebih produktif.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Purwodadi dalam mengimplementasikan Asta Cita Presiden serta mendukung 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Lapas Purwodadi terus berbenah dan bergerak dalam pelaksanaan ketahanan pangan, baik di bidang pertanian, peternakan maupun perikanan. Termasuk nantinya pengembangan integrated farming sebagai pertanian terpadu,” jelas Erik.
Kelapa Genjah Jadi Kandidat Utama
Sementara itu, Penyuluh Pertanian, Mulyadi, mengatakan peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi dan potensi lahan.
Menurutnya, sebelum program benar-benar direalisasikan, diperlukan kajian agar tanaman yang dipilih benar-benar sesuai dengan karakteristik lahan dan konsep pengembangan kawasan.
“Kami meninjau mengenai potensi pemanfaatan lahan. Sudah ada gambaran, kemungkinan yang cocok ditanami kelapa genjah. Tapi nanti akan kita kaji lagi,” kata Mulyadi.
Mulyadi menjelaskan, kajian lanjutan diperlukan untuk memastikan sejumlah aspek teknis, mulai dari kondisi lahan, kesesuaian komoditas, teknik budidaya hingga konsep pengelolaan kawasan.
Dengan demikian, pengembangan lahan tidak hanya mengejar aspek produksi pertanian, tetapi juga mempertimbangkan fungsi edukasi dan wisata yang direncanakan.
Kelapa genjah sendiri diproyeksikan menjadi salah satu komoditas yang menarik untuk dikembangkan karena dapat dikemas sebagai bagian dari kawasan agrowisata.
Apabila rencana tersebut terealisasi, lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal akan berubah menjadi kawasan produktif di tengah Kota Purwodadi.
Pengunjung nantinya berpotensi tidak hanya melihat hamparan tanaman kelapa, tetapi juga mendapatkan pengalaman edukasi mengenai pertanian. Sementara bagi warga binaan, kawasan tersebut dapat menjadi tempat praktik untuk mengasah keterampilan bercocok tanam dan mengembangkan jiwa kewirausahaan.
Dari Lahan Kosong Menjadi Ladang Kemandirian
Konsep yang disiapkan Lapas Purwodadi memiliki dimensi yang cukup luas. Lahan tersebut tidak sekadar diarahkan menjadi kebun, tetapi diproyeksikan sebagai ruang yang mempertemukan unsur pertanian, edukasi, wisata dan pembinaan.
Bagi warga binaan, keberadaan lahan produktif dapat menjadi media untuk memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola usaha pertanian.
Mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, pengelolaan hasil hingga kemungkinan pengembangan produk turunan dapat menjadi bagian dari pembelajaran kewirausahaan.
Harapannya, keterampilan tersebut nantinya dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat juga berpotensi mendapatkan ruang edukasi pertanian yang berada di kawasan perkotaan. Konsep tersebut membuat kegiatan pertanian tidak selalu identik dengan kawasan pedesaan, tetapi bisa hadir sebagai bagian dari ruang publik di tengah kota.
Namun, seluruh rencana tersebut masih membutuhkan kajian dan koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait.
Lapas Kelas IIB Purwodadi memastikan rencana pemanfaatan lahan akan ditindaklanjuti secara serius melalui koordinasi bersama Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan serta pihak terkait lainnya.
Targetnya jelas, lahan seluas sekitar 5.470 meter persegi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal tidak lagi menjadi lahan tidur.
Sebaliknya, kawasan tersebut diharapkan dapat tumbuh menjadi lahan produktif yang menghasilkan, ruang edukasi yang bermanfaat, kawasan wisata alternatif sekaligus ladang pembinaan kemandirian bagi warga binaan Lapas Purwodadi. (*)












Tinggalkan Balasan