Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Berdiri di tengah derasnya arus kendaraan bukan perkara gampang. Salah memberi isyarat, salah mengambil posisi, atau lengah sepersekian detik bisa berujung bahaya. Karena itu, menjadi Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) tak cukup hanya bermodal keberanian.

Bekal pengetahuan dan keselamatan juga wajib dikuasai.

Hal tersebut menjadi perhatian Satlantas Polres Salatiga. Melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel), polisi memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) sekaligus pendampingan kepada para Supeltas di kawasan Putaran Atas, Kota Salatiga, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan dipimpin langsung Kanit Kamsel Satlantas Polres Salatiga IPDA Muhamad Ali. Para Supeltas diberikan edukasi mengenai cara mengatur lalu lintas yang benar, aman, dan sesuai ketentuan.

Tak hanya soal bagaimana mengarahkan kendaraan, polisi juga mengingatkan pentingnya memperhitungkan keselamatan diri dan pengguna jalan setiap kali menjalankan tugas.

Dalam pembinaan tersebut, personel Unit Kamsel memberikan sejumlah arahan teknis kepada para Supeltas.

Mulai dari penggunaan perlengkapan keselamatan, menentukan posisi berdiri yang aman, cara berkomunikasi dengan pengendara, hingga langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kepadatan maupun potensi gangguan arus lalu lintas.

Baca Juga:  Berbagi Berkah Idul Adha, Kejari Buru Potong Sapi Kurban untuk Masyarakat

Pesan polisi cukup jelas: membantu mengurai kemacetan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan keselamatan.

Supeltas juga diminta memahami situasi di lapangan dan tidak mengambil tindakan yang justru berpotensi membahayakan diri sendiri ataupun pengendara.

IPDA Muhamad Ali mengatakan, keberadaan Supeltas selama ini sangat membantu kepolisian, terutama di titik-titik yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi.

Namun, peran tersebut harus dijalankan dengan pemahaman yang benar.

“Kami memberikan pembinaan agar rekan-rekan Supeltas memahami cara pengaturan lalu lintas yang aman dan benar. Yang paling utama adalah keselamatan, baik bagi Supeltas maupun masyarakat pengguna jalan,” jelas IPDA Muhamad Ali.

Ia juga meminta para Supeltas mengedepankan pendekatan humanis ketika berinteraksi dengan pengguna jalan.

Tidak boleh arogan, tidak boleh bertindak sembarangan, dan yang paling penting tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan.

Kasatlantas Polres Salatiga AKP Hendry Sulistyanta DS, S.H., M.M., menegaskan pembinaan Supeltas merupakan bagian dari upaya Satlantas membangun budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Teler dan Ketiduran di Gerai ATM Bank BRI Karena Narkoba, Firyal Pindah Tidur di Tahanan Polisi

Menurutnya, Supeltas merupakan salah satu elemen masyarakat yang secara sukarela ikut membantu menjaga kelancaran arus kendaraan.

Karena itu, keberadaan mereka patut diapresiasi sekaligus terus diarahkan agar tugas di lapangan dilakukan secara tepat dan aman.

“Kami sangat mengapresiasi peran Supeltas yang dengan sukarela membantu mengatur lalu lintas. Namun, keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ungkap AKP Hendry.

Ia menegaskan, pembinaan dan edukasi dilakukan secara rutin agar para Supeltas mampu menjalankan perannya secara tepat, humanis, serta tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan.

Dengan pemahaman yang semakin baik, keberadaan Supeltas diharapkan bukan hanya membantu memperlancar arus, tetapi juga ikut menciptakan suasana lalu lintas yang lebih tertib.

Satlantas Polres Salatiga menilai menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib bukan hanya menjadi tanggung jawab polisi.

Masyarakat memiliki peran besar di dalamnya.

Supeltas menjadi salah satu bagian dari keterlibatan masyarakat tersebut. Sementara para pengguna jalan juga dituntut mematuhi aturan, menghormati pengguna jalan lainnya, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Salatiga untuk bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Patuhi aturan, saling menghormati sesama pengguna jalan dan selalu utamakan keselamatan,” tegas AKP Hendry.

Baca Juga:  Menggugah Nurani: Media Sinar Global Nusantara Awali Tahun 2025 dengan Berbagi untuk Lansia dan Anak Yatim

Ia berharap sinergi antara kepolisian, Supeltas, dan masyarakat dapat terus diperkuat.

Dengan kolaborasi tersebut, kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Salatiga diharapkan semakin aman dan kondusif.

Kegiatan Binluh dan pendampingan di kawasan Putaran Atas tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas Supeltas bukan sekadar mengarahkan kendaraan.

Mereka berada di ruang lalu lintas yang penuh risiko dan berhadapan langsung dengan berbagai karakter pengguna jalan.

Karena itu, pemahaman aturan, kemampuan membaca situasi, komunikasi yang baik, serta keberanian mengutamakan keselamatan menjadi bekal penting.

Satlantas Polres Salatiga berharap pembinaan tersebut semakin meningkatkan kemampuan Supeltas dalam membantu pengaturan lalu lintas.

Lebih jauh, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi Polri dan masyarakat agar jalan raya di Kota Salatiga tidak hanya lancar, tetapi juga semakin aman, tertib, dan humanis. (*)