Laporan: Wahyu Widodo

BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Denting semangat kemerdekaan belum padam meski matahari mulai condong ke ufuk barat. Di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Senin (17/8/2026) sore, sekitar 1.200 peserta larut dalam suasana khidmat saat Sang Merah Putih diturunkan dalam Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Boyolali.

Upacara yang berlangsung mulai pukul 15.50 hingga 17.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si. sebagai Inspektur Upacara.

Momentum penurunan bendera ini menjadi penutup rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Boyolali. Meski berlangsung pada sore hari, suasana nasionalisme justru terasa begitu kuat. Ribuan pasang mata menyaksikan prosesi sakral ketika Sang Merah Putih perlahan diturunkan dari tiang bendera.

Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana, Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin, Wakapolres Boyolali Kompol Novilia Andrias Lio Kurniasih, jajaran Forkopimda, personel TNI-Polri, pejabat Pemerintah Kabupaten Boyolali, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pelajar, hingga tamu undangan lainnya.

Baca Juga:  Naik Kelas! Muchlis Patahna Terpilih Sebagai Ketua Umum KKSS 2019 — 2024

Rangkaian upacara diawali dengan penampilan lagu-lagu Aubade yang dibawakan tim paduan suara SMP Negeri 2 Boyolali.

Lantunan lagu tersebut menjadi pembuka suasana sekaligus menghidupkan kembali semangat perjuangan dan kecintaan terhadap Tanah Air. Setelah itu, prosesi berlanjut dengan laporan Perwira Upacara, penghormatan pasukan, serta laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara.

Tahap demi tahap prosesi berlangsung penuh disiplin. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian dengan tertib hingga tiba pada agenda utama, yakni penurunan Bendera Merah Putih.

Prosesi penurunan Sang Merah Putih dipimpin Komandan Upacara Iptu Riyan Aditya Nugraha, S.H., M.H.

Dengan penuh kehormatan, bendera nasional diturunkan secara perlahan. Setelah berhasil diturunkan, Bendera Merah Putih kemudian diserahkan kepada Inspektur Upacara sebagai bagian dari prosesi penghormatan terhadap simbol negara.

Baca Juga:  Peringatan HUT Sidoarjo ke-166: Pemkab Gelar Bakti Sosial di Pelosok Dusun Tanjungsari

Tak ada sorak-sorai berlebihan. Yang terdengar justru suasana penuh kekhidmatan. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lahir dengan mudah, melainkan melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan.

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menegaskan, upacara penurunan bendera tidak boleh dipandang sebatas seremoni tahunan.

Menurutnya, momentum tersebut memiliki makna penting untuk kembali mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan, nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air.

“Kegiatan ini bukan sekadar rangkaian seremoni, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan, serta penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan,” ujar AKBP Indra Maulana Saputra.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah kehidupan masyarakat yang terus bergerak. Semangat kemerdekaan, kata dia, harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap menjaga persatuan, menghormati perbedaan serta ikut berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Baca Juga:  Polres Semarang Gandeng Pemerintah Kabupaten Semarang, Menjaring Siswa Berprestasi Untuk Jadi Anggota POLRI TA 2018

Peringatan HUT ke-81 RI pun diharapkan tidak berhenti pada pengibaran dan penurunan bendera. Nilai-nilai perjuangan harus tetap hidup dan diwujudkan melalui kerja nyata, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta semangat membangun negeri.

Seluruh rangkaian Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Boyolali berlangsung aman, lancar, tertib dan khidmat.

Bagi masyarakat Boyolali, penurunan Sang Merah Putih bukanlah akhir dari semangat kemerdekaan. Justru, prosesi tersebut menjadi pengingat bahwa setelah mengenang perjuangan para pahlawan, tugas generasi penerus adalah menjaga hasil perjuangan tersebut.

Sang Merah Putih boleh kembali diturunkan dari tiangnya saat senja tiba. Namun semangat merah putih di dada masyarakat Boyolali diharapkan terus berkibar, menyala, dan menjadi energi untuk menjaga persatuan serta membawa daerah menuju masa depan yang semakin maju. (*)