Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Ruang belajar di SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga mendadak terasa berbeda. Bukan sekadar teori di papan tulis, para siswa diajak bereksperimen, berkolaborasi, sekaligus mengasah kemampuan memecahkan masalah melalui permainan konstruktif LEGO.

Suasana itu hadir dalam International Academic Workshop bertajuk “Exploring LEGO-STEM Based Learning for Creativity, Collaboration, and Problem-Solving Skills” yang digelar SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga belum lama ini.

Tak tanggung-tanggung, kegiatan tersebut menghadirkan dua akademisi dari Belgia. Mereka adalah Prof. Ir. An Braeken, PhD, profesor dari Vrije Universiteit Brussel, serta Prof. Ir. Maarten Dequanter, PhD, profesor dari Erasmushogeschool Brussel.

Kehadiran dua profesor tersebut menjadi warna tersendiri bagi proses pembelajaran di sekolah. Para siswa tidak hanya mendapatkan materi dari lingkungan akademik lokal, tetapi juga memperoleh kesempatan berinteraksi langsung dengan akademisi internasional.

Kepala SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga, Sutomo, M.Ag, mengatakan workshop berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. Kegiatan tidak hanya melibatkan siswa SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga, tetapi juga perwakilan siswa dari sejumlah sekolah di Salatiga dan sekitarnya.

“Kegiatan berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB dengan melibatkan murid SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga bersama perwakilan murid dari sejumlah sekolah di Salatiga dan sekitarnya,” jelas Sutomo melalui siaran pers.

Dari LEGO, Siswa Belajar Berpikir dan Mencari Solusi

Konsep LEGO-STEM yang diperkenalkan dalam workshop tersebut bukan sekadar aktivitas merangkai kepingan LEGO menjadi sebuah bentuk.

Baca Juga:  Ratusan Siswa SMKN 1 Salatiga Gelar Demo, Gedung Baru Picu Protes, Ruang Ekspresi Jadi Sorotan

Di balik kegiatan yang tampak menyenangkan itu, peserta didorong untuk mengembangkan sejumlah keterampilan penting, mulai dari kreativitas, komunikasi, kolaborasi hingga kemampuan memecahkan persoalan.

Peserta diajak untuk berpikir, mencoba, berdiskusi dan mencari solusi secara bersama-sama. Proses tersebut membuat pembelajaran berlangsung lebih aktif karena siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi terlibat langsung dalam proses menemukan jawaban.

Model pembelajaran seperti ini sekaligus memberikan pengalaman bahwa sebuah persoalan dapat diselesaikan melalui berbagai pendekatan. Ketika sebuah rancangan tidak sesuai harapan, peserta dapat mencoba kembali, melakukan evaluasi dan mencari alternatif lain.

Semangat mencoba dan tidak mudah menyerah inilah yang menjadi bagian penting dari pembelajaran berbasis STEM.

International Academic Workshop tersebut terselenggara melalui kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga.

Pesertanya pun datang dari berbagai sekolah. Di antaranya ICP Class SMP Muhammadiyah Plus Salatiga, SMP Negeri 1 Salatiga, SMP Negeri 2 Salatiga, SMP Negeri 3 Salatiga, SMP Al-Azhar 18 Salatiga, SMP Muhammadiyah Tahfidz Salatiga, SMPIT Nurul Islam Tengaran, MTs Negeri Salatiga, serta Islamic Green School Salatiga.

Keterlibatan berbagai sekolah tersebut membuat workshop tidak hanya menjadi agenda internal SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga.

Kegiatan justru berkembang menjadi ruang pertemuan bagi siswa dari berbagai sekolah untuk belajar dan berkolaborasi dalam suasana akademik yang berbeda.

Baca Juga:  Coffee Morning Imigrasi Cilacap: Perkuat Border Security & Perangi Human Trafficking Lewat Sinergi Media

Yang membuat workshop semakin istimewa adalah kesempatan peserta untuk berinteraksi langsung dengan dua profesor dari Belgia.

Kehadiran akademisi internasional tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi para siswa. Mereka dapat melihat secara lebih dekat bagaimana pendekatan pembelajaran STEM dikembangkan dan diterapkan dalam konteks pendidikan.

Antusiasme peserta pun terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa mengikuti rangkaian workshop dengan penuh perhatian dan aktif terlibat dalam proses pembelajaran.

Para tamu dan perwakilan UIN Salatiga yang hadir juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan serta respons positif yang ditunjukkan para peserta.

Kesan positif bahkan datang langsung dari kedua profesor asal Belgia tersebut.

Keduanya mengaku terkesan dengan sambutan serta antusiasme yang diberikan selama berada di SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga.

Bukan berhenti pada kegiatan sehari, hubungan akademik tersebut bahkan berpotensi berlanjut. Kedua profesor tersebut berencana mengirimkan paket LEGO sebagai tindak lanjut dari workshop yang telah dilaksanakan.

Bagi SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga, kegiatan tersebut menjadi lebih dari sekadar workshop.

LEGO yang selama ini identik dengan permainan konstruksi justru dimanfaatkan sebagai media untuk membangun pola pikir kreatif dan kemampuan menyelesaikan persoalan.

Siswa ditantang untuk menghasilkan gagasan, bekerja bersama anggota kelompok, menguji ide, kemudian mencari solusi ketika menghadapi kendala.

Dengan pendekatan semacam itu, kegiatan belajar dapat terasa lebih dekat dengan situasi nyata. Dalam kehidupan maupun dunia kerja, seseorang tidak cukup hanya memiliki kemampuan menghafal teori. Kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, berpikir kreatif dan mencari solusi juga menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan.

Baca Juga:  Sakral dan Penuh Makna! Wilujengan Nagari Warnai HUT ke-1276 Salatiga, Sejarah Bangkitkan Semangat Gotong Royong dan Toleransi

International Academic Workshop ini sekaligus menjadi bagian dari langkah SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga dalam memperluas pengalaman belajar siswanya.

Sekolah berupaya menghadirkan perspektif global melalui kolaborasi akademik internasional. Dengan demikian, siswa diharapkan tidak hanya memiliki wawasan dari lingkungan sekitar, tetapi juga mulai mengenal perkembangan pendidikan dan pendekatan pembelajaran dari dunia internasional.

Kehadiran profesor dari Belgia menjadi salah satu pintu untuk membuka pengalaman tersebut.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa menjadi pembelajar yang aktif, kreatif dan terbiasa menghadapi tantangan.

Melalui pembelajaran berbasis STEM dan berbagai kolaborasi akademik, SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga terus berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak monoton.

Sekolah ingin memastikan bahwa proses belajar tidak berhenti pada buku dan ruang kelas. Sebaliknya, pengalaman, kolaborasi, eksperimen dan interaksi dengan dunia akademik internasional menjadi bagian dari perjalanan siswa mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Workshop LEGO-STEM tersebut akhirnya menjadi bukti bahwa kepingan-kepingan LEGO yang sederhana pun bisa menjadi pintu masuk menuju pembelajaran yang lebih besar: membangun kreativitas, merangkai kolaborasi, sekaligus melatih siswa memecahkan persoalan dunia nyata. (*)