Laporan: Ninis Indrawati

TULUNGAGUNG | SUARAGLOBAL.COM – Aktivitas bongkar muatan kain di sebuah gudang konveksi di Dusun Karangrejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, mendadak berubah menjadi suasana duka. Seorang karyawan swasta tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri saat tengah menjalankan pekerjaannya, Selasa (22/09/2026).

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban sedang melakukan aktivitas menurunkan muatan kain di gudang konveksi milik warga setempat.

Tidak ada yang menyangka aktivitas pekerjaan tersebut berujung petaka. Ketika tengah membongkar muatan, korban tiba-tiba terjatuh. Korban kemudian diketahui dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Rekan korban yang berada di lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan. Situasi pun sontak membuat aktivitas di gudang terhenti. Pihak terkait kemudian menghubungi kepolisian dan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan.

Baca Juga:  Tragedi Longsor di Karo: 10 Korban Jiwa, Akses Jalan Lumpuh

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti petugas. Anggota Polsek Boyolangu bersama Tim Inafis Polres Tulungagung, KSPKT Polres Tulungagung serta tenaga medis dari Puskesmas Beji mendatangi lokasi kejadian.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan di tempat kejadian serta penanganan sesuai prosedur. Kehadiran Tim Inafis juga dilakukan untuk memastikan kondisi dan situasi di lokasi dapat ditangani secara tepat.

Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan lambung. Selain itu, korban sebelumnya beberapa kali disebut mengalami kondisi seperti tiba-tiba terkejut.

Baca Juga:  DWP Kemenkumham Jateng Gelar Pertemuan Rutin Sekaligus Perpisahan Pengurus

Namun demikian, pihak kepolisian tidak serta-merta menyimpulkan penyebab pasti meninggalnya korban. Penanganan dilakukan sesuai prosedur dengan memperhatikan pemeriksaan medis serta keterangan dari pihak keluarga.

Kapolsek Boyolangu AKP Retno Pujiarsih mengatakan, setelah menerima laporan, anggota langsung bergerak ke lokasi bersama Tim Inafis dan tenaga medis.

“Setelah menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi bersama Tim Inafis dan tenaga medis. Kami melakukan pemeriksaan di tempat kejadian serta berkoordinasi dengan pihak keluarga. Dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat sakit, dan keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujar AKP Retno.

Menurutnya, kedatangan petugas bukan hanya untuk melakukan pemeriksaan di lokasi, tetapi juga memastikan seluruh proses penanganan berlangsung dengan baik.

Baca Juga:  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Berikan Penghargaan dan Perekrutan Khusus kepada Calon Siswa Bintara Polri yang Jadi Korban Begal

Petugas juga berkoordinasi dengan keluarga korban selama proses penanganan. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Keluarga kemudian membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi terhadap korban. Dengan adanya pernyataan tersebut, proses penanganan selanjutnya dilakukan sesuai prosedur dan koordinasi dengan pihak keluarga.

Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dan penanganan di lokasi selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Jenazah selanjutnya dibawa untuk proses pemakaman. Peristiwa tersebut pun meninggalkan duka bagi keluarga serta rekan korban yang sebelumnya bersama-sama menjalankan aktivitas bongkar muatan di gudang konveksi tersebut. (*)