Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Malam di Kota Salatiga mendadak terasa berbeda. Dua nama besar dunia hiburan Tanah Air, Anang Hermansyah dan Ashanty, menyapa suasana kota dengan balutan aksesori khas daerah. Mengenakan blangkon pecis dan syal bermotif khas Salatiga, pasangan selebritas tersebut menikmati suasana malam kota bersama keluarga dan rombongan.

Kehadiran Anang dan Ashanty di Salatiga pada Selasa (18/8/2026) bukan sekadar kunjungan biasa. Mereka datang bersama kedua buah hati, Arsy Hermansyah dan Arsya Hermansyah, serta sejumlah artis cilik dan tim produksi film.

Rombongan diterima langsung Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga. Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi bagian dari penjajakan pemanfaatan sejumlah potensi Kota Salatiga sebagai lokasi pengambilan gambar film.

Suasana pertemuan pun tidak hanya membahas urusan produksi film. Wali Kota Robby turut memperkenalkan berbagai karakter, keunikan, hingga potensi yang dimiliki Salatiga.

Mulai dari identitas Salatiga sebagai salah satu kota tua di Indonesia, predikat sebagai kota toleran, hingga potensi kuliner, UMKM, budaya dan ekonomi kreatif menjadi bagian dari obrolan dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga:  Ketika Kebaya dan Kuliner Jadi Bahasa Cinta Tanah Air: Pesan Inspiratif Ketua TP PKK Salatiga di UKSW

Robby juga menekankan besarnya perhatian Pemerintah Kota Salatiga terhadap pengembangan UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

“Karena saya memang fokusnya sedang di pemberdayaan UMKM. Setiap minggu kita ada Gebyar UMKM di depan sini juga, ratusan sekarang yang mengantre untuk bisa ikut bergabung,” jelas Robby.

Menurutnya, pengembangan potensi lokal tidak hanya menyasar sektor ekonomi. Pemerintah Kota Salatiga juga mendorong penguatan karakter anak-anak melalui kegiatan yang menghidupkan kembali permainan tradisional.

“Setiap bulannya kita juga ada untuk anak-anak PAUD, yaitu pendidikan karakter dengan cara dolanan atau permainan-permainan tradisional Jawa, jadi anak-anak bisa saling menghargai, menghormati, dan sejenak meninggalkan handphone,” lanjutnya.

Dapat Bingkisan Khas Salatiga

Pertemuan semakin akrab ketika Wali Kota Robby memberikan bingkisan khas Salatiga kepada Anang dan Ashanty.

Keduanya mendapat blangkon pecis atau yang disebut Blancis, lengkap dengan syal bermotif khas Kota Salatiga. Sejumlah camilan khas daerah juga turut diberikan sebagai buah tangan.

Pemberian aksesori tersebut menjadi momen menarik. Anang dan Ashanty tidak hanya membawa pulang cerita tentang Salatiga, tetapi juga membawa simbol budaya lokal yang dikenalkan langsung oleh pemerintah kota.

Baca Juga:  Modus Cantik Tipu Ojol: Wanita Asal Surakarta Gunakan Order Kosmetik Fiktif di Madiun

Dari ruang pertemuan, perjalanan kemudian berlanjut ke jalanan Kota Salatiga.

Tanpa suasana formal, rombongan berjalan kaki menikmati malam. Rute yang dipilih dimulai dari Jalan Diponegoro, kemudian menyusuri Jalan Sukowati hingga berakhir di kawasan Alun-Alun Pancasila.

Langkah kaki rombongan artis tersebut menjadi perhatian tersendiri. Dengan suasana malam yang relatif santai, Anang, Ashanty, anak-anak dan tim produksi dapat melihat langsung denyut kehidupan Kota Salatiga dari jarak dekat.

Bukan sekadar menikmati suasana, perjalanan tersebut juga menjadi cara untuk mengenal karakter Salatiga secara lebih nyata.

Jalan-jalan kota, aktivitas warga, ruang publik, suasana malam hingga kawasan Alun-Alun Pancasila menjadi bagian dari pengalaman rombongan selama berada di Salatiga.

Salatiga Dilirik Jadi Lokasi Film

Penjajakan pemanfaatan Salatiga sebagai lokasi pengambilan gambar film menjadi salah satu poin penting dalam kunjungan tersebut.

Kehadiran tim produksi bersama Anang dan Ashanty membuka peluang bagi berbagai sudut Kota Salatiga untuk tampil dalam karya perfilman.

Baca Juga:  Surabaya Menuju Kota Wakaf: DPRD Jatim Dukung Penuh, Ingatkan Soal Transparansi dan Produktivitas

Jika terealisasi, produksi film tersebut berpotensi ikut memperkenalkan Salatiga kepada masyarakat yang lebih luas melalui layar lebar maupun media lainnya.

Bagi kota yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, kuliner, lingkungan yang nyaman serta aktivitas ekonomi kreatif, kehadiran produksi film dapat menjadi salah satu sarana promosi daerah.

Kunjungan Anang dan Ashanty pun ditutup dengan suasana santai. Blangkon pecis dan syal khas Salatiga melekat sebagai aksesori yang membuat penampilan mereka semakin kental dengan nuansa lokal.

Malam itu, Salatiga bukan hanya menjadi kota yang dikunjungi para selebritas. Kota kecil yang dikenal dengan suasana sejuk dan toleransinya tersebut juga berkesempatan menunjukkan wajah lain: kota yang memiliki potensi budaya, UMKM, ekonomi kreatif dan ruang-ruang menarik untuk diabadikan dalam sebuah cerita film.

Kehadiran Anang dan Ashanty berjalan kaki dari Jalan Diponegoro menuju Alun-Alun Pancasila seolah menjadi potret sederhana bahwa untuk mengenal sebuah kota, terkadang tidak cukup hanya melihatnya dari balik kaca kendaraan.

Harus turun, berjalan, menikmati suasananya dan merasakan langsung denyut kotanya. (*)