Laporan: Yopi

TANGERANG | SUARAGLOBAL.COM — Kado manis di bulan kemerdekaan kembali dipersembahkan talenta muda Indonesia. Dari Istanbul, Turki, kabar membanggakan datang setelah wakil Indonesia sukses mengukir prestasi di ajang bergengsi International Geography Olympiad (iGeo) 2026.

Tak tanggung-tanggung, kontingen Indonesia berhasil membawa pulang dua medali emas, satu medali perunggu, serta honorable mention dalam poster presentation pada kompetisi geografi tingkat internasional tersebut, (23/08/26).

Ajang iGeo 2026 berlangsung pada 11 hingga 17 Agustus 2026 di Istanbul, Turki, dan diikuti 184 peserta dari 50 negara. Prestasi tersebut sekaligus menjadi kado istimewa bagi Indonesia yang tengah merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dua medali emas masing-masing dipersembahkan oleh Kaleb Lash Elnathan Naibaho dari SMA Labschool Kebayoran, DKI Jakarta, dan Rafif Adinata Ramadhan dari MAN 1 Pekanbaru, Riau.

Sementara itu, medali perunggu berhasil diraih Arkha Enzi Anagi, yang juga berasal dari SMA Labschool Kebayoran, DKI Jakarta.

Tak berhenti pada perolehan medali, tim Indonesia juga mencatatkan prestasi melalui kategori honorable mention poster presentation. Poster yang diangkat mengusung tema “The Ronda System: The Indonesian Tradition to Keep Communities Safe.”

Baca Juga:  Operasi Sikat Semeru 2025: Dua Pencuri Motor di Jabung Dibekuk, Honda Beat Pop Kembali ke Tangan Pemilik

Tema tersebut memperkenalkan salah satu tradisi masyarakat Indonesia, yakni sistem ronda, sebagai bentuk kearifan lokal dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para murid Indonesia.

Menurut Irene, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus kado terbaik di momentum peringatan kemerdekaan Indonesia.

“Selamat untuk adik-adik yang telah memberikan kado terbaik di bulan kemerdekaan. Terima kasih kepada para pembina, sekolah, dan orang tua yang juga menguatkan sehingga meraih dua medali emas, satu medali perunggu, dan honorable mention poster presentation,” ujar Irene.

Prestasi tersebut tidak lahir secara instan. Para peserta telah melewati proses panjang sebelum akhirnya berhadapan dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai negara di ajang iGeo.

Keempat murid Indonesia yang berpartisipasi sebelumnya merupakan peraih medali dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) cabang Geografi.

Baca Juga:  Kepolisian Resort Boyolali Amankan Pembukaan Pendadaran Calon Warga Baru PSHT P.16 Cabang Boyolali

Modal prestasi tersebut kemudian menjadi pijakan untuk mengikuti proses pembinaan dan seleksi secara intensif yang dilakukan Puspresnas Kemendikdasmen.

Perjalanan menuju podium iGeo 2026 diwarnai proses pembinaan yang berjenjang. Para murid mendapatkan pendampingan dari tim pembina yang terdiri atas Dewayany dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Asri Oktavioni Indraswari dari Universitas Indonesia (UI).

Pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para peserta agar mampu menghadapi tantangan kompetisi geografi di tingkat internasional.

Dewayany menilai keberhasilan Indonesia di iGeo 2026 merupakan buah dari proses pembinaan talenta yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, capaian ini menjadi bukti bahwa murid Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus hasil dari proses pembinaan yang panjang dan berjenjang,” ujarnya.

Dengan torehan dua emas dan satu perunggu, kontingen Indonesia menunjukkan bahwa talenta muda Tanah Air tak sekadar mampu tampil di panggung dunia, tetapi juga mampu berdiri sejajar dengan peserta dari berbagai negara.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Resmikan Gedung Naya Agra Ditreskrimsus, Dorong Layanan Publik Lebih Cepat dan Profesional

International Geography Olympiad merupakan kompetisi geografi internasional yang diselenggarakan setiap tahun dan diperuntukkan bagi murid jenjang Sekolah Menengah Atas.

Pada penyelenggaraan 2026, Istanbul, Turki, menjadi tuan rumah perhelatan tersebut. Sebanyak 184 peserta dari 50 negara ambil bagian dalam kompetisi.

Persaingan tentu bukan perkara ringan. Para peserta datang membawa kemampuan terbaik dari negaranya masing-masing.

Di tengah persaingan itulah wakil Indonesia berhasil mencuri perhatian dengan mengamankan tiga medali sekaligus, termasuk dua medali emas.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, pembinaan berkelanjutan, dukungan sekolah, orang tua, serta pendampingan para pembina mampu mengantarkan talenta muda Indonesia menuju panggung prestasi dunia.

Bagi Indonesia, dua emas, satu perunggu dan penghargaan dalam poster presentation bukan sekadar angka dalam daftar perolehan medali.

Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi suntikan semangat bagi generasi muda untuk terus mengasah kemampuan, berani berkompetisi di tingkat global, sekaligus membawa nama Indonesia semakin berkibar di panggung internasional. (*)