Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM — Suasana guyub dan semarak mewarnai Merti Dusun Tritis, Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (23/8/2026). Tradisi yang terus dipertahankan warga tersebut bukan sekadar pesta budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

Kemeriahan Merti Dusun semakin terasa dengan hadirnya Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Hj. Ida Nurul Farida, M.Pd. bersama Anggota Komisi IX DPR RI Dr. H. Muh Haris, M.Si. Kehadiran kedua wakil rakyat itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang sejak awal mengikuti berbagai rangkaian kegiatan.

Pentas kesenian menjadi salah satu magnet perhatian warga. Berbagai kalangan tampak larut menikmati pertunjukan yang menjadi bagian penting dari perayaan Merti Dusun Tritis.

Di tengah suasana budaya yang semarak tersebut, terselip kabar menggembirakan bagi masyarakat. Hj. Ida Nurul Farida menyerahkan bantuan sejumlah alat kesehatan kepada Kepala Dusun Tritis, Sugiyanto.

Bantuan tersebut terdiri atas kursi roda, tabung oksigen, regulator oksigen, serta alat cek gula darah.

Bukan sekadar bantuan simbolis, peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan bersama untuk membantu warga yang membutuhkan. Keberadaan fasilitas kesehatan di tingkat dusun dinilai dapat menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap kebutuhan masyarakat, terutama ketika ada warga yang menghadapi kondisi kesehatan tertentu.

Baca Juga:  Clearing House di Tengah Banjir Informasi, Seruan Kuat di HPN 2026 Tingkat Jateng

“Semoga alat-alat kesehatan ini dapat bermanfaat dan digunakan sebaik-baiknya untuk membantu warga yang membutuhkan,” ujar Ida.

Momen penyerahan bantuan tersebut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan Merti Dusun Tritis. Tradisi yang selama ini menjadi ruang berkumpul warga ternyata juga mampu menjadi panggung untuk menghadirkan kepedulian sosial.

Kepala Dusun Tritis, Sugiyanto, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, alat kesehatan tersebut akan sangat berarti apabila dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Hj. Ida Nurul Farida, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, atas bantuan alat kesehatan untuk warga Dusun Tritis. Terima kasih juga kepada Bapak Muh Haris atas kerawuhannya dan perhatian kepada masyarakat kami,” kata Sugiyanto.

Bagi warga, keberadaan kursi roda hingga perangkat pendukung oksigen bukan hanya soal fasilitas. Peralatan tersebut dapat menjadi penopang ketika ada tetangga atau anggota keluarga yang membutuhkan pertolongan.

Semangat berbagi dan saling membantu itulah yang kemudian berpadu dengan nilai-nilai Merti Dusun.

Baca Juga:  Tri Harso Dorong Kemajuan UMKM Lokal dengan Peluncuran Aplikasi ‘Apik Bos’ dan Program ProLok

Muh Haris Tekankan Budaya Saling Menjaga

Sementara itu, Muh Haris mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada kemeriahan acara. Menurutnya, esensi utama kehidupan bermasyarakat justru terletak pada bagaimana warga mampu menjaga satu sama lain.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita saling menjaga warga, saling membantu dan tolong-menolong. Semoga bantuan alat kesehatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Muh Haris.

Ia menilai Merti Dusun memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda tahunan. Tradisi tersebut dapat menjadi ruang untuk mempertemukan warga, memperkuat silaturahmi, sekaligus merawat nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Ketika warga berkumpul dalam satu kegiatan, sekat-sekat sosial pun mencair. Masyarakat dapat saling bertemu, berbincang, dan mempererat hubungan yang menjadi modal penting dalam membangun kehidupan lingkungan.

Antusiasme masyarakat semakin terlihat ketika pentas kesenian berlangsung. Warga dari berbagai kalangan turut memadati lokasi kegiatan dan menikmati pertunjukan yang menjadi bagian dari rangkaian Merti Dusun Tritis.

Tepuk tangan dan antusiasme warga mengiringi jalannya pertunjukan. Kesenian lokal tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi cara masyarakat memperkenalkan sekaligus mempertahankan kekayaan budaya yang dimiliki.

Baca Juga:  Safari Ramadhan Kapolres Blitar: Perkuat Silaturahmi dan Sinergi untuk Keamanan Kota

Di tengah derasnya perkembangan zaman, kegiatan seperti Merti Dusun menjadi salah satu ruang penting agar generasi muda tetap mengenal akar budaya di lingkungan tempat mereka tumbuh.

Tradisi tidak sekadar dikenang, tetapi terus dihidupkan melalui keterlibatan masyarakat.

Merti Dusun Tritis akhirnya memperlihatkan wajah lain dari sebuah tradisi masyarakat. Di satu sisi, warga merayakan budaya dengan penuh kegembiraan. Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi momentum menghadirkan kepedulian sosial melalui bantuan alat kesehatan.

Kehadiran Hj. Ida Nurul Farida dan Muh Haris juga menambah pesan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan sosial, kesehatan, budaya, dan kebersamaan warga.

Bantuan kursi roda, tabung oksigen, regulator oksigen, dan alat cek gula darah diharapkan dapat menjadi fasilitas bersama yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Dusun Tritis.

Pada akhirnya, Merti Dusun Tritis bukan hanya tentang merawat sebuah tradisi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan masyarakat tumbuh dari kebersamaan.

Tradisi tetap hidup, budaya terus bergerak, dan kepedulian kepada sesama menjadi energi yang membuat kehidupan warga semakin guyub. (*)