Laporan: Wahyu Widodo

BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM — Suasana Minggu pagi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terasa berbeda. Ribuan langkah kaki berpadu dengan semangat olahraga ketika sekitar 1.000 pelari ambil bagian dalam Bank Jateng Friendship Run 2026 (5K), Minggu (30/8/2026).

Mengambil titik start sekaligus finish di depan Gedung Putih Kantor Bupati Boyolali, Jalan Merdeka Barat, Kelurahan Siswodipuran, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan di tengah masyarakat.

Sejak pukul 06.00 WIB, peserta mulai memadati kawasan kegiatan. Dengan mengenakan perlengkapan olahraga, para pelari bersiap menikmati rute sepanjang lima kilometer yang telah disiapkan panitia.

Kegiatan berlangsung hingga sekitar pukul 10.00 WIB. Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Bupati Boyolali Agus Irawan, serta Wakapolres Boyolali Kompol Novilia Andrias Lio Kurniasih, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres Boyolali.

Hadir pula jajaran Bank Jateng, Yayasan Borobudur Marathon, Harian Kompas, serta unsur pemerintah daerah.

Di balik kemeriahan para pelari, personel Polres Boyolali bekerja memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

Pengamanan tidak hanya dipusatkan di area start dan finish. Personel ditempatkan di sejumlah titik sepanjang rute untuk mengawal pergerakan peserta sekaligus mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas.

Sebelum kegiatan dimulai, Polres Boyolali terlebih dahulu melaksanakan apel kesiapan pengamanan. Personel kemudian ditempatkan berdasarkan ploting yang telah ditentukan.

Baca Juga:  Dari Facebook ke Penjara: Perjalanan Sindikat Obat Mercon di Salatiga Berhasil Diringkus Polisi 

Pengaturan arus lalu lintas menjadi salah satu perhatian utama. Pasalnya, rute lari melewati sejumlah ruas jalan yang juga digunakan masyarakat untuk beraktivitas pada Minggu pagi.

Petugas pun melakukan pengamanan secara sinergis bersama unsur terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan peserta dapat menikmati kegiatan olahraga dengan nyaman, sementara pengguna jalan lainnya tetap dapat beraktivitas dengan aman.

Di tengah semangat peserta menaklukkan lintasan, Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengingatkan bahwa Friendship Run merupakan kegiatan fun run, bukan perlombaan yang mengejar kecepatan.

Karena itu, aspek keselamatan menjadi pesan penting yang harus diperhatikan seluruh peserta.

Sumarno mengajak masyarakat menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk membangun kebiasaan hidup sehat melalui olahraga.

Namun, semangat berolahraga, menurutnya, harus tetap berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan pengguna jalan lainnya.

“Fun run ini bukan perlombaan, jadi tetap mengutamakan dan menghormati keselamatan pengguna jalan lainnya,” ujar Sumarno.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa olahraga bersama bukan semata-mata soal siapa yang paling cepat mencapai garis finish. Lebih dari itu, Friendship Run menjadi ruang untuk menikmati aktivitas fisik, membangun kebersamaan dan memperkenalkan suasana Kabupaten Boyolali kepada para peserta.

Rute sepanjang lima kilometer membawa para pelari melewati sejumlah kawasan di Boyolali.

Baca Juga:  Ribuan Siswa Unjuk Gigi, Jatim Siap Kuasai Panggung Nasional hingga Global

Dari titik start di depan Gedung Putih, peserta bergerak menuju Jalan Ahmad Yani, kemudian melintasi kawasan Driyan. Perjalanan berlanjut ke Jalan Nanas, Jalan Jambu, dan Jalan Pahlawan.

Para pelari kemudian melewati kawasan Taman Pandanalas dan Pasar Boyolali Kota, sebelum melanjutkan perjalanan melalui Jalan Pemuda.

Dari sana, peserta memasuki Boulevard Soekarno dan kemudian kembali menuju Gedung Putih yang menjadi titik finish.

Rute tersebut membuat kegiatan olahraga tidak hanya menjadi aktivitas fisik, tetapi sekaligus memberikan pengalaman menyusuri sejumlah kawasan penting di Kabupaten Boyolali.

Keseruan tidak berhenti ketika para pelari menyentuh garis finish.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan di Alun-Alun Kidul Kompleks Pemkab Boyolali. Sejumlah agenda disiapkan untuk peserta dan masyarakat, mulai dari senam bersama, Cek Kesehatan Gratis (CKG), makan gratis hingga Gerakan Minum Susu.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, panitia menyediakan berbagai sajian dalam jumlah besar. Soto, nasi tumpang dan susu masing-masing disediakan sekitar 2.000 porsi.

Suasana pun berubah dari semangat berlari menjadi kebersamaan masyarakat. Peserta dan warga dapat menikmati berbagai kegiatan setelah menyelesaikan rute lima kilometer.

Kehadiran layanan Cek Kesehatan Gratis juga memberikan warna tersendiri. Masyarakat tidak hanya diajak aktif bergerak melalui olahraga, tetapi juga didorong untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan.

Sementara Gerakan Minum Susu menjadi bagian lain dari kampanye pola hidup sehat yang dikemas secara meriah dan melibatkan masyarakat.

Baca Juga:  Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Salatiga Gelar Bakti Sosial dalam Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan

Agenda masyarakat semakin lengkap dengan hadirnya Gerakan Pangan Murah (GPM).

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kebutuhan pokok disediakan dengan harga terjangkau. GPM menjadi bagian dari upaya mendukung stabilitas pasokan sekaligus menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Dengan demikian, Friendship Run 2026 di Boyolali tidak berhenti sebagai kegiatan olahraga semata. Rangkaian acaranya turut menyentuh aspek kesehatan, pangan dan kebersamaan masyarakat.

Dari awal hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, pengamanan yang dilakukan Polres Boyolali berlangsung secara terkoordinasi.

Personel yang telah ditempatkan di sepanjang jalur terus memantau situasi, termasuk mengatur lalu lintas pada ruas-ruas jalan yang dilalui peserta.

Kehadiran petugas di lapangan juga menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan pelari sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menggunakan jalan.

Polres Boyolali memastikan pengamanan dan pengaturan lalu lintas berjalan optimal hingga seluruh agenda selesai.

Bank Jateng Friendship Run 2026 (5K) akhirnya ditutup dalam suasana aman, tertib dan kondusif.

Bagi Boyolali, ribuan langkah yang bergerak bersama pada Minggu pagi itu bukan sekadar aktivitas olahraga. Friendship Run menjadi momentum mempertemukan olahraga, kebersamaan, kesehatan, pelayanan masyarakat dan kepedulian terhadap ketahanan pangan dalam satu rangkaian kegiatan yang semarak. (*)