Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Semangat memperkuat pembinaan kepribadian dan spiritual terus digelorakan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga. Bertepatan dengan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rutan Salatiga menggelar pengajian bersama seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung di Selasar Rutan Kelas IIB Salatiga. Tidak hanya diikuti warga binaan, kegiatan keagamaan ini juga dihadiri Kepala Rutan Kelas IIB Salatiga Anda Tuning beserta seluruh jajaran.

Sejak rangkaian kegiatan dimulai, suasana di lingkungan Rutan Salatiga terasa berbeda. Para warga binaan mengikuti setiap tahapan acara dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Momentum Maulid Nabi menjadi ruang bagi mereka untuk sejenak mendalami kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sekaligus melakukan refleksi diri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Khotmil Qur’an. Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an menjadi pembuka kegiatan sekaligus pengingat pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Suasana semakin khidmat ketika kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Al-Barzanji oleh warga binaan. Dengan penuh penghayatan, mereka bersama-sama melantunkan pujian dan kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Bagi Rutan Salatiga, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda keagamaan tahunan. Peringatan Maulid Nabi ditempatkan sebagai bagian dari proses pembinaan yang diharapkan mampu memberikan penguatan mental dan spiritual bagi warga binaan.

Dalam sambutannya, Kepala Rutan Kelas IIB Salatiga Anda Tuning menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Baca Juga:  Sidang Pankar, Danrem 073/Makutarama : Untuk Pembinaan Karier Prajurit Dimasa Akan Datang

Menurutnya, nilai terpenting dari peringatan tersebut adalah bagaimana seluruh peserta mampu mengambil keteladanan dari kehidupan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mari kita bersama-sama menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam membentuk pribadi yang lebih baik. Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan ketenangan, meningkatkan keimanan, serta menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus memperbaiki diri,” ujar Anda Tuning.

Pesan tersebut menjadi penting dalam konteks pembinaan warga binaan. Masa menjalani pidana, kata dia, hendaknya tidak hanya dipandang sebagai masa menjalani konsekuensi atas perbuatan di masa lalu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi dan mempersiapkan perubahan.

Anda Tuning mengajak seluruh warga binaan memanfaatkan masa pembinaan di Rutan Salatiga sebaik mungkin. Nilai-nilai agama, menurutnya, dapat menjadi salah satu fondasi untuk membangun sikap dan perilaku yang lebih baik.

Kesempatan untuk memperbaiki diri, lanjutnya, harus dimanfaatkan agar ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat, para warga binaan mampu membawa perubahan positif dalam kehidupannya.

Usai sambutan Kepala Rutan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan KH Yahya Mutamakin. Ceramah tersebut menjadi bagian utama dalam peringatan Maulid Nabi dan diikuti dengan penuh perhatian oleh seluruh peserta.

Dalam tausiyahnya, KH Yahya Mutamakin mengajak warga binaan untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Namun, kecintaan tersebut tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid atau pembacaan pujian kepada Rasulullah.

Baca Juga:  Dapur Umum Batalyon Kavaleri 8/Tank Kostrad Sediakan Dapur Umum Warga Terdampak Covid-19

Menurutnya, bukti kecintaan kepada Rasulullah yang lebih penting adalah kesediaan untuk mengikuti ajaran dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Mencintai Rasulullah bukan hanya dengan memperingati kelahirannya, tetapi yang lebih penting adalah mengikuti akhlaknya. Jadikan setiap hari di tempat ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan menumbuhkan kesabaran,” tutur KH Yahya Mutamakin.

Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan moral bagi para warga binaan agar tidak kehilangan harapan. Masa lalu tidak dapat diubah, tetapi masa depan masih dapat dipersiapkan melalui perubahan sikap dan perilaku mulai dari sekarang.

KH Yahya Mutamakin juga memberikan motivasi agar warga binaan tidak terus-menerus terjebak dalam penyesalan terhadap masa lalu. Sebaliknya, proses pembinaan yang sedang dijalani harus dimanfaatkan sebagai jalan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Kesabaran, ketekunan dalam beribadah, serta kemauan untuk memperbaiki akhlak menjadi sejumlah nilai yang ditekankan dalam tausiyah tersebut.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rutan Salatiga menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat membantu warga binaan memperkuat aspek spiritual sekaligus membangun kesadaran untuk berubah.

Pembinaan keagamaan juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk mendapatkan ketenangan sekaligus memperkuat hubungan spiritual di tengah proses menjalani masa pidana.

Melalui kegiatan bersama seperti Khotmil Qur’an, pembacaan Al-Barzanji, dan tausiyah, warga binaan tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga terlibat secara aktif dalam rangkaian kegiatan.

Baca Juga:  Doa Bersama Untuk Kemanusiaan dan NKRI, Ratusan Warga Salatiga Padati Bundaran Tamansari

Keterlibatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus meningkatkan motivasi untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.

Bagi jajaran Rutan Salatiga, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari berjalannya program selama warga binaan berada di dalam Rutan. Lebih jauh, pembinaan diarahkan agar mereka memiliki bekal ketika kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Karena itu, momentum Maulid Nabi menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik.

Kegiatan pengajian berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan hingga selesai. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara secara tertib dari awal hingga akhir.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rutan Kelas IIB Salatiga kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui pendekatan spiritual.

Semangat yang dibawa dari kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah acara berakhir. Nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat terus diterapkan dalam keseharian, mulai dari memperkuat ibadah, membangun kesabaran, memperbaiki akhlak, hingga menumbuhkan optimisme untuk menghadapi masa depan.

Dari balik tembok Rutan, semangat Maulid Nabi pun menjadi pengingat bahwa proses memperbaiki diri selalu memiliki ruang dan kesempatan. Dengan bekal keimanan, akhlak, dan kesadaran untuk berubah, warga binaan diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif. (*)