Coach Joko Prasetyo: Jangan Cepat Puas! Skuad Popda Salatiga Tinggal Selangkah Menuju Juara Juara Popda Jateng 2026

Laporan: Wahyu Widodo
SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Satu per satu rintangan dilibas. Dari kemenangan meyakinkan di fase grup, duel sengit di babak delapan besar, drama adu penalti di semifinal, hingga pertarungan hidup-mati di partai final.
Perjuangan panjang itu akhirnya berbuah manis.
Tim Sepak Bola Popda Kota Salatiga resmi keluar sebagai juara Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026. Skuad muda Salatiga berhasil mengunci gelar juara setelah menundukkan Kabupaten Wonogiri dengan skor tipis 1-0 pada laga puncak.
Trofi juara pun akhirnya menjadi milik Salatiga.
Bagi skuad muda tersebut, gelar ini bukan sekadar kemenangan dalam satu pertandingan. Mahkota Popda Jateng 2026 menjadi buah dari perjalanan panjang yang dipenuhi tekanan, persaingan ketat, disiplin, kekompakan, serta keberanian menghadapi pertandingan-pertandingan krusial.
Menariknya, tiket menuju final juga tidak didapat dengan mudah. Salatiga bahkan harus melewati drama adu penalti ketika menghadapi Kota Semarang di semifinal.
Di tengah tekanan tinggi, mental para pemain justru berbicara.
Salatiga menang 5-3 melalui adu penalti dan memastikan langkahnya menuju partai puncak.
Start Kencang dari Grup B
Perjalanan Salatiga menuju podium tertinggi dimulai dari Grup B.
Dalam fase penyisihan, Salatiga tergabung bersama Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Kudus. Dua pertandingan pun harus dilalui untuk mengamankan tiket ke fase berikutnya.
Pada laga pembuka, Salatiga langsung menunjukkan taringnya.
Menghadapi Kabupaten Pekalongan, skuad muda Salatiga tampil efektif dan berhasil mencetak empat gol. Meski sempat mendapat perlawanan, Salatiga akhirnya mengamankan kemenangan dengan skor 4-2.
Kemenangan tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri.
Namun, pertandingan berikutnya menghadirkan tantangan berbeda. Berhadapan dengan Kabupaten Kudus, laga berlangsung lebih ketat.
Salatiga tetap mampu menjaga konsentrasi dan mengamankan kemenangan tipis 1-0.
Dua kemenangan tersebut membuat Salatiga memastikan diri sebagai juara Grup B.
Perjalanan pun berlanjut ke fase gugur.
Wonosobo Dibungkam 2-0 di Delapan Besar
Memasuki babak delapan besar, tekanan semakin terasa. Tidak ada lagi ruang untuk melakukan kesalahan karena setiap pertandingan menjadi penentu hidup-mati perjalanan menuju podium juara.
Salatiga kembali menunjukkan konsistensinya.
Menghadapi Popda Wonosobo, skuad Salatiga mampu tampil solid dan berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2-0.
Hasil tersebut membuat Salatiga berhak melaju ke babak semifinal.
Namun, lawan berikutnya jauh lebih berat.
Di semifinal, Salatiga harus menghadapi Kota Semarang.
Semifinal Bikin Deg-Degan, Tiket Final Ditentukan dari Titik Putih
Pertandingan semifinal menjadi salah satu episode paling menegangkan dalam perjalanan Salatiga.
Salatiga dan Kota Semarang sama-sama tampil ngotot. Pertandingan berlangsung ketat hingga waktu normal berakhir tanpa pemenang.
Skor imbang membuat kedua tim harus mempertaruhkan nasib melalui adu penalti.
Inilah saat ketika kemampuan teknis saja tidak cukup.
Ketenangan dan mental bertanding menjadi taruhan.
Para pemain Salatiga akhirnya mampu mengatasi tekanan. Dalam drama tos-tosan tersebut, Salatiga berhasil mencatat kemenangan 5-3.
Tiket final pun berhasil diamankan.
Salatiga tinggal selangkah lagi dari mahkota Popda Jawa Tengah 2026.
Final: Wonogiri Jadi Korban Terakhir
Partai puncak mempertemukan Salatiga dengan Kabupaten Wonogiri.
Setelah melewati berbagai rintangan, laga final menjadi panggung terakhir bagi skuad muda Salatiga untuk membuktikan hasil kerja keras mereka.
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi.
Salatiga tampil penuh determinasi dan berusaha menjaga permainan tetap terkendali. Setiap peluang menjadi sangat berharga karena satu gol bisa menjadi pembeda.
Hingga akhirnya, Salatiga mampu mencetak gol yang membuat mereka berada di atas angin.
Wonogiri terus memberikan perlawanan, tetapi Salatiga mampu mempertahankan keunggulan.
Skor akhir 1-0 untuk Salatiga.
Peluit panjang pun menjadi tanda pesta.
Salatiga resmi menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026.
Dari fase grup hingga partai puncak, skuad muda tersebut akhirnya berhasil menuntaskan misi dengan sempurna.
Coach Joko Apresiasi Mental Para Pemain
Manager Tim Popda Salatiga, Coach Joko Prasetyo, SH, memberikan apresiasi terhadap perjuangan seluruh pemain.
Menurutnya, gelar juara merupakan hasil kerja bersama. Tidak hanya pemain, tetapi juga jajaran pelatih dan seluruh elemen yang terlibat dalam perjalanan tim.
Joko menilai para pemain telah menunjukkan mental bertanding, kedisiplinan, fokus, dan semangat luar biasa sepanjang kompetisi.
“Alhamdulillah, anak-anak sudah berjuang luar biasa. Mereka mampu menjaga fokus, menunjukkan mental bertanding yang bagus, dan bekerja keras dari awal sampai pertandingan terakhir. Ini hasil kerja bersama,” ucap Joko kepada suaraglogal.com
Menurutnya, perjalanan Salatiga di Popda Jateng 2026 menjadi pengalaman penting bagi perkembangan para pemain muda.
Terlebih, mereka harus menghadapi berbagai situasi pertandingan, termasuk ketika pertandingan semifinal harus ditentukan melalui adu penalti.
Namun, setelah berhasil meraih gelar juara, Joko mengingatkan para pemain agar tidak terlena.
Ia meminta skuad muda Salatiga tetap rendah hati dan menjadikan prestasi tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang.
“Tetap rendah hati, jangan cepat puas. Ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk terus meningkatkan kemampuan dan membawa nama baik Kota Salatiga,” tambahnya.
Buah Pembinaan Dispora Kota Salatiga
Kesuksesan tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Salatiga.
Tim Popda Salatiga ditangani jajaran pelatih yang memiliki peran masing-masing.
Wahyu Wijiastanto dipercaya sebagai pelatih utama. Ia didampingi Hary Darmawan dan Bambang Pinastiko sebagai asisten pelatih.
Sementara posisi pelatih kiper dipercayakan kepada Wahyu Purnomo.
Kolaborasi antara pemain dan tim kepelatihan tersebut akhirnya membuahkan hasil maksimal.
Catatan perjalanan Salatiga pun cukup impresif. Mereka mengawali kompetisi dengan kemenangan 4-2 atas Kabupaten Pekalongan, kemudian menundukkan Kabupaten Kudus 1-0.
Di babak delapan besar, Salatiga mengalahkan Popda Wonosobo 2-0.
Drama semifinal berakhir dengan kemenangan 5-3 melalui adu penalti atas Kota Semarang.
Dan di laga final, Salatiga menutup perjalanan dengan kemenangan 1-0 atas Kabupaten Wonogiri.
Bukan Sekadar Trofi
Gelar juara Popda Jawa Tengah 2026 menjadi pencapaian penting bagi sepak bola pelajar Kota Salatiga.
Lebih dari sekadar trofi, prestasi tersebut menunjukkan hasil dari proses pembinaan atlet muda yang dilakukan secara berkelanjutan.
Para pemain mendapatkan pengalaman berharga dalam menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi. Mereka tidak hanya belajar tentang bagaimana mencetak gol dan memenangkan pertandingan, tetapi juga tentang menjaga konsentrasi, mengendalikan emosi, bekerja sebagai tim, serta tetap tenang dalam situasi krusial.
Kemenangan di semifinal melalui adu penalti menjadi salah satu bukti mental tersebut.
Sementara kemenangan tipis 1-0 atas Wonogiri di final menjadi penutup sempurna perjalanan mereka.
Kini, mahkota Popda Jawa Tengah 2026 berada di tangan Salatiga.
Sebuah prestasi yang sekaligus menjadi hadiah bagi kerja keras para pemain muda, tim pelatih, Dispora Kota Salatiga, dan seluruh masyarakat yang ikut memberikan dukungan.
Salatiga datang dengan ambisi, bertarung dengan mental, dan pulang membawa trofi juara. (*)












Tinggalkan Balasan