Laporan: Budi Santoso

SRAGEN | SUARAGLOBAL.COM – Krisis air bersih yang dirasakan sejumlah warga di Kabupaten Sragen di tengah kemarau panjang mendapat perhatian dari Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudlatul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Sragen.

Rabu (9/9/2026), PD IGRA Kabupaten Sragen bersama jajaran pengurus dan relawan turun langsung ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Sebanyak 70 ribu liter air bersih disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Tangen dan Kecamatan Jenar.

Aksi sosial tersebut menyasar tujuh titik penyaluran. Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mulai kesulitan memperoleh air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Ketua PD IGRA Kabupaten Sragen, Sri Wahyuni, S.Pd., bersama pengurus dan relawan terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

Wilayah penerima bantuan meliputi Desa Denanyar, Desa Ngrombo, dan Desa Bago, Kecamatan Tangen. Masing-masing desa mendapatkan satu tangki air bersih dengan kapasitas sekitar 10 ribu liter.

Sementara itu, bantuan dalam jumlah lebih besar diarahkan ke Dusun Ploso Ombo, Desa Banyu Urip, Kecamatan Jenar. Di wilayah tersebut, PD IGRA menyalurkan empat tangki air bersih.

Dengan tujuh tangki air yang didistribusikan, total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 70 ribu liter air bersih. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah apabila kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan masyarakat semakin mendesak.

Baca Juga:  Polresta Banyuwangi Tangani Kasus Video Tidak Pantas: Polisi Ingatkan Anak-anak agar Bijak di Dunia Maya

Hadir Saat Warga Membutuhkan

Sri Wahyuni mengatakan, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk nyata komitmen PD IGRA Kabupaten Sragen untuk tidak hanya menjalankan aktivitas organisasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat ketika menghadapi persoalan kebutuhan dasar.

Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Karena itu, ketika sebagian masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, berbagai pihak perlu bergandengan tangan untuk membantu.

“PD IGRA harus hadir bukan hanya dalam ruang-ruang pertemuan, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Air bersih adalah kebutuhan dasar. Karena itu, ketika ada saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan air, kita harus bergerak dan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan kita,” ujar Sri Wahyuni.

Ia menambahkan, aksi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama.

Bantuan yang disalurkan mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi warga yang tengah menghadapi kesulitan air bersih, keberadaan satu tangki air dapat memberikan manfaat besar.

“Apa yang kita lakukan hari ini mungkin sederhana, tetapi bagi masyarakat yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih, ini sangat berarti. Yang paling penting bukan hanya bantuan yang kita berikan, tetapi bagaimana kita membangun rasa kepedulian dan kebersamaan. PD IGRA akan terus berusaha hadir bersama masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga:  Tolak Wisuda Berbayar, Puguh: Jangan Bebani Orang Tua di Tengah Sulitnya Ekonomi

Warga Langsung Antre Air

Kesulitan memperoleh air bersih dirasakan langsung warga Dusun Ploso Ombo, Desa Banyu Urip, Kecamatan Jenar.

Salah seorang warga, Mbah Supono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PD IGRA Kabupaten Sragen yang telah datang membawa bantuan air bersih.

Menurutnya, kondisi kemarau panjang membuat warga harus menghadapi persoalan serius dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

“Di musim kemarau yang panjang ini kami sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kami juga berharap dari berbagai pihak untuk memberikan bantuan air bersih. Dengan hadirnya PD IGRA ini kami sangat terbantu sekali,” ujar Supono.

Begitu air tiba di lokasi penampungan, warga langsung berdatangan. Ember, jeriken hingga galon bekas air mineral digunakan untuk mengambil air yang nantinya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata betapa pentingnya bantuan air bersih bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak kekeringan.

GARASI Ngawi Ikut Kawal Distribusi

Proses distribusi bantuan air bersih juga mendapat dukungan dari Gabungan Relawan Sine (GARASI) Kabupaten Ngawi.

Baca Juga:  Empati untuk yang Sepuh, Tak Perlu Lagi Antre Lama: Satlantas Salatiga Resmikan Loket BPKB Khusus Lansia

Relawan ikut membantu mengawal armada tangki menuju lokasi penerima bantuan. Sesampainya di titik penyaluran, relawan bersama warga setempat membantu proses pemindahan air dari tangki menuju tempat penampungan sementara.

Kolaborasi tersebut membuat proses penyaluran berjalan lebih tertib dan membantu warga memperoleh air secara langsung.

Air yang telah berada di penampungan kemudian diambil warga menggunakan berbagai wadah yang tersedia. Sebagian membawa ember, jeriken maupun galon bekas untuk menampung air dan membawanya pulang.

Sri Wahyuni mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga, khususnya masyarakat Dusun Ploso Ombo, Desa Banyu Urip, Kecamatan Jenar, serta warga di wilayah Kecamatan Tangen yang mengalami persoalan serupa.

Ia juga berharap kepedulian terhadap warga terdampak krisis air tidak berhenti pada satu kegiatan. Menurutnya, sinergi antara organisasi, relawan, masyarakat dan berbagai pihak diperlukan agar kebutuhan dasar warga dapat terus terpenuhi selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Aksi PD IGRA Kabupaten Sragen ini pun menjadi bukti bahwa kepedulian tidak harus menunggu program besar. Ketika kebutuhan masyarakat sudah mendesak, langkah sederhana berupa mengalirkan air bersih bisa menjadi bantuan yang sangat berarti bagi warga. (*)