Laporan: Wahyu Widodo

JAKARTA | SUARAGLOBAL.COM – Penataan permukiman kumuh tak cukup hanya dengan memperbaiki rumah yang rusak atau membenahi infrastruktur. Lebih dari itu, dibutuhkan kerja bersama lintas sektor agar kawasan tempat tinggal masyarakat benar-benar berubah menjadi lingkungan yang sehat, tertata, nyaman, dan mampu meningkatkan kualitas hidup warga.

Semangat tersebut mengemuka dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu yang digelar di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta.

Forum koordinasi tersebut turut dihadiri Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG. Kehadiran orang nomor satu di Kota Salatiga itu menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Salatiga memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat sekaligus menyelaraskan kebijakan penataan permukiman di daerah.

Forum nasional tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta jajaran kementerian/lembaga dan kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia.

Dalam forum itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa persoalan permukiman kumuh menjadi salah satu bagian penting dalam agenda pembangunan nasional.

Menurutnya, penanganan kawasan kumuh berkaitan erat dengan upaya pemerintah menghadirkan kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera. Lingkungan tempat tinggal yang layak, sehat, dan tertata menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga:  Pagi Mencekam di Pasar Lanang: Penemuan Mayat Pria Paruh Baya Gegerkan Warga

Karena itu, pemerintah terus mendorong penataan sekaligus revitalisasi kawasan permukiman yang masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kondisi lingkungan hingga kualitas hunian dan infrastruktur pendukung.

Namun, penanganan kawasan kumuh tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan yang disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Ia mendorong penguatan peran local champion serta pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas dalam mempercepat penataan permukiman kumuh.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena masyarakat bukan sekadar menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga harus dilibatkan dalam proses penataan kawasan sejak awal.

Dengan keterlibatan warga, berbagai program yang dijalankan diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Masyarakat dapat ikut menjaga, merawat, sekaligus mengembangkan lingkungan tempat tinggalnya agar hasil penataan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Bima Arya juga menekankan bahwa penanganan permukiman kumuh tidak cukup hanya berkutat pada pembenahan bangunan rumah. Penataan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melihat kawasan sebagai satu kesatuan.

Artinya, aspek lingkungan, sarana dan prasarana, pemberdayaan masyarakat, hingga kebutuhan sosial warga perlu menjadi perhatian dalam setiap program penanganan.

Baca Juga:  Jelang HUT RI ke-80, Polres Nganjuk Gencarkan Patroli SREG untuk Ciptakan Keamanan Kondusif

Arah kebijakan tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Salatiga. Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menegaskan komitmen Pemkot Salatiga untuk terus memperkuat penataan kawasan permukiman melalui kolaborasi lintas sektor.

Bagi Salatiga, penataan permukiman bukan sekadar urusan mempercantik kawasan. Lebih jauh, program tersebut harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.

Robby mendorong agar setiap langkah penanganan kawasan tidak hanya berorientasi pada pembenahan fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas lingkungan dan kebutuhan warga yang tinggal di dalamnya.

Pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar penataan permukiman mampu menyentuh persoalan secara lebih menyeluruh. Pemerintah daerah dapat mengintegrasikan berbagai program dan sumber daya, sementara masyarakat dilibatkan sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan.

Kehadiran Salatiga dalam forum koordinasi tingkat nasional tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dengan pemerintah pusat.

Dengan koordinasi yang semakin kuat, kebijakan penataan kawasan diharapkan dapat berjalan lebih terarah serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat daerah.

Bukan hanya membangun lingkungan yang terlihat lebih tertata, tetapi juga menciptakan kawasan hunian yang sehat, aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, penanganan permukiman kumuh bukan hanya tentang mengubah wajah kawasan. Lebih penting lagi, program tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang hidup yang lebih manusiawi bagi masyarakat.

Baca Juga:  PDAM Surya Sembada Surabaya Luncurkan 1.000 Meter Air Pintar untuk Dukung Smart City

Bagi Kota Salatiga, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi modal penting untuk mewujudkan kawasan permukiman yang semakin layak sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup warga.

Forum nasional tersebut pun menjadi pengingat bahwa persoalan permukiman kumuh membutuhkan kerja bersama. Ketika pemerintah pusat, daerah, komunitas, dan masyarakat bergerak dalam satu arah, penataan kawasan diharapkan tidak hanya menghasilkan perubahan fisik, tetapi juga membawa perubahan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)

 

Permukiman Kumuh Jadi Sorotan, Wali Kota Robby Bawa Semangat Penataan Salatiga ke Forum Nasional

Bukan Sekadar Bedah Rumah! Salatiga Perkuat Strategi Berantas Permukiman Kumuh

Wali Kota Robby Ikut Forum Nasional, Salatiga Gaspol Tata Kawasan Kumuh

Salatiga Tak Mau Setengah-Setengah, Penataan Permukiman Kumuh Didorong Lebih Terpadu

Dari Jakarta untuk Salatiga, Sinergi Penataan Permukiman Kumuh Makin Diperkuat

Kawasan Kumuh Dibidik, Salatiga Dorong Hunian Lebih Layak dan Nyaman

Robby Hernawan Hadiri Forum Nasional, Penataan Permukiman Salatiga Didorong Makin Nendang

Tak Cukup Bangun Fisik, Salatiga Dorong Penataan Kumuh Berbasis Masyarakat

Salatiga Ikut Gerbong Nasional Penataan Permukiman Kumuh, Kolaborasi Jadi Kunci

Kumuh Bukan Sekadar Soal Rumah, Salatiga Dorong Penataan Kawasan Secara Menyeluruh