Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Menjaga persatuan Indonesia tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Dari lingkungan keluarga, desa, hingga kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai kebangsaan dapat diwujudkan melalui sikap sederhana seperti gotong royong, musyawarah, saling menghargai dan peduli terhadap sesama.

Pesan tersebut disampaikan Anggota MPR RI, Dr. H. Muh Haris, S.S., M.Si., saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama masyarakat Desa Bendungan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (29/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Muh Haris mengajak masyarakat untuk tidak hanya memahami Empat Pilar MPR RI secara teori, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Empat Pilar MPR RI yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, menurutnya memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Nilai-nilai Empat Pilar ini sangat penting untuk terus kita jaga dan amalkan. Pancasila menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa, UUD 1945 menjadi konstitusi negara, NKRI harus kita jaga bersama, dan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita untuk menghargai keberagaman,” ujar Muh Haris.

Baca Juga:  Danrem 073/Makutarama Nobar Bareng BNI: Film Timur Gambarkan Loyalitas dan Kemanusiaan Prajurit

Perbedaan Jangan Jadi Pemecah Persatuan

Muh Haris menekankan bahwa masyarakat desa mempunyai posisi penting dalam menjaga kerukunan sekaligus memperkuat persatuan. Kehidupan sosial yang telah terbangun selama ini, menurutnya, harus terus dirawat meskipun masyarakat memiliki perbedaan pilihan, latar belakang maupun pandangan.

Perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh atau bahkan memutus hubungan sosial.

“Justru di tengah keberagaman itu kita harus semakin memperkuat gotong royong, kepedulian dan persatuan. Masyarakat adalah kekuatan utama dalam menjaga keutuhan NKRI,” katanya.

Menurut Muh Haris, pengamalan nilai kebangsaan sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan yang sudah menjadi bagian dari keseharian warga.

Gotong royong membersihkan lingkungan, bermusyawarah dalam menyelesaikan persoalan, membantu warga yang membutuhkan, menjaga keamanan lingkungan hingga membangun kepedulian terhadap kondisi sekitar merupakan contoh nyata pengamalan nilai-nilai tersebut.

Baca Juga:  Teka-Teki Kematian Diplomat Muda Kemlu Terungkap, Ini Jelasnya 

Karena itu, ia mendorong agar pemahaman mengenai Empat Pilar tidak berhenti pada forum sosialisasi maupun kegiatan formal. Nilai-nilai tersebut harus terus diterapkan dalam berbagai aktivitas masyarakat.

Wakil Rakyat Turun Langsung ke Desa

Sementara itu, Camat Pabelan, Surihanto, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang menghadirkan langsung anggota dewan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kehadiran wakil rakyat secara langsung di desa memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pemahaman sekaligus menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi.

“Kami mengapresiasi anggota dewan yang turun langsung ke desa dan mengadakan sosialisasi seperti ini. Masyarakat bisa bertemu langsung, mendapatkan pemahaman, sekaligus menyampaikan aspirasi,” ujar Surihanto.

Ia berharap kegiatan semacam itu dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya semakin memahami nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Kesadaran tersebut dinilai penting untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun sekaligus menjaga persatuan mulai dari lingkungan masing-masing.

Baca Juga:  Seorang Pria Paruh Baya Pamit Jalan Jalan Ditemukan Pingsan di Bawen, Ini Jelasnya

Kebangsaan Dimulai dari Desa

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Bendungan berlangsung secara interaktif. Masyarakat mengikuti pemaparan materi sekaligus berdialog mengenai berbagai persoalan kebangsaan dan kehidupan sosial di tingkat desa.

Forum tersebut menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dan wakil rakyat untuk membicarakan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Bagi Muh Haris, penguatan nilai-nilai kebangsaan memang tidak cukup hanya dilakukan di ruang-ruang formal. Semangat tersebut perlu terus ditumbuhkan dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat.

Desa menjadi salah satu tempat penting untuk membangun kebersamaan karena kehidupan sosial masyarakat berlangsung secara langsung dan berkelanjutan.

Ia berharap masyarakat dapat menjadikan nilai Pancasila, semangat menjaga NKRI, penghormatan terhadap konstitusi serta sikap menghargai keberagaman sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Menjaga Indonesia bukan hanya tugas pemerintah atau anggota dewan. Menjaga Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama, dan itu bisa dimulai dari lingkungan keluarga, desa, dan masyarakat sekitar,” pungkas Muh Haris. (*)