Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi pencurian sepeda motor di halaman sebuah masjid di Surabaya menjadi petunjuk penting bagi polisi untuk membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas kota. Berbekal rekaman tersebut, Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil meringkus dua orang tersangka yang diduga terlibat dalam serangkaian aksi pencurian di sedikitnya 20 tempat kejadian perkara (TKP).

Dua tersangka yang berhasil diamankan masing-masing berinisial MFR (22), warga Dukuh Bulak Banteng Sekolahan, Surabaya, dan ZGAS (24), warga Jalan Randu Agung, Surabaya.

Namun, pengungkapan kasus ini belum sepenuhnya tuntas. Polisi masih memburu seorang pelaku lainnya berinisial HR yang berhasil melarikan diri saat petugas melakukan penangkapan. HR kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Pengungkapan kasus tersebut sekaligus membuka dugaan adanya jaringan curanmor yang beroperasi secara bergantian di sejumlah wilayah, mulai dari Surabaya, Sidoarjo hingga Gresik.

Berawal dari CCTV Pencurian di Halaman Masjid

Kasus ini bermula dari aksi pencurian sepeda motor yang terjadi di halaman masjid di Jalan Kyai Tambak Deres, Surabaya, pada Minggu (27/9/2026).

Dalam rekaman CCTV, aksi pelaku terekam kamera pengawas hingga videonya menyebar dan viral di media sosial. Rekaman tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk bagi aparat kepolisian untuk mengidentifikasi pelaku.

Baca Juga:  Polda Jatim Bangun Gedung SPPG di Mojokerto, Targetkan 3.500 Penerima Manfaat Per Hari

Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak melakukan penyelidikan secara intensif.

Dari hasil pengembangan, polisi menemukan fakta bahwa MFR diduga tidak bekerja sendirian. Ia disebut menjalankan aksi bersama dua rekannya, yakni ZGAS dan HR.

Ketiganya diduga memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksi pencurian kendaraan bermotor. Mereka juga disebut berpindah-pindah lokasi untuk mencari sepeda motor yang menjadi sasaran.

Diburu hingga Gresik, Dua Pelaku Tertangkap

Setelah mengantongi identitas dan mengetahui pergerakan para pelaku, polisi melakukan pengintaian hingga ke wilayah Cerme, Kabupaten Gresik.

Di lokasi tersebut, ketiga orang yang diduga terlibat dalam komplotan curanmor itu diketahui tengah mencari sasaran kendaraan bermotor.

Petugas kemudian bergerak melakukan penangkapan. Hasilnya, MFR dan ZGAS berhasil diringkus.

Namun, seorang pelaku lainnya, HR, yang saat itu menunggu di atas sepeda motor, berhasil meloloskan diri dari kejaran petugas.

Meski satu orang masih buron, penangkapan dua tersangka tersebut menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk mengungkap lebih jauh jaringan pencurian yang diduga telah beraksi di berbagai wilayah.

Kunci T hingga Pistol Dompis Disita

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk menunjang aksi pencurian maupun mengantisipasi apabila perbuatan mereka diketahui korban.

Barang bukti tersebut antara lain kunci T, obeng modifikasi, kunci magnet, dua buah kunci palsu sepeda motor Honda, pisau penghabisan, serta pistol dompis.

Baca Juga:  Deepfake Gubernur Gunakan Motor Murah, Ratusan Warga Jadi Korban

Pisau dan pistol dompis ditemukan dari tersangka ZGAS.

Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kepada penyidik, kedua benda tersebut diduga dibawa untuk menakut-nakuti korban apabila aksi pencurian mereka dipergoki.

” Mereka beraksi bertiga. Satu temannya HR masih DPO. Kami amankan pisau dan dompis dari tersangka ZGAS,” kata Kasatreskrim AKP Margono melalui Kasi Humas Iptu Suroto, Senin (2/11/2026).

Selain peralatan yang diduga digunakan untuk membobol kendaraan, polisi juga menemukan sebuah kalung berbahan monel dari tersangka MFR.

Benda tersebut disebut-sebut digunakan tersangka sebagai jimat.

“Kami juga temukan kalung monel dari tersangka MFR. Kalung ini digunakan sebagai jimat,” terang Suroto.

Akui Terlibat di 20 TKP, Motor Curian Dijual ke Penadah

Dalam pemeriksaan awal, kedua tersangka mengakui keterlibatan mereka dalam serangkaian aksi pencurian sepeda motor.

Mereka mengaku melakukan pencurian secara bergantian dengan pembagian masing-masing 10 TKP. Dengan demikian, berdasarkan pengakuan kedua tersangka, terdapat sedikitnya 20 lokasi pencurian yang tersebar di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Sepeda motor hasil curian tersebut kemudian diduga dijual kepada seorang penadah berinisial AU.

Keterangan mengenai penadah tersebut kini menjadi bagian penting dalam pengembangan penyidikan. Polisi perlu menelusuri lebih jauh jalur distribusi kendaraan hasil kejahatan, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Baca Juga:  Semangat TNI dan Warga Menyatu! Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Kian Dikebut

Jika alur penjualan kendaraan curian berhasil dibongkar, bukan tidak mungkin jaringan yang lebih luas akan ikut terungkap.

“Pengakuan tersangka, pisau dan pistol dompis itu untuk menakut-nakuti jika aksinya ketahuan korban,” pungkas Suroto.

Polisi Masih Buru Pelaku yang Kabur

Meski dua tersangka telah diamankan, pekerjaan aparat kepolisian belum selesai. Satu orang yang diduga terlibat dalam komplotan tersebut, yakni HR, masih dalam pengejaran.

Penyidik juga masih memiliki pekerjaan untuk mendalami seluruh lokasi kejadian, menelusuri keberadaan kendaraan hasil curian, serta mengembangkan keterangan mengenai penadah berinisial AU.

Pengungkapan ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak lengah ketika memarkir kendaraan, termasuk di lingkungan tempat ibadah.

Halaman masjid, tempat umum, maupun lokasi yang dianggap aman tetap berpotensi menjadi sasaran pencurian apabila kendaraan ditinggalkan tanpa pengamanan memadai.

Masyarakat diimbau menggunakan kunci pengaman tambahan, memastikan kendaraan berada di area yang terpantau CCTV, serta segera melapor kepada kepolisian apabila mengetahui aktivitas mencurigakan.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa rekaman CCTV dapat menjadi salah satu bukti penting dalam membantu mengungkap tindak kejahatan.

Dengan tertangkapnya dua tersangka, polisi kini memiliki pijakan untuk membongkar lebih jauh dugaan jaringan curanmor lintas kota tersebut, sekaligus memburu pelaku yang masih buron. (*)