Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Jatim, Puguh Wiji Pamungkas Ingatkan Warga: Jangan Remehkan Ancaman Bencana!

Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran berbagai pihak. Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Anggota DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, yang mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai cuaca yang tidak menentu dapat memicu berbagai kejadian berbahaya seperti pohon tumbang, banjir, hingga tanah longsor di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Menurut Puguh, masyarakat harus lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar rumah, terutama ketika hujan deras turun disertai hembusan angin kencang yang berpotensi membahayakan.

Baca Juga:  Sinergi dan Dedikasi: Plt. Bupati Sidoarjo Apresiasi Keberhasilan PPK dalam Pilkada Serentak 2024

“Kondisi cuaca seperti sekarang ini perlu diwaspadai bersama. Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan agar dapat menghindari risiko yang ditimbulkan oleh bencana hidrometeorologi,” ujar Puguh, Jumat (7/3/2026).

Ia juga mengingatkan warga agar tidak berlindung atau beraktivitas di lokasi yang rawan membahayakan, seperti di bawah pohon besar, baliho, atau bangunan tua yang berpotensi roboh ketika diterpa angin kencang.

Dalam keterangannya, Puguh juga menyinggung insiden pohon tumbang yang terjadi di kawasan TPU Pendem. Peristiwa tersebut terjadi saat angin kencang melanda wilayah Kota Batu dan menyebabkan sebuah pohon besar roboh.

Baca Juga:  Calon Bhayangkara Muda Turun ke Mojokerto: Bersihkan Masjid, Rapikan Pasar, dan Tebar Sembako

Pohon yang tumbang itu bahkan menyeret tanah makam hingga mengundang perhatian masyarakat sekitar dan ramai diperbincangkan publik.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat menimbulkan dampak yang tidak terduga apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Puguh menilai pemerintah daerah perlu mengambil langkah cepat untuk meminimalkan risiko bencana. Salah satunya dengan melakukan pengecekan terhadap pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang, terutama di kawasan permukiman, jalan protokol, dan fasilitas umum.

Ia juga meminta agar instansi terkait meningkatkan pemantauan kondisi lingkungan di wilayah rawan bencana agar kejadian serupa tidak menimbulkan korban jiwa.

Di sisi lain, Puguh memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam melakukan berbagai upaya mitigasi bencana.

Baca Juga:  MAXPRO 2025 Roadshow: Pertamina Patra Niaga Dorong UMKM Lokal Jadi Bintang Nasional

Salah satu langkah yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca untuk mengendalikan intensitas hujan yang berpotensi menimbulkan bencana di sejumlah wilayah.

Menurut Puguh, upaya mitigasi tersebut perlu terus diperkuat dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Program seperti Desa Tangguh Bencana juga dinilai sangat penting untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.

“Dengan kewaspadaan bersama serta mitigasi yang baik, kita berharap dampak bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalisir,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!