Laporan: Budi Santoso

NGAWI | SUARAGLOBAL.COM – Keseriusan bakal calon Kepala Desa Kauman, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Warsito, untuk mempersiapkan diri memimpin desa tak sekadar diwujudkan lewat wacana. Ia memilih turun langsung belajar kepada sosok kepala desa yang dinilai sukses membangun wilayahnya, yakni Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Hoho Alkaf.

Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026) itu bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum berbagi pengalaman mengenai tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, hingga strategi meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengembangan potensi lokal.

Warsito mengungkapkan, dirinya sengaja datang ke Desa Purwasaba karena ingin melihat secara langsung bagaimana Hoho Alkaf mampu membawa perubahan bagi masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh sektor ekonomi desa.

Menurutnya, keberhasilan tersebut layak dijadikan inspirasi bagi desa-desa lain, termasuk Desa Kauman.

Baca Juga:  Menteri Keuangan : 'Potensi Kawasan Asia Timur Masih Sangat Besar Untuk Mengangkat Status Menjadi High Income Country

“Kedatangan kami selain bersilaturahmi dengan Pak Hoho, juga ingin mengenal lebih dekat. Syukur-syukur bisa ketularan sukses seperti beliau,” ujar Warsito.

Dalam suasana penuh keakraban, keduanya berdiskusi panjang mengenai berbagai program unggulan yang telah dijalankan di Desa Purwasaba. Pembahasan meliputi pengembangan peternakan ayam petelur, budidaya ikan lele, hingga pengelolaan sektor wisata desa yang kini berkembang dan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat serta mendorong tumbuhnya pelaku UMKM.

Warsito menilai, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Dibutuhkan inovasi, kreativitas, serta kemampuan menggali potensi lokal agar mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ia berharap pengalaman yang diperolehnya selama berdiskusi dengan Hoho Alkaf dapat menjadi bekal apabila masyarakat Desa Kauman nantinya memberikan kepercayaan untuk memimpin desa.

“Harapan kami, ilmu yang saya dapat dari Pak Hoho akan saya terapkan di Desa Kauman jika kelak dipercaya memimpin desa oleh masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  FGD Kecamatan Simokerto: Strategi Terpadu Perangi Stunting di Surabaya

Sementara itu, Kepala Desa Purwasaba Hoho Alkaf menyambut hangat kedatangan Warsito. Baginya, silaturahmi antardesa merupakan langkah positif untuk saling bertukar pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus memperkuat semangat membangun desa dari bawah.

Hoho menegaskan bahwa seorang kepala desa harus memiliki jiwa kepemimpinan yang terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Menurutnya, keterbukaan menjadi salah satu kunci agar pembangunan desa berjalan sesuai kebutuhan warga.

“Menjadi kepala desa itu jangan anti kritik dan harus siap menerima segala masukan dari masyarakat. Dengan begitu pembangunan desa akan berjalan lebih baik,” tegas Hoho.

Tak hanya berbagi pengalaman, Hoho juga memberikan dukungan moral kepada Warsito yang akan maju dalam pemilihan Kepala Desa Kauman. Bahkan, ia secara terbuka menyatakan kesiapannya hadir untuk memberikan semangat kepada masyarakat apabila dibutuhkan.

Baca Juga:  Puluhan Kg Sabu Disita! Polda Jawa Timur Bongkar Dua Kasus, Satu Kurir Ditangkap, Satu DPO

Menurut Hoho, partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi desa merupakan faktor penting untuk melahirkan pemimpin yang benar-benar mendapat legitimasi rakyat.

“Saya mengajak masyarakat Desa Kauman untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya. Jika waktunya tiba, saya juga siap menjadi juru kampanye dan bersilaturahmi dengan masyarakat di sana. Mohon doanya agar saya selalu diberi kesehatan,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan desa tidak hanya membutuhkan anggaran, tetapi juga kemauan untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi. Semangat yang ditunjukkan Warsito dengan mendatangi desa yang dinilai berhasil diharapkan menjadi inspirasi bahwa kemajuan desa dapat diraih melalui inovasi, keterbukaan, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (*)