Laporan: Wahono

MAGELANG | SUARAGLOBAL.COM – Gunung Merbabu kembali menyuguhkan panorama yang membuat decak kagum para pendaki. Memasuki puncak musim kemarau, kawasan pegunungan di perbatasan Kabupaten Magelang, Boyolali, Semarang, dan Salatiga itu kembali diselimuti fenomena embun es atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai embun upas.

Pemandangan bak negeri bersalju tampak menghiasi sabana dan jalur pendakian. Hamparan rumput, dedaunan, hingga perlengkapan pendaki berubah putih berkilau setelah tertutup lapisan kristal es yang terbentuk akibat suhu udara yang turun drastis pada malam hingga menjelang pagi.

Rekaman yang diabadikan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) bersama para pendaki memperlihatkan lapisan es tipis menempel di berbagai permukaan. Rumput, tanaman liar, terpal, tenda, hingga perlengkapan kemah tampak membeku seolah tertutup salju.

Kristal-kristal es tersebut bahkan membentuk lapisan tipis menyerupai kaca. Saat disentuh atau diangkat, lapisan es mudah pecah sebelum akhirnya mencair karena terkena suhu tubuh.

Baca Juga:  Rektor UIN Salatiga Ajak Maba Hidupi Green Wasathiyah: Cinta Damai, Anti Kekerasan, dan Jauhi Narkoba

Kepala Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Nurpana Sulaksono, menjelaskan bahwa kemunculan embun es merupakan fenomena alam yang lazim terjadi setiap memasuki puncak musim kemarau.

Menurutnya, udara yang lebih kering dengan tingkat kelembapan rendah menyebabkan suhu di kawasan pegunungan turun sangat signifikan saat malam hingga pagi hari.

Selain itu, fenomena ini diperkuat oleh pengaruh angin monsun dari Australia yang saat ini sedang mengalami musim dingin. Aliran udara dingin dan kering menuju Pulau Jawa membuat embun yang menempel pada tumbuhan maupun benda-benda di sekitar pendaki membeku menjadi kristal es.

Berdasarkan hasil pengukuran BTNGMb selama sepekan terakhir, suhu udara di kawasan puncak Gunung Merbabu berkisar antara 1 hingga 6 derajat Celsius. Sementara secara umum, suhu saat fenomena embun es berlangsung berada pada kisaran 0 sampai 10 derajat Celsius.

Baca Juga:  Padat Merayap di Suramadu, Satlantas Tanjung Perak Terapkan Rekayasa Lalu Lintas 

Fenomena embun upas umumnya muncul di kawasan dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Beberapa titik yang dilaporkan mengalami kemunculan embun es antara lain Sabana 1, Sabana 2, serta jalur Swanting di wilayah Magelang.

Keindahan panorama putih yang menyelimuti Merbabu memang menjadi magnet tersendiri bagi para pendaki dan pecinta fotografi alam. Banyak pengunjung memanfaatkan momen langka tersebut untuk mengabadikan lanskap yang menyerupai pegunungan bersalju.

Namun di balik keindahannya, BTNGMb mengingatkan bahwa embun es merupakan indikator cuaca ekstrem yang harus diwaspadai. Suhu yang sangat rendah meningkatkan risiko hipotermia, terutama bagi pendaki yang tidak membawa perlengkapan memadai.

Hingga kini, BTNGMb belum dapat memastikan kapan fenomena embun es akan berakhir. Kemunculannya sangat bergantung pada perkembangan musim kemarau dan pengaruh angin monsun Australia dalam beberapa pekan ke depan.

Baca Juga:  Aset Program Pemerintah Jadi Sasaran! Dua Outdoor AC KDMP Dicuri, Pelaku Raup Jutaan Rupiah

Balai Taman Nasional Gunung Merbabu pun mengimbau seluruh pendaki agar mempersiapkan diri secara maksimal sebelum melakukan pendakian. Pendaki disarankan mengenakan pakaian berlapis, membawa jaket tebal, sleeping bag yang sesuai standar suhu rendah, sarung tangan, penutup kepala, serta memahami tanda-tanda awal hipotermia agar dapat segera melakukan penanganan.

Selain itu, pendaki diminta tetap menggunakan jalur resmi yang telah ditetapkan dan tidak menyalakan api unggun sembarangan. Di tengah musim kemarau, kondisi vegetasi yang mengering membuat kawasan Gunung Merbabu sangat rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Keindahan embun upas memang menghadirkan pesona alam yang luar biasa. Namun, di balik panorama bak negeri salju tersebut, para pendaki tetap dituntut mengutamakan keselamatan agar pengalaman menikmati fenomena langka ini tetap aman dan berkesan. (*)