Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Suasana berbeda tampak di Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga, Rabu (23/7/2026). Bukan persidangan ataupun kegiatan pembinaan rutin, melainkan semangat belajar yang memenuhi ruangan saat Rutan Salatiga resmi membuka Program Pendidikan Kesetaraan (Kejar Paket) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Sebanyak 21 warga binaan mengikuti pembukaan program hasil kerja sama antara Rutan Kelas IIB Salatiga dengan Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Salatiga. Program tersebut menjadi langkah nyata dalam memberikan hak pendidikan sekaligus membekali warga binaan dengan ilmu pengetahuan sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Sejak kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Wajah-wajah penuh semangat menunjukkan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan menjadi harapan baru bagi mereka untuk memperbaiki masa depan.

Baca Juga:  Kemeriahan Welcome Dinner ICAS ke-13: Kota Surabaya Pamerkan Budaya dan Wisata Unik di Balai Kota

Kepala Rutan Kelas IIB Salatiga, Anda Tuning Supiluhu, A.Md.IP., S.H., menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan yang tidak boleh diabaikan.

Menurutnya, pendidikan bukan hanya memberikan tambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, meningkatkan rasa percaya diri, serta menjadi bekal agar warga binaan mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

“Pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam pembinaan karena mampu membentuk karakter, meningkatkan pengetahuan, serta memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti program ini dengan sungguh-sungguh sehingga menjadi pribadi yang lebih baik, lebih percaya diri, dan siap menjalani kehidupan yang lebih positif setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Anda Tuning dalam sambutannya.

Tak hanya memberikan motivasi melalui sambutan, Kepala Rutan juga mencairkan suasana dengan menggelar mini games berupa sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta.

Baca Juga:  Gas Pol Berujung Tilang: Polres Tuban Amankan 35 Motor Balap Liar di Jalan Soekarno-Hatta

Setiap warga binaan yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan voucher telepon yang diserahkan langsung oleh Kepala Rutan sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka dalam mengikuti proses belajar.

Sorak gembira dan senyum bahagia pun menghiasi aula ketika para peserta berhasil memenangkan hadiah. Momen tersebut membuat suasana belajar terasa lebih hidup, interaktif, sekaligus membangun motivasi agar mereka semakin giat mengikuti pendidikan.

Salah satu peserta Program Pendidikan Kesetaraan, Liswanto, mengaku sangat bersyukur memperoleh kesempatan kembali belajar meski sedang menjalani masa pidana.

Ia menilai program tersebut menjadi titik awal untuk memperbaiki diri sekaligus membuka harapan baru demi masa depan yang lebih baik.

“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada Rutan Salatiga serta SPNF SKB Kota Salatiga yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar lagi. Program ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus memperbaiki diri, menambah ilmu, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Hangatkan Silaturahmi, Humas Polda Jatim Anjangsana ke Purnawirawan di Momen HUT ke-74: Wujud Nyata Polisi Humanis

Program Pendidikan Kesetaraan ini merupakan bagian dari komitmen Rutan Salatiga dalam mewujudkan pembinaan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui sinergi bersama SPNF SKB Kota Salatiga, program ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak warga binaan memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikan sekaligus mempersiapkan diri menjadi pribadi yang produktif.

Rutan Salatiga optimistis, bekal pendidikan yang diberikan selama menjalani masa pembinaan akan menjadi modal penting bagi warga binaan untuk kembali diterima di tengah masyarakat, memperoleh pekerjaan yang layak, serta membangun kehidupan yang lebih baik bersama keluarga setelah menyelesaikan masa pidananya. (*)