Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Babak baru dunia organisasi kewartawanan di Kota Pahlawan mulai bergulir. Sejumlah wartawan aktif dari berbagai media online sepakat membentuk calon Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kota Surabaya.

Kesepakatan tersebut lahir dalam musyawarah yang digelar di kawasan Sambi Kerep, Surabaya, Minggu (9/8/2026). Pertemuan itu menjadi langkah awal untuk membangun wadah bersama bagi para wartawan di Kota Surabaya.

Dalam musyawarah tersebut, Slamet, Amd.Kep., S.M., C.BJ., C.EJ., C.Par., dipercaya sebagai calon Ketua DPD SWI Kota Surabaya.

Tak hanya menentukan calon ketua, peserta musyawarah juga mulai menyusun formasi awal untuk menggerakkan organisasi. Tutik Puji Lestari ditunjuk sebagai Sekretaris, sedangkan Iswahyudi dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua.

Sejumlah bidang strategis juga mulai diisi. Bagas dipercaya menangani bidang sosial dan ekonomi, sementara Moch Ridwan ditunjuk sebagai penanggung jawab pendidikan dan pelatihan (diklat) serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Untuk bidang pemberdayaan perempuan, peserta menunjuk Ninis Indrawati. Sementara posisi Bendahara dipercayakan kepada Pramuja.

Susunan awal tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan proses pembentukan kepengurusan DPD SWI Kota Surabaya secara lebih lengkap.

Pembina SWI Kota Surabaya, Ahmad Holil, S.Ikom., CFLE, turut memberikan arahan kepada calon Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) yang telah ditunjuk.

Baca Juga:  Polres Blitar Tingkatkan Keamanan dengan Sterilisasi Kantor KPU Jelang Pendaftaran Pilkada 2024

Ahmad Holil meminta jajaran KSB segera bergerak menyusun komposisi kepengurusan dengan tetap melibatkan para peserta yang hadir dalam musyawarah.

Menurutnya, organisasi tidak akan berjalan kuat apabila hanya bertumpu pada segelintir orang. Karena itu, keterlibatan dan kebersamaan seluruh peserta menjadi bagian penting dalam membangun pondasi organisasi.

Ia menekankan tiga hal penting dalam menjalankan organisasi, yakni soliditas, kebersamaan, dan transparansi.

Musyawarah juga harus menjadi tradisi dalam setiap proses pengambilan keputusan. Setiap persoalan, menurutnya, perlu dibicarakan bersama sebelum sebuah keputusan dijalankan.

“Setiap langkah, dibicarakan, ditimbulkan, dikonsultasikan, lalu jalan bersama,” ujar Ahmad Holil.

Pesan tersebut menjadi penekanan agar calon pengurus tidak mengambil keputusan secara sepihak ketika roda organisasi mulai berjalan.

Komunikasi terbuka dinilai menjadi kunci agar seluruh jajaran dapat memahami arah organisasi sekaligus memiliki rasa tanggung jawab bersama.

Ahmad Holil juga berharap para calon pengurus mampu menjaga kekompakan. Perbedaan pandangan, menurutnya, semestinya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan menjadi pemicu perpecahan.

Setelah dipercaya sebagai calon Ketua DPD SWI Surabaya, Slamet selanjutnya akan berkoordinasi dengan jajaran yang telah ditunjuk untuk menyusun struktur kepengurusan.

Penyusunan tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi sekaligus mengakomodasi peserta yang sebelumnya ikut dalam musyawarah.

Baca Juga:  Gas Subsidi Disulap Jadi Elpiji 12 Kg! Sindikat Oplosan Digerebek di Sidoarjo

Langkah ini menjadi pekerjaan rumah pertama bagi calon pengurus sebelum organisasi menjalankan berbagai program secara lebih luas.

Dengan komposisi awal yang telah terbentuk, proses konsolidasi diharapkan dapat berlangsung cepat namun tetap mengedepankan prinsip kebersamaan.

Bagi para penggagas, pembentukan calon DPD SWI Surabaya bukan sekadar membangun struktur organisasi. Lebih dari itu, wadah tersebut diharapkan menjadi rumah bersama bagi wartawan di Kota Pahlawan untuk berkomunikasi, bertukar gagasan, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat profesionalisme.

SWI membawa visi untuk mewujudkan wartawan Indonesia yang profesional, kompeten, dan sejahtera.

Semangat tersebut menjadi salah satu landasan dalam pembentukan calon DPD SWI Surabaya. Organisasi diharapkan mampu menjadi ruang bagi para wartawan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat solidaritas profesi.

Selain itu, SWI juga memiliki misi memperjuangkan kebebasan pers yang sehat serta meningkatkan kualitas dan integritas jurnalis melalui standardisasi dan peningkatan kompetensi.

Di tengah perkembangan industri media yang semakin cepat, wartawan dituntut tidak hanya mampu menghasilkan berita, tetapi juga memahami etika, akurasi, verifikasi, serta tanggung jawab jurnalistik.

Karena itu, keberadaan organisasi kewartawanan diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk mendorong peningkatan kapasitas para anggotanya.

Baca Juga:  Semarak Hari Santri di UIN Salatiga: Santri Got Talent Tampilkan Ragam Bakat dan Kreativitas Pesantren

Melalui kepengurusan yang akan segera disusun, calon DPD SWI Surabaya diharapkan mampu menjadi wadah komunikasi sekaligus pengembangan sumber daya manusia bagi wartawan.

Program pendidikan dan pelatihan juga diharapkan menjadi salah satu perhatian sehingga wartawan dapat terus mengikuti perkembangan teknologi, media digital, serta dinamika dunia jurnalistik.

Pembentukan calon DPD SWI Surabaya kini memasuki tahap berikutnya. Setelah calon pimpinan dan sejumlah posisi awal ditetapkan, pekerjaan selanjutnya adalah merampungkan struktur organisasi.

Para calon pengurus akan mengakomodasi aspirasi peserta musyawarah dalam penyusunan kepengurusan maupun program kerja.

Semangat yang dibangun sejak awal adalah soliditas. Organisasi diharapkan tidak hanya memiliki struktur di atas kertas, tetapi juga mampu menghadirkan kerja nyata bagi para anggotanya.

Kebersamaan menjadi modal utama. Transparansi menjadi pijakan. Sementara kompetensi dan profesionalisme menjadi target yang ingin terus didorong.

Dengan fondasi tersebut, calon DPD SWI Surabaya diharapkan mampu tumbuh sebagai wadah wartawan yang aktif, mandiri, kompeten, serta memiliki kepedulian terhadap perkembangan pers di Kota Pahlawan.

Dari sebuah musyawarah di Sambi Kerep, roda organisasi kini mulai diputar. Slamet bersama jajaran yang telah ditunjuk mendapat tugas untuk merapikan barisan, menyusun kepengurusan, dan membawa calon DPD SWI Surabaya menuju tahapan berikutnya. (*)