Laporan: Iswahyudi Artya

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Ilmu tidak boleh berhenti di ruang diskusi. Pengetahuan yang dimiliki pengurus organisasi harus mampu diterjemahkan menjadi langkah nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semangat inilah yang menjadi salah satu pesan penting dalam Rapat Kerja (Raker) Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tawangsari, Sidoarjo.

Raker tersebut menjadi momentum bagi jajaran pengurus untuk menyusun arah organisasi sekaligus merumuskan berbagai program kerja yang diharapkan mampu memberikan kemaslahatan bagi umat. Forum tidak hanya dimanfaatkan untuk membicarakan agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menyatukan pemikiran, memperkuat komitmen, dan menyusun langkah pengabdian yang lebih konkret.

Dalam forum tersebut, pengurus didorong untuk menjadikan ilmu sebagai bekal utama dalam membaca berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Namun, ilmu dinilai tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak disertai dengan hikmah dalam penerapannya.

Baca Juga:  Perkuat Keamanan Perairan, Kapolda Jatim Luncurkan Dermaga dan Kapal Cepat di Banyuwangi

Karena itu, ilmu dan hikmah dipandang sebagai dua hal yang harus berjalan beriringan. Ilmu membantu pengurus memahami persoalan secara lebih utuh, sedangkan hikmah diperlukan agar setiap keputusan yang diambil benar-benar mempertimbangkan situasi, waktu, cara, serta tujuan yang hendak dicapai.

Melalui proses dialog dan bertukar gagasan dalam Raker, para pengurus berupaya menemukan berbagai gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Setiap ide yang muncul diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan dapat berkembang menjadi program yang mampu menghadirkan manfaat secara langsung.

Semangat tersebut menjadi semakin penting di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat. Dinamika sosial masyarakat, perkembangan teknologi, serta munculnya berbagai persoalan baru menuntut organisasi untuk terus belajar dan beradaptasi.

PRNU Tawangsari pun mendorong para pengurus untuk tidak merasa cukup hanya dengan meningkatkan wawasan. Pengetahuan yang diperoleh harus memiliki keberanian untuk diterapkan dalam kehidupan sosial melalui kegiatan yang konstruktif dan memberikan manfaat bagi sesama.

Baca Juga:  Kapolres Pasuruan Gelar "Sambung Roso" di Masjid Merah Pandaan, Anggota Curhat soal Tugas dan Keluarga

Dalam kerangka tersebut, ilmu, hikmah, dan pengabdian ditempatkan sebagai satu rangkaian yang saling melengkapi. Pengurus menggunakan ilmu untuk memahami persoalan, mengedepankan hikmah ketika menentukan pilihan, kemudian menerjemahkannya dalam bentuk tindakan nyata yang membawa kebaikan bagi masyarakat.

Kehadiran dan keterlibatan aktif seluruh pengurus dalam Raker juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Partisipasi tersebut membuka ruang komunikasi dan memperkuat kebersamaan antarpengurus.

Lebih dari sekadar menyusun daftar kegiatan, Raker menjadi kesempatan untuk menyatukan visi dan langkah. Dengan komunikasi yang terbangun secara baik, setiap pengurus diharapkan memahami peran masing-masing serta mampu berkontribusi dalam menjalankan program organisasi.

Semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting agar program kerja PRNU Tawangsari dapat berjalan secara terarah. Organisasi diharapkan tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan pendampingan, pelayanan, maupun kegiatan yang mendorong kemajuan bersama.

Baca Juga:  Kapolda Kalbar : “Kita Berusaha Dengan Maksimal, Demi Keselamatan Bersama”

PRNU Tawangsari berharap hasil Raker dapat melahirkan program-program yang memiliki arah jelas sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, keberadaan organisasi tidak sekadar terlihat melalui kegiatan seremonial, tetapi benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh umat.

Pada akhirnya, pesan utama yang mengemuka adalah bagaimana ilmu yang dimiliki setiap pengurus tidak berhenti menjadi pengetahuan pribadi. Ilmu harus menemukan jalannya melalui hikmah, lalu diwujudkan dalam pengabdian.

Dari Raker itulah diharapkan lahir langkah-langkah nyata yang membawa PRNU Tawangsari semakin dekat dengan masyarakat. Sebab, ilmu yang bermanfaat bukan hanya yang dipahami, tetapi juga yang mampu diwujudkan menjadi kebaikan bagi sesama. (*)