25 Lulusan Resmi Diwisuda, STIKes AR-RUM Salatiga Cetak Tenaga Kesehatan Berintegritas dan Humanis

Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Bukan sekadar seremoni kelulusan, Wisuda ke-VIII Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) AR-RUM Salatiga menjadi momentum untuk menegaskan komitmen mencetak tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan humanis. Di tengah tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang, kampus ini tak hanya mengukuhkan 25 lulusan baru, tetapi juga menorehkan capaian akademik melalui reakreditasi dua program studi hingga keberhasilan dosen meraih empat hibah dari kementerian.
Prosesi wisuda berlangsung di Laras Asri Resort, Salatiga, Kamis (22/10/2026). Sebanyak 25 lulusan dari Program Studi D3 Kebidanan dan Sarjana Farmasi resmi dikukuhkan untuk melangkah ke tahap berikutnya, yakni mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Ketua STIKes AR-RUM Salatiga, Bdn. Retnaning Muji Lestari, S.ST., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari banyaknya lulusan yang dihasilkan. Lebih dari itu, kualitas pendidikan, pembentukan karakter, serta kontribusi nyata kepada masyarakat menjadi ukuran penting dalam menjalankan peran institusi pendidikan tinggi.
“Perjalanan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, melainkan dari komitmen menjaga mutu pendidikan, membangun karakter, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Retnaning.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pendidikan tenaga kesehatan harus berjalan seiring dengan penguatan kompetensi, etika profesi, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Dua Program Studi Jalani Reakreditasi
Di balik prosesi wisuda, STIKes AR-RUM Salatiga mencatat sejumlah perkembangan dalam bidang akademik selama satu tahun terakhir. Salah satunya melalui pelaksanaan reakreditasi terhadap dua program studi, yakni D3 Kebidanan dan Sarjana Farmasi.
Kedua program studi tersebut memperoleh status terakreditasi. Capaian ini menjadi bagian dari upaya institusi untuk menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran yang dijalankan.
Bagi perguruan tinggi di bidang kesehatan, mutu pendidikan memiliki arti penting karena lulusan nantinya diharapkan mampu menjalankan tugas profesional dengan kompetensi yang memadai, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap etika profesi.
Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas. Pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembentukan karakter mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Dosen Raih Empat Hibah dari Kementerian
Prestasi lain datang dari bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, dosen STIKes AR-RUM Salatiga berhasil memperoleh empat hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Empat hibah tersebut terdiri atas tiga hibah penelitian dan satu hibah pengabdian kepada masyarakat.
Capaian ini menunjukkan adanya upaya pengembangan kegiatan akademik yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga mendorong dosen untuk menghasilkan penelitian serta menjalankan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Melalui kegiatan tersebut, perguruan tinggi diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan sekaligus menghadirkan kontribusi yang relevan dengan kebutuhan lingkungan sekitar.
Prestasi juga ditorehkan mahasiswa STIKes AR-RUM Salatiga melalui keberhasilan meraih Juara III dalam lomba esai tingkat nasional.
Keberhasilan tersebut menambah catatan positif bagi kampus dalam mendorong kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis, menyusun gagasan, serta berkompetisi di tingkat nasional.
Rangkaian capaian tersebut menjadi modal bagi STIKes AR-RUM Salatiga untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Tak Hanya di Kampus, Dampingi Ibu Hamil hingga Masa Nifas
Komitmen STIKes AR-RUM Salatiga juga diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan kesehatan masyarakat. Kampus ini memperluas kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Bappeda, kelurahan, rumah sakit, serta kader di Kota Salatiga.
Salah satu program yang dijalankan adalah pendampingan ibu hamil hingga masa nifas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak, sekaligus memperkuat keterlibatan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.
Pendampingan sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan memiliki peran penting dalam meningkatkan perhatian terhadap kesehatan ibu dan bayi. Dalam pelaksanaannya, sinergi berbagai pihak menjadi salah satu unsur pendukung agar edukasi dan pendampingan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan yang berkaitan dengan kehidupan sehat dan kesejahteraan serta peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Melalui kolaborasi lintas sektor, STIKes AR-RUM Salatiga berupaya memperkuat peran perguruan tinggi agar tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik di lingkungan kampus, tetapi juga terlibat dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara langsung.
Retnaning: Wisuda Bukan Akhir, tetapi Awal Pengabdian
Dalam prosesi wisuda yang dipimpinnya, Retnaning Muji Lestari mengingatkan para lulusan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukanlah akhir perjalanan. Sebaliknya, kelulusan menjadi titik awal untuk menerapkan ilmu pengetahuan, mengembangkan kemampuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian yang sesungguhnya,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para lulusan bahwa gelar akademik harus diiringi dengan tanggung jawab dalam menjalankan profesi. Terlebih, bidang kesehatan berkaitan langsung dengan keselamatan, kualitas hidup, dan kepercayaan masyarakat.
Retnaning berharap para lulusan mampu menjalankan peran profesional dengan berbekal ilmu pengetahuan, integritas, dan kerendahan hati.
Selain memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing, para wisudawan juga diharapkan mampu menjaga nama baik almamater serta menunjukkan karakter yang baik dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Sikap humanis menjadi salah satu nilai yang ditekankan. Tenaga kesehatan tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi yang baik, menghargai pasien, serta memahami kebutuhan masyarakat yang dilayani.
Dengan bekal tersebut, para lulusan diharapkan dapat menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Dihadiri Unsur Kesehatan dan Yayasan
Wisuda ke-VIII STIKes AR-RUM Salatiga turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), jajaran Yayasan Ar-Rum, serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menambah makna kegiatan wisuda sebagai momentum yang mempertemukan institusi pendidikan dengan para pemangku kepentingan di bidang kesehatan.
Rangkaian acara berlangsung dengan sejumlah agenda, mulai dari pemberian penghargaan kepada lulusan berprestasi, pembacaan sumpah profesi, penampilan tari oleh unit kegiatan mahasiswa (UKM), hingga persembahan lagu dari tamu undangan dan para wisudawan.
Selain menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan mahasiswa menyelesaikan pendidikan, kegiatan tersebut juga menandai kesiapan para lulusan untuk melanjutkan perjalanan profesional dengan membawa nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Siapkan Lulusan yang Bermanfaat bagi Masyarakat
Pengukuhan 25 lulusan dalam Wisuda ke-VIII menjadi bagian dari perjalanan STIKes AR-RUM Salatiga dalam menjalankan peran sebagai institusi pendidikan di bidang kesehatan.
Dengan capaian reakreditasi dua program studi, perolehan empat hibah kementerian, prestasi mahasiswa di tingkat nasional, serta keterlibatan dalam pendampingan kesehatan masyarakat, kampus ini berupaya memperkuat kualitas pendidikan sekaligus memperluas kontribusinya di luar lingkungan akademik.
Ke depan, peningkatan mutu pendidikan tetap menjadi salah satu aspek penting dalam menyiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kesehatan.
Melalui bekal ilmu pengetahuan, integritas, karakter, dan kepedulian sosial, para lulusan diharapkan tidak hanya mampu mengembangkan karier profesional, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi STIKes AR-RUM Salatiga, wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi awal bagi para lulusan untuk membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diwujudkan menjadi pengabdian yang bermakna. (*)












Tinggalkan Balasan