Gempur Narkoba dari Bangku Sekolah! Kapolres Tanjung Perak Turun Langsung Bentengi Pelajar SMPN 15 Surabaya

Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Ancaman narkoba yang terus mengintai generasi muda menjadi perhatian serius jajaran kepolisian. Tak ingin masa depan para pelajar dirusak oleh barang haram tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jawa Timur mengambil langkah nyata dengan turun langsung ke lingkungan sekolah untuk memberikan pembinaan dan edukasi kepada ratusan siswa SMP Negeri 15 Surabaya.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK), Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Irwan Kurniawan AZ, hadir langsung memimpin kegiatan pembinaan yang berlangsung di SMPN 15 Surabaya, Jalan H.M. Noer No. 352, Kecamatan Kenjeran, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.10 hingga 08.30 WIB tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam membangun karakter generasi muda agar memiliki kedisiplinan, kesadaran hukum, serta ketahanan diri menghadapi berbagai pengaruh negatif lingkungan pergaulan.
Kedatangan Kapolres disambut hangat Kepala SMPN 15 Surabaya, Yoeri Soesilo, bersama jajaran guru dan seluruh siswa yang mengikuti kegiatan apel pagi tersebut.
Kapolres Turun Langsung, Berikan Pesan Tegas kepada Pelajar
Dalam amanatnya, AKBP Irwan Kurniawan AZ menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di lingkungan sekolah tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Lebih dari itu, polisi ingin hadir sebagai sahabat, pelindung, sekaligus pembimbing bagi para pelajar agar mampu tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, dan memiliki masa depan yang cerah.
Menurutnya, lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk menimba ilmu, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Kapolres juga mengingatkan bahwa usia remaja merupakan masa penting dalam pembentukan karakter. Karena itu, para siswa harus mampu memilih lingkungan pergaulan yang sehat dan tidak mudah terpengaruh ajakan negatif, terutama penyalahgunaan narkoba.
Dengan nada penuh motivasi, AKBP Irwan mengajak seluruh pelajar untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin demi meraih cita-cita.
“Manfaatkan waktu sebaik-baiknya, terus belajar, jauhi narkoba, dan sayangi diri sendiri. Jadilah generasi yang berani mengatakan tidak pada narkoba,” tegas AKBP Irwan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan generasi muda harus dijaga sejak dini. Sebab, sekali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, dampaknya dapat merusak kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, bahkan masa depan seseorang.
Kasat Narkoba Berikan Edukasi Bahaya Narkotika
Tidak berhenti pada apel pembinaan, kegiatan POLIDIK kemudian dilanjutkan dengan sesi edukasi khusus mengenai bahaya narkoba yang disampaikan langsung oleh Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus.
Dalam sesi tersebut, para siswa mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya mengenali ancaman penyalahgunaan narkotika serta memahami dampak buruk yang dapat ditimbulkan apabila seseorang terjerumus dalam lingkaran barang terlarang.
Edukasi ini menjadi bagian penting dari upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Melalui penyampaian materi secara langsung, kepolisian berupaya menanamkan pemahaman kepada para pelajar agar tidak sekadar mengetahui bahwa narkoba berbahaya, tetapi juga memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk ajakan maupun bujukan yang mengarah pada penyalahgunaannya.
Para pelajar juga didorong untuk memahami bahwa pencegahan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan pergaulan.
Tak Hanya Narkoba, Kenakalan Remaja dan Media Sosial Ikut Jadi Sorotan
Menariknya, pembinaan melalui program POLIDIK kali ini tidak hanya menitikberatkan pada persoalan narkotika.
Para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai upaya mengantisipasi kenakalan remaja serta pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, pelajar dinilai perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, menghindari konten negatif, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar di dunia maya.
Penggunaan media sosial tanpa pengawasan dan pemahaman yang baik berpotensi menimbulkan persoalan, mulai dari perundungan siber, penyebaran informasi tidak benar, hingga tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Karena itu, pembinaan karakter dan kesadaran hukum menjadi bekal penting agar para siswa mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, Polres Pelabuhan Tanjung Perak ingin membangun kedekatan dengan kalangan pelajar sekaligus menanamkan kesadaran bahwa kepolisian merupakan mitra masyarakat, termasuk dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman.
POLIDIK Jadi Langkah Nyata Membangun Generasi Muda Berkualitas
Program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK) merupakan implementasi Commander Wish Kapolri yang diarahkan untuk memperkuat peran kepolisian dalam dunia pendidikan.
Program tersebut menjadi salah satu pendekatan pembinaan yang mengedepankan aspek humanis melalui kegiatan edukasi, penguatan karakter, penanaman kedisiplinan, serta peningkatan kesadaran hukum sejak usia sekolah.
Langkah Polres Pelabuhan Tanjung Perak menyambangi SMPN 15 Surabaya memperlihatkan bahwa upaya melindungi generasi muda tidak cukup hanya melalui penindakan terhadap pelaku kejahatan narkotika.
Pencegahan melalui pendidikan dan pembinaan sejak dini juga menjadi strategi penting untuk memutus potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
Sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, sehat, serta terbebas dari pengaruh negatif pergaulan.
Dengan adanya edukasi secara langsung tersebut, para pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga diri, menghormati aturan, serta berani menolak segala bentuk tindakan yang dapat merusak masa depan.
Sebab, menjaga generasi muda bukan sekadar tugas sekolah maupun kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama demi melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan bebas narkoba. (*)












Tinggalkan Balasan