SRAGEN | SUARAGLOBAL.COM– Pemerintah Kabupaten Sragen terus memperkuat pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui berbagai inisiatif. Salah satu langkah terbarunya adalah peresmian Sentra Jamur Sragen di Desa Mojorejo, Kecamatan Karangmalang, oleh Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati pada Rabu (9/10/2024).

Baca Juga:  Polres Blitar Jalin Silaturahmi dengan Forkopimda dan Komunitas Pencak Silat Demi Sukseskan Pilkada 2024

Sentra jamur ini merupakan hasil kolaborasi Dompet Dhuafa Jawa Tengah dan PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (PT BPRS) Sukowati Sragen dalam program Cash Wakaf Link Deposit (CWLD), yang telah berjalan sejak 2023. Investasi senilai Rp1,5 miliar dari 33 wakif telah menghasilkan keuntungan Rp80 juta, yang digunakan untuk membangun dua kumbung padi dengan kapasitas masing-masing 10.000 baglog.

Baca Juga:  Radiapoh Hasiholan Sinaga SH MH serahkan Uang Untuk Beli Tanah Wakaf

Nanik Sukoco, pengelola sentra, mengungkapkan bahwa panen raya akan segera tiba dalam satu hingga dua pekan mendatang, dengan produksi harian mencapai 30-40 kg jamur segar. Hasil panen ini dijual seharga Rp13 ribu per kilogram, memberikan kontribusi besar pada pengembangan UMKM lokal.

Baca Juga:  Polsek Semampir Berhasil Bongkar Kasus Judi Online di Surabaya, Dukung Penuh Program 100 Hari Kerja Presiden

Bupati Yuni berharap, Sentra Jamur Sragen dapat terus berkembang dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, sekaligus meningkatkan perekonomian Kabupaten Sragen secara keseluruhan.