Suasana Dieng Culture Festival 2019, yang dipadati wisatawan dalam dan luar negeri. (Foto: dok. Humas Kemenpar)

Wonosobo, beritaglobal.net – Gelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2019 yang berlangsung pada 2-4 Agustus 2019 lalu dikunjungi 177 ribu wisatawan baik mancanegara ataupun Nusantara.

Dalam release diterima beritaglobal.net, dari Humas Kemenpar, menyampaikan, Ketua Panitia Dieng Culture Festival 2019 Alif Fauzi di Banjarnegara Rabu (07/08/2019) mengatakan, setiap tahun DCF mengalami peningkatan jumlah wisatawan.

Baca Juga:  Polres Lumajang Tahan Pengasuh Ponpes Terkait Dugaan Pernikahan Siri dengan Gadis di Bawah Umur

“Selama event berlangsung ada 177 ribu wisatawan. Jumlah tersebut didominasi domestik, sementara yang mancanegara terdapat 930 wisatawan,” kata Alif.

Jumlah tersebut meningkat setiap tahunnya, tercatat pada 2017 ada 148 ribu wisatawan, tahun 2018 sebesar 158 ribu wisatawan.

Tiket masuk DCF tahun ini memang dijual lebih banyak dibandingkan tahun lalu, yakni 5.500 buah tiket, harga per – tiketnya sendiri mencapai Rp 360 ribu selama tiga hari festival berlangsung.

Baca Juga:  Jaringan Tambang Ilegal di Taman Nasional Merapi Dibongkar: Bareskrim TangkapTiga Tersangka, Transaksi Capai Rp3 Triliun

“Spending wisatawan rata – rata Rp 400 ribu, kami perkirakan selama tiga hari ada perputaran uang sebesar Rp 70,8 miliar,” kata Alif.

Tahun lalu, lanjut Alif perputaran uang tercatat sekitar Rp 58 miliar. Jumlah tersebut, lanjut Alif, sama dengan jumlah penjualan hasil panen kentang di Dieng selama satu tahun.

Baca Juga:  Polres Pamekasan Bersama TNI Perkuat Keamanan Jelang Nataru 2024-2025

Terpisah, Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan Kesukseskan Dieng Culture Festival ke-10 memberikan dampak langsung terhadap perekonomian sekitarnya.

Masyarakat diharapkan bisa lebih baik dalam memberikan hospitality terhadap wisatawan baik wisatawan mancanegara ataupun nusantara.

“Kekayaan adat dan budaya daerah ini tentunya akan memperkaya keragaman adat dan budaya nasional perlu untuk dilestarikan,” ujar Esthy. (Agus S/HMS)