Laporan: Iswahyudi Artya

GRESIK | SUARAGLOBAL.COM — Peresmian pabrik pemurnian emas terbesar di dunia milik PT Freeport Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Namun, Ketua Umum Garda Taruna Nusantara (Gantara), Asep Syaefullah, SH, mengingatkan pentingnya pengawasan yang ketat agar tujuan pendirian pabrik ini benar-benar untuk kemakmuran rakyat, (19/03/25).

Baca Juga:  Tuntaskan 513 Ribu Barang Bukti, Kejari Sampang Gelar Pemusnahan Terbuka; Karutan: Wujud Integritas Penegakan Hukum

Menurut Asep, pembangunan pabrik di kawasan industri JIIPE, Gresik, memang sejalan dengan upaya hilirisasi dan peningkatan nilai tambah sektor pertambangan emas. Tapi, ia menegaskan bahwa tanpa pengawasan dan pendampingan pemerintah, potensi besar ini bisa disalahgunakan.

Baca Juga:  Bocah 13 Tahun Tewas Tabrak Pohon di Getasan Kabupaten Semarang, Ini Jelasnya

“Pemerintah harus hadir dalam pengaturan, pengawasan, dan edukasi masyarakat agar pengelolaan emas ini tidak menjadi lahan kejahatan baru yang dimainkan oleh para elit,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar pabrik ini tidak menjadi sarana monopoli pasar emas oleh segelintir kelompok. “Jangan sampai hanya segelintir pihak yang menikmati hasilnya. Sesuai tujuan, pabrik ini harus membawa manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia,” tegas Asep.

Baca Juga:  Lengkapi Penampilanmu: Tren Aksesoris Populer di Tahun 2024

Gantara berharap pemerintah terus mengawasi dan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya emas agar potensi besar ini benar-benar menjadi kekuatan ekonomi bangsa, bukan sekadar bisnis elite. (*)