Laporan: Fajrin Nirwan Salasiwa

AMBON | SUARAGLOBAL.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon semakin memperketat langkah pengawasan internal melalui penggeledahan rutin di blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk upaya preventif guna memastikan lingkungan Lapas tetap aman, tertib, dan bebas dari barang-barang terlarang.

Pada Kamis (17/7/25), jajaran petugas Lapas kembali melakukan penggeledahan menyeluruh terhadap kamar dan barang milik Warga Binaan. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah barang-barang yang berpotensi disalahgunakan untuk tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban.

Dari hasil penggeledahan tersebut, petugas menemukan sejumlah peniti yang dinilai dapat menjadi potensi risiko keamanan. Barang-barang tersebut kemudian diamankan dan disimpan di gudang subseksi keamanan dan ketertiban (kamtib) sebagai bukti hasil razia dan bahan evaluasi lebih lanjut.

Baca Juga:  Polresta Magelang Ungkap 29 Kasus Narkoba, Mertoyudan Wilayah Tertinggi Peredaran Barang Haram

Kepala Lapas Perempuan Ambon, Nona Ahmad, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, tertib, dan bebas dari segala bentuk pelanggaran.

“Kami terus berkomitmen menciptakan Lapas yang bersih dari barang terlarang. Penggeledahan ini bukan hanya soal mencari barang yang dilarang, tetapi juga sebagai bentuk pencegahan dan pengawasan yang konsisten terhadap situasi di Lapas,” ujarnya.

Baca Juga:  Ketika Kampus Jadi Benteng Melawan Narkoba, BNN Perkuat Kolaborasi Bersama Universitas Pancasila

Senada dengan hal itu, Kepala Subseksi Kamtib, Suryana, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan terus ditingkatkan baik dari segi intensitas maupun kualitas pelaksanaan.

“Kami akan terus meningkatkan intensitas dan kualitas penggeledahan agar situasi di Lapas tetap aman dan tertib. Ini juga menjadi bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga keamanan bersama,” tegasnya.

Langkah ini sejalan dengan instruksi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, yang menekankan pentingnya pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di dalam Lapas. Penggeledahan rutin kini menjadi rutinitas penting yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga edukatif bagi para Warga Binaan.

Baca Juga:  DPRD Jatim Apresiasi Serapan Gula oleh BUMN, Desak Pabrik Cairkan Dana Tanpa Tunda

Lapas Perempuan Ambon berharap dengan konsistensi pelaksanaan kegiatan ini, suasana yang aman dan kondusif akan terus terjaga, sehingga program pembinaan dapat berlangsung dengan optimal tanpa adanya hambatan dari sisi kamtib.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap program pembinaan berjalan dalam suasana yang mendukung dan bebas dari gangguan,” tutup Nona Ahmad.

Dengan pengawasan ketat dan dukungan seluruh jajaran, Lapas Perempuan Kelas III Ambon menegaskan komitmennya sebagai lembaga pemasyarakatan yang profesional, bersih, dan berintegritas. (*)