Haflah Akhirussanah TPQ Alfirdaus, Tambakrejo dibawah naungan tenda darurat, Minggu (19/05/2019). (Foto: dok. TPQ Alfirdaus)

Semarang, Beritaglobal.net – Setelah semua rumah yang dihuni oleh ratusan warga dari 97 Kepala Keluarga (KK) di Tambakrejo, diratakan oleh Satpol PP Kota Semarang pada 09 Mei 2019 lalu, tidak menyurutkan semangat anak – anak Tambakrejo untuk tetap belajar mengaji di TPQ Alfirdaus meski di bawah naungan tenda darurat.

Terbukti TPQ Alfirdaus tetap berkegiatan  tanpa terusik realisasi janji pemerintah dan BBWS Pemali Juana, yang belum juga ada tanda – tanda untuk kapan membangunankan hunian sementara.

Baca Juga:  2 Anggota Kodim 0714/Salatiga Terima Penghargaan DDS ke 25 PMI Kota Salatiga

Meski sempat muncul kekhawatiran akan dibatalkannya Haflah TPQ Alfirdaus karena tragedi penggusuran, namun semangat warga dan anak – anak untuk tetap melaksanakan Haflah Akhirussanah ternyata lebih kuat sehingga tidak mampu dihancurkan oleh alat berat apapun.

Seperti yang disampaikan Fadhilah, pembina TPQ Alfirdaus kepada beritaglobal.net, Minggu (19/05/2019). “Kalau hanya soal tempat bagi kami sudah terbiasa belajar di tanah lapang jadi ada atau tidak ada bangunan bagi kami itu tidak masalah. Yang terpenting anak – anak ini tidak terputus dalam belajar,” ujar Fadhilah.

Baca Juga:  Jalin Kemitraan, JSIT Jawa Tengah Kunjungi Suara Merdeka

Sebanyak 31 anak yang terdiri dari 12 santri putra dan 19 santri putri mulai dari yang berumur 7 sampai 12 tahun memgikuti acara wisuda Akhirussanah TPQ Al Firdaus Tambakrejo yang digelar Minggu (19/05/2019) kemarin, dengan pelafalan 30 Juz bersama – sama dibawah naungan tenda perjuangan.

Baca Juga:  Akhirussanah Penuh Cahaya: Siswa SMPIT Insan Madani Hafal 11 Juz Al-Qur’an

Acara yang juga dihadiri oleh para relawan mahasiswa, BMT Walisongo, DT Peduli, Lazis Baiturrahman serta warga Tambakrejo ini dilanjutkan dengan pawai arak – arakan di wilayah kampung sebelah (Tambaklorok) diiringi musik rebana dari relawan. Acara berkhir dengan pengajian dan buka bersama. (Fera Marita)

Editor: Agus Subekti